Suara.com - Kolaborasi dipercaya jadi cara paling efektif agar brand fashion lokal semakin dikenal masyarakat. Lantas, ada nggak sih cara agar brand fashion lokal bisa 'dilirik' hingga kolaborasi dengan reseller brand global?
Head Of Marketing For Apple Product, PT. MAP Zona Adiperkasa, Farah Fausa Winarsih yang kerap memfasilitasi kolaborasi Digimap dengan desainer dan seniman ilustrator Indonesia mengatakan untuk bisa 'dilirik' dan diperhitungan diajak kerjasama brand global umumnya akan memperhatikan kecocokan DNA brand fashion lokal.
"Kita lihat ada beberapa fashion designer atau ilustrator yang bekerjasama dengan kita tidak tertutup untuk siapapun. Semua orang bisa melakukan kolaborasi dengan kita. Bukan kriteria yang kita lihat tapi lebih ke DNA kita cocok atau tidak dengan orang ini," ujaR Farah melalui keterangan yang diterima suara.com, Senin (3/6/2024).
Berikut ini berapa yang perlu dipertimbangkan brand fashion lokal agar bisa bekerjasama dengan brand global menurut Farah:
1. Mau keluar dari zona nyaman
Menurut Farah brand yang baik yaitu yang mau keluar dari zona nyaman, sehingga tidak melulu bersikukuh dengan idealisme brand fashion itu sendiri. Apalagi keluar zona nyaman dengan berinovasi membuktikan brand memperhatikan tren dan kemauan pasar, tujuannya agar saat berkolaborasi kedua brand lokal dan global itu bisa sama-sama berkembang.
"Bukan tidak hanya (membuat produk) di zona nyaman mereka dan tidak mau keluar dari batasnya mereka. Karena kita berdua mau maju bersama," ungkap Farah.
2. Memikirkan kebutuhan konsumen
Farah percaya brand yang baik memang mampu mengedukasi konsumennya, tapi produk dan karya yang dibuat juga harus bisa menjawab kebutuhan konsumen itu sendiri. Apalagi konsumen kerap mendambakan inovasi hal baru yang selalu berhasil disajikan brand global.
Baca Juga: OOTD Kasual ala Prilly Latuconsina, Kece dan Cocok Buat Tubuh Petite
"Yang pasti mereka harus menunjukkan untuk tidak berhenti memberikan inovasi yang baru karena kita salah satu brand yang terus memberikan inovasi yang baru kepada customer," terangnya.
3. Mau ikut training dan tidak berhenti belajar
Brand lokal yang baru berkembang, menunjukan perkembangan yang baik, yaitu berusaha untuk selalu mengembangkan diri. Termasuk agar kualitas produk brand fashion lokal berkembang semakin membaik, Farah menyarankan ikut berbagai kesempatan training.
"Kalau dari saya karena sekarang banyak sekali local brand yang baru raising jadi tentu saja perlu ikut training. Intinya tidak boleh stop belajar seperti ikut training dan kelas-kelas," papar Farah.
4. Kemampuan ambil foto produk hal vital
Di zaman serba digital, dimana masyarakat lebih banyak belanja online seperti di e-commerce, maka kata Farah sangat penting brand lokal benar-benar mampu mengambil foto produk agar terlihat menarik di e-commerce.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
Terkini
-
3 Rekomendasi Moisturizer Gel-Cream yang Ampuh Memperbaiki dan Memperkuat Skin Barrier
-
10 Puisi Isra Miraj Penuh Makna, Refleksi Perjalanan Suci Nabi Muhammad SAW
-
Skincare Wardah Apa yang Bagus untuk Flek Hitam? Ini 5 Pilihannya
-
4 Rekomendasi Moisturizer Lotion yang Ringan untuk Mengunci Kelembapan Kulit
-
7 Shampoo Pewarna Rambut untuk Menghitamkan Uban, Praktis Tersedia di Indomaret
-
KUIS: Apa Mobil yang Cocok untuk Introvert, Ambivert dan Ekstrovert?
-
Kenapa Pelaku Child Grooming Sering Denial? Psikolog Anak Ungkap 10 Pola Pikir Ini
-
Kak Seto Lulusan Apa? Profil Psikolog Anak yang Ramai Dikaitkan dengan Kasus Aurelie
-
Jika Sudah Memakai Moisturizer, Apa Harus Pakai Day Cream?
-
5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia