Suara.com - Wilayah Sukolilo di Pati, Jawa Tengah belakangan menjadi sorotan lantaran kasus pengeroyokan rombongan bos rental mobil yang dikira maling. Imbasnya, Sukolilo mulai dinarasikan sebagai sarang bandit penadah mobil bodong. Tentu perilaku ini sangat berkebalikan dengan filosofi hidup Suku Samin di Sukolilo.
Lantas bagaimana filosofi suku Samin di Sukolilo Pati? Seperti apa ciri-ciri khas orang Samin? Simak penjelasan serba-serbi suku Samin yang komunitasnya juga berada di Sukolilo Pati, Jawa Tengah.
Indonesia memang memiliki banyak suku bangsa, di mana menurut Ensiklopedia Suku Bangsa di Indonesia karya ahli antropologi Zulyani Hidayah, ada 656 suku bangsa yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.
Keanekaragaman suku di Indonesia tersebut, ada yang masih bertahan tradisinya hingga saat ini, salah satunya adalah Suku Samin yang ada di Dusun Bombong, Desa Baturejo, Kecamatan Sukolilo, Pati. Yuk, cari tahu lebih banyak seputar suku Samin yang komunitasnya ada di Sukolilo, Pati.
Serba-Serbi Suku Samin
- Filosofi
Suku Samin adalah salah satu suku di antara masyarakat Jawa yang dianggap feodal sekalipun ada sekelompok masyarakat yang dengan nilai-nilai yang egaliter.
Suku Samin ini juga dikenal sebagai Sedulur Sikep, yang mengajarkan laku hidup yang selaras dengan alam, tidak serakah, dan menghargai sesama manusia. Kendati sudah berusia lebih dari seabad, namun ternyata ajaran ini masih relevan di zaman modern.
- Samin Surosentiko dan Pengikutnya
Sebagaimana dilansir dari berbagai sumber, diketahui bahwa komunitas Samin mulanya merupakan pengikut Samin Surosentiko yang bernama asli Raden Kohar, seorang petani dari Desa Ploso Kediren, Blora, Jawa Tengah.
Samin Surosentiko ini hidup pada pertengahan abad ke-19 hingga awal abad ke-20, di mana sosoknya signifikan karena menolak membayar pajak ke pemerintah kolonial Belanda. Samin Surosentiko juga melakukan perlawanan bersama pengikut-pengikutnya tanpa kekerasan, di mana aksinya mengusik pihak Belanda.
Baca Juga: Profil Teyeng Wakatobi, Selebgram Pati Minta Maaf Usai Konten Sukolilo Banjir Kecaman
Lalu pada 1907, Samin Surosentiko dan sejumlah pengikutnya ditangkap, dibuang dan dijadikan sebagai pekerja paksa di Sawahlunto, Sumatera Barat, hingga akhirnya wafat pada 1914.
- Suku Samin di Sukolilo
Meskipun begitu, masih tersisa hingga sekarang pengikut Samin Surosentiko di daerah Blora, Pati dan Kudus. Mereka mendiami daerah pegunungan Kendeng yang terbentang dari Rembang, Blora, Grobogan dan Pati.
Di Desa Baturejo, Kecamatan Sukolilo, Pati, ada komunitas Sedulur Sikep yang berjumlah cukup banyak. Permukiman komunitas ini berada di dua dusun, di antaranya adalah Dusun Bombong dan Dusun Bacem.
Oleh karena itu, komunitas Sedulur Sikep Desa Baturejo seringkali disebut dengan nama Sedulur Sikep Bombong-Bacem. Daerah Bombong-Bacem sendiri merupakan pusat wilayah dari masyarakat Sedulur Sikep di Sukolilo, karena beberapa leluhur Sedulur Sikep berasal dari wilayah ini.
- Ciri Khas Suku Samin
Secara umum, perilaku orang Samin sangat jujur dan polos, tetapi juga sangat kritis. Mereka tidak mengenal tingkatan bahasa Jawa, jadi bahasa yang digunakan adalah bahasa Jawa ngoko.
Bagi orang Samin, menghormati orang lain tidak dalam bahasa yang digunakan, akan tetapi sikap dan perbuatan yang ditunjukkan. Selain itu, mereka memiliki baju adat khas serba hitam yang sekilas mirip suku Baduy Luar.
Berita Terkait
-
Digelapkan Pelaku Lain, Kasus Lama Bos Rental Mobil yang Tewas Dikeroyok di Pati Berawal dari Ini
-
Bos Rental Asal Jakarta Tewas Di Sukolilo, Disebut Berangkat Ambil Mobil Tanpa Koordinasi Dengan Polisi
-
Profil dan Koleksi Mobil Camat Sukolilo Pati: Tak Terima Kampungnya Dicap Kampung Penadah
-
Profil Teyeng Wakatobi, Selebgram Pati Minta Maaf Usai Konten Sukolilo Banjir Kecaman
-
Akhirnya Muncul, Ini Pengakuan Teyeng Wakatobi Usai Aksi Tendang Mobil Bos Rental di Pati Viral
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Jerawat Punggung Muncul karena Apa? Ini 7 Penyebab dan Cara Mengatasinya
-
Daftar Harga Facetology Sunscreen Terbaru 2026, Tawarkan Triple Care
-
Ubah Sampah Makanan Jadi Aksi Iklim: Jejak Food Cycle Indonesia Tekan Emisi dari Limbah Pangan
-
Jaga Alam, Jaga Kehidupan: Festival Raksha Loka Dorong Aksi Kolektif Untuk Masa Depan Hijau
-
6 Sunscreen dengan Kandungan Brightening yang Bantu Cerahkan Wajah Mulai Rp30 Ribuan
-
5 Lipstik Tahan Lama hingga 16 Jam, Gampang Didapat di Toko Terdekat
-
Kapan Tanggal 1 Dzulhijjah 1447 Hijriah? Ini Jadwal Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026
-
Apa Penyebab Jerawat di Dagu? Ini 4 Rekomendasi Acne Spot Treatment Terbaik
-
Musik Jadi Cara Baru Kenalkan Konservasi ke Generasi Muda lewat Sunset di Kebun 2026
-
Unik! Maskapai Singapura Gandeng Seniman RI, Bikin Aksesori Travel Terinspirasi Sambal