Suara.com - Sosok Arya Wiguna dulu sempat viral di tahun 2012 karena perseteruannya dengan Eyang Subur, lelaki yang mengaku sebagai pakar spiritual.
Kini Arya Wiguna kembali jadi perbincangan di platform TikTok usai sebuah akun yang diduga milik anak perempuannya mengungkap kisah keluarganya.
Sebuah akun TikTok @/deriskaalmira membuat unggahan mengenai kehidupan orang tuanya yang harus bercerai ketika ia masih kecil.
"Rating thins my parents did [Menilai kelakuan orang tuaku-red]," tulis Deriska dikutip Suara.com pada Selasa (11/6/2024).
Wanita yang diduga merupakan anak Arya Wiguna itu membagikan foto masa kecilnya dengan sang ibu. Ia pun menilai ibunya sejuta per sepuluh atas jasanya dalam kehidupannya.
Deriska menyebut kalau ibunya diceraikan sang ayah hingga harus membesarkan tiga anak sendirian sampai sekarang.
"1000000/10. Diceraiin papap gue, kabur ke Bandung bawa 3 anaknya besari sendiri sampai sekarang. Good Job Dewi I Love U so much!," tulis dia.
Di slide selanjutnya, Deriska pun mengunggah potretnya sedang duduk bersama Arya Wiguna, sang ayah. Mereka berpose seolah-olah sedang tidur.
Deriska pun menilai ayahnya minus sejuta karena kelakuan Arya di masa lalu.
Baca Juga: Diancam Disebar, Netizen Penasaran dengan Foto dan Video Ria Ricis: Kok Agak Keriput
"-1000000/10. Alesan ceraiin mamah gw karena disuruh Eyang Subur. Who hurts you Aria? Hate you but I love you," curhat Deriska yang tampak memaafkan kesalahan sang ayah.
Unggahan itu membuat warganet kembali teringat dengan kasus Arya Wiguna. Banyak yang tak menyangka Arya ternyata punya anak perempuan yang kini viral.
"Demi Tuhaan ini anaknya Aria Wiguna?" komentar warganet.
"Gue tahu yang kasus Eyang Subur itu, cuma nggak tau ya itu tentang apa yang dipermasalahin," ujar warganet lain.
Sebagai pengingat, Arya Wiguna bersama dengan aktor Adi Bing Slamet dulu sempat viral saat melaporkan Eyang Subur .
Kala itu ia dan Adi Bing Slamet bersama sejumlah artis lain menuntut Eyang Subur soal kejelasan uang mereka yang diduga telah digelapkan.
Berita Terkait
-
Di-Spill Warganet! 2 Sekolah Gercep Private IG, Imbas Viral ABG Tertawai Derita Anak Palestina
-
Drama Baru Rizky Billar dan Lesti Kejora, Fitnah Orang Terdekat dan Kasus Lempar Bola Biliar Kembali Memanas
-
Viral! Detik-detik Pajero Tabrak Warteg, Netizen: Mahasiswa Mabuk atau Anak Pejabat
-
Rama, Anak Eks Bupati Cirebon Kembali Disorot, Kali Ini Soal Video Naik Motor, Ada Apa?
-
Borong iPhone 15 Series untuk Tante-tantenya, Attitude Azizah Salsha Tuai Pujian: MasyaAllah Bojone Arho
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
- 5 Parfum Wanita Terbaik untuk Acara Malam, Wanginya Elegan dan Memikat
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Pulau Panggang Krisis BBM, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut
-
Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F
-
Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra
-
Perjalanan Putra Samuel Silitonga Dikenal Jutaan Penonton Berkat Sosok Mumu Warintil
-
Cluster Beverly Hills Resmi Show Unit, Tawarkan Hunian American Classic di Semarang
-
Mau ke Monas Malam Ini? Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Konser Akbar 2026
-
Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis
-
Pelatih Spanyol Lebih Takut Naik Helikopter Dibanding Lawan Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026
-
Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru
-
Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital