Suara.com - Nama Kak Seto ramai jadi perbincangan karena dikaitkan dengan isu child grooming yang mencuat usai terbitnya buku memoar "Broken Strings" karya aktris Aurelie Moeremans.
Di media sosial, khususnya X (Twitter), warganet mempertanyakan peran lembaga perlindungan anak pada masa lalu, dan di titik itulah nama Kak Seto ikut terseret dalam diskusi publik.
Pertanyaan yang kemudian muncul bukan hanya soal sikap, tapi juga soal kapasitas, siapa sebenarnya Kak Seto? Apa latar belakang pendidikannya? Dan sejauh apa perannya dalam dunia perlindungan anak di Indonesia?
Artikel ini akan mengulas profil lengkap Kak Seto, mulai dari latar belakang pendidikan, perjalanan karier, hingga konteks mengapa namanya dikaitkan dengan isu Aurelie Moeremans.
Siapa Kak Seto? Figur Psikolog Anak yang Melekat di Ingatan Publik
Kak Seto memiliki nama lengkap Seto Mulyadi, lahir di Klaten, Jawa Tengah, 28 Agustus 1951. Ia dikenal luas sebagai psikolog anak, pendidik, sekaligus aktivis perlindungan anak yang telah berkecimpung selama puluhan tahun.
Bagi generasi 1980–1990-an, sosok Kak Seto identik dengan figur "sahabat anak" yang sering tampil di televisi, mengampanyekan pola asuh ramah anak, serta memperjuangkan hak-hak anak melalui berbagai platform edukasi dan sosial.
Kak Seto Lulusan Apa? Ini Latar Belakang Pendidikannya
Pertanyaan "Kak Seto lulusan apa?" menjadi salah satu yang paling sering muncul di tengah polemik ini.
Secara akademik, Kak Seto memiliki latar belakang pendidikan yang kuat dan relevan di bidang psikologi. Berikut latar belakang pendidikannya:
- Sarjana Psikologi (S1) – Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia
- Magister Psikologi (S2) – Universitas Indonesia
- Doktor Psikologi (S3) – Universitas Indonesia
Selain itu, Kak Seto juga menyandang gelar Profesor/Guru Besar Ilmu Psikologi, dan tercatat pernah mengajar di berbagai institusi pendidikan tinggi, termasuk Universitas Gunadarma.
Baca Juga: Rekam Jejak Kak Seto yang Ikut Terseret Isu Child Grooming Aurelie Moeremans
Riwayat akademik ini menegaskan bahwa kiprah Kak Seto di bidang psikologi anak tidak berdiri di atas popularitas semata, melainkan berbasis pendidikan formal dan pengalaman panjang.
Rekam Jejak di Dunia Perlindungan Anak
Selain sebagai akademisi dan praktisi psikologi, Kak Seto dikenal aktif dalam lembaga dan gerakan perlindungan anak, antara lain:
- Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI)
- Pernah terlibat dalam Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA)
- Pendiri Homeschooling Kak Seto, model pendidikan alternatif berbasis kebutuhan anak
- Aktivis kampanye anti-kekerasan dan kesejahteraan anak
Selama bertahun-tahun, Kak Seto juga kerap diminta pendapatnya dalam kasus-kasus yang melibatkan anak, baik oleh media maupun institusi negara.
Mengapa Nama Kak Seto Dikaitkan dengan Isu Aurelie Moeremans?
Isu ini mencuat setelah Aurelie Moeremans mengungkap pengalaman traumatis masa lalunya terkait dugaan child grooming dalam buku "Broken Strings".
Publik kemudian menyoroti bagaimana lembaga perlindungan anak merespons laporan serupa di masa lalu.
Dalam konteks tersebut, nama Kak Seto disebut karena:
- Ia merupakan figur publik yang lama dikenal sebagai aktivis perlindungan anak
- Pernah berada dalam struktur atau lingkar lembaga yang diharapkan publik dapat memberi perlindungan lebih tegas
- Ada anggapan sebagian warganet bahwa respons lembaga saat itu belum memenuhi ekspektasi korban
Perlu ditegaskan, Kak Seto tidak disebut sebagai pelaku dalam buku maupun laporan Aurelie. Sorotan lebih mengarah pada peran struktural dan moral lembaga, bukan keterlibatan personal dalam tindakan kriminal.
Kak Seto adalah psikolog anak dengan latar belakang pendidikan yang kuat, pengalaman panjang, dan kontribusi besar dalam dunia perlindungan anak di Indonesia.
Namanya yang kembali mencuat dalam isu Aurelie Moeremans lebih berkaitan dengan ekspektasi publik terhadap figur dan lembaga, bukan keterlibatan langsung sebagai pelaku. Bagaimana menurut pendapat Anda?
Kontributor : Rishna Maulina Pratama
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Pernyataan Resmi Kemlu RI soal Serangan AS-Israel ke Iran: Indonesia Siap Fasilitasi Dialog
-
Perang Meluas di Timur Tengah: Iran Hantam Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab
-
Iran Bom Markas Besar Angkatan Laut AS! Lalu Tembakkan 75 Rudal ke Israel
-
Sabtu Pagi Teheran Dibom, Sabtu Sore Iran Langsung Kirim Rudal ke Israel
-
Kedubes Iran di Indonesia Kecam Serangan AS-Israel, Sebut Pelanggaran Berat Piagam PBB
Terkini
-
7 Hal yang Membatalkan Puasa, Bukan Hanya Makan dan Minum
-
Sampai Kapan Batas Penukaran Uang Baru 2026? Ini Cara dan Aturannya
-
10 Menu Buka Puasa Ibu Hamil, Baik untuk Kesehatan dan Perkembangan Janin
-
Anti-Mainstream! Fuji dan Erika Carlina Bocorkan Tempat Ngabuburit Kece di Tepi Laut Jakarta
-
Doa Apa yang Perlu Dibaca saat Zakat Fitrah?
-
4 Niat Zakat Fitrah, untuk Diri Sendiri hingga untuk Keluarga
-
Apa Hukum Meminta THR dalam Islam? Jangan Memaksa, juga Jangan Menolak
-
5 Menu Takjil Buka Puasa yang Bisa Dibikin Sendiri dengan Modal Sedikit
-
Bacaan Doa Ijab Kabul Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga
-
35 Kata-Kata Lucu Bulan Puasa, Jaga Semangat hingga Adzan Maghrib