Suara.com - Kasus kecanduan judi online kian meresahkan publik lantaran dampak yang terjadi tidak hanya memperburuk ekonomi keluarga. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA) mendapat laporan kalau kecanduan judi online itu juga berakibat terhadap tindakan kekerasan terhadap anak.
Deputi Pemenuhan Hak Anak KPPPA Nahar mengungkapkan kalau pihaknya telah menerima enam laporan terkait kecanduan judi online yang dilakukan oleh suami dan berujung tindakan kekerasan dalam rumah tangga.
"Enam laporan yang diadukan ke layanan oengaduan SAPA 129 pelaku semuanya ayah, istri alami kekerasan, anaknya ada juga yang dieksplotasi secara seksual. Anak juga alami kekerasan lalu kemudian mendapatkan ancaman," ungkap Nahar dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (21/6/2024).
Keenam laporan itu terjadi di daerah Madiun, Tangerang, dua kasus di Jombang, Jakarta Utara, dan Tasikmalaya. Secara umum, kasus yang dilaporkan ke KPPPA itu memiliki kemiripan, di mana suami yang pecandu judi online mengambil barang-barang yang ada di rumah untuk dijual. Bahkan sampai barang milik anaknya untuk keperluan sekolah juga dijual demi judi online.
Tak hanya itu, suami juga justru menelantarkan keluarganya. Meskipun dia memiliki pekerjaan, namun penghasilannya tidak digunakan untuk menghidupi istri dan anaknya. Melainkan dipakai untuk judi online.
"Belum lagi yang sudah berhadapan pada ketergantungan, terjebak pada mimpi buaian kalau judi bisa berikan keuntungan. Itu jadi situasi yang harus ditangani bersama," ujarnya.
Data Satgas Pemberantasan Judi Online mencatat kalau pengguna judi online di Indonesia kini telah sebanyak 2,3 juta orang. Dari jumlah tersebut, 2 persen di antaranya masih anak-anak berusia di bawah 10 tahun. Kemudian, untuk usia 10-20 tahun ada 11 persen atau lebih kurang 440.000 penduduk. Lalu sekitar 520.000 penduduk berusia 21-30 tahun atau sekitar 13 persen yang juga menjadi pengguna judi online.
Kemudian mayoritas ialah usia 30 sampai 50 tahun ada sebanyak 40 persen atau sekitar 1,64 juta orang. Pengguna judi online dari kelompok usia produktif ini yang dikhawatirkan rentan lakukan kekerasan dalam rumah tangga ketika kecanduan.
Berita Terkait
-
Jika Ditangkap Bikin Penjara Penuh, Kabareskrim Ceramahi Pemain Judi Online Biar Insaf: Gak Ada Orang Kaya dari Judi!
-
Irjen Krishna Murti Sebut Bandar Besar Judi Online Bermarkas di Mekong Region Countries, Ini Negara-negaranya!
-
Putaran Uang Judi Online di Dunia Tembus Rp 1.659 Triliun, Masih Terus Naik!
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Terkini
-
Kapan Mulai Puasa Syawal? Ini Penjelasan Waktu yang Dianjurkan
-
Mengapa Opor Ayam Selalu Ada saat Lebaran? Ini Sejarah dan Makna Simbolisnya
-
Promo Lebaran di Indomaret: Diskon hingga 50 Persen, Berlaku sampai 1 April 2026
-
Apakah 3 Butir Nastar Sama dengan Sepiring Nasi? Ini Faktanya
-
Lebaran di Jakarta Anti-Boring! Ini 5 Tempat Wisata Favorit di Ibu Kota
-
Adab Bertamu saat Lebaran: Tetap Sopan dan Berkesan Tanpa Merepotkan Tuan Rumah
-
Daftar Promo Makanan Saat Lebaran 2026: Pizza, Ramen, dan Menu Favorit Lainnya
-
Bolehkah Orang Tua Menggunakan THR Lebaran Anak? Begini Hukumnya dalam Islam
-
11 Kata-Kata Gagal Mudik karena Kerja yang Lucu, Anti Baper buat Pelepas Rindu
-
Dari Aksi Nyata ke Apresiasi: Program Perlindungan Perempuan Ini Raih Pengakuan Nasional