Suara.com - Anak eks Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadi Sastra, Ramadhani Purwadi Sastra alias Rama terseret di kasus pembuhuhan Vina dan Eky pada 2016 silam.
Rama dituding sebagai salah satu pembunuh Vina Cirebon. Belakangan keluarga dan Rama membantah keras tudingan yang dialamatkan netizen kepadanya.
Terbaru, muncul video Rama saat diwawancara oleh politikus Gerindra, Dedi Mulyadi. Pada potongan video yang beredar itu, Rama sempat ditanya oleh Dedi, apakah ia bisa mengendarai motor.
"Kalau bisa naik motor itu karena dari kecil ngga diizinin naik motor ya, engga boleh," jawab Rama.
"Takut," timpal ibu Rama dalam video seperti dikutip, Selasa (11/6/2024).
Dedi Mulyadi kemudian mempertegas lagi, "Sampai sekarang gak bisa naik motor?"
"Enggak, enggak bisa," jawab Rama dengan yakin.
Namun, netizen kemudian menemukan video lain yang memperlihatkan Rama sedang mengendarai motor.
Video itu sendiri sempat diunggah Rama di Instastory akun Instagram miliknya.
Baca Juga: Usai Tangkap Pegi Setiawan, Polda Jabar Buka Hotline Kasus Vina Cirebon, Apa Tujuannya?
Sontak saja video itu membuat netizen kembali memberikan komentar pedas kepada Rama.
"Mas udah bisa naik motor belom???? Katanya Ndak bisa naik motor???" tanya netizen di postingan terbaru Rama.
"Udah,mau di bonceng?" jawab Rama membalas komentar netizen itu.
Sebelumnya, Rama sempat buka suara soal tudingan bahwa ia pembunuh Vina dan Eky.
Pada 2016 silam dirinya masih berusia 11 tahun, dan masih duduk di bangku kelas 5 Sekolah Dasar (SD).
"Saya perjelas, saya itu kelahiran 15 Oktober 2004 dan kejadian itu saya baru berusia 11 tahun," kata Rama di kediamannya, Perumahan Aneka Elok, Cakung, Jakarta Timur.
Rama meyakinkan jika dirinya tidak mungkin terlibat dalam perkara pembunuhan Vina. Ia juga merasa pihak keluarga sangat dirugikan dengan adanya tudingan dan terus disangkut pautkan dengan kematian Vina.
"Kalau saya si mentalnya kuat-kuat saja, tapi kan sekarang saya punya keponakan. Saya takut keponakan saya merasakan apa yang saya rasakan, stop lah," ucapnya.
Berita Terkait
-
Usai Tangkap Pegi Setiawan, Polda Jabar Buka Hotline Kasus Vina Cirebon, Apa Tujuannya?
-
Borong iPhone 15 Series untuk Tante-tantenya, Attitude Azizah Salsha Tuai Pujian: MasyaAllah Bojone Arho
-
Beri Bantuan Hukum Gratis, Ini Keyakinan Otto Hasibuan Sebut 5 Terpidana Kasus Vina Cirebon Korban Salah Tangkap
-
Diancam Disebar, Netizen Penasaran dengan Foto dan Video Ria Ricis: Kok Agak Keriput
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?