Suara.com - Rieke Diah Pitaloka, M.Hum dikenal sebagai seorang mantan artis yang kini banting setir menjadi politikus.
Dia menjabat sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) VII meliputi Bekasi, Karawang, dan Purwakarta.
Kiprahnya di dunia politik cukup menyita perhatian karena kerap menyuarakan lantang kritikan-kritikan terhadap kebijakan yang dinilainya kurang pro-rakyat.
Lantas seperti apa profil Rieke Diah Pitaloka, berikut ini dikutip dari sejumlah sumber.
Profil Rieke Diah Pitaloka
Reike Diah Pitaloka lahir di Garut pada 8 Januari 1974. Masa kecilnya dihabiskan tanah kelahirannya.
Politikus 50 tahun tersebut menempuh pendidikan di SD Yos Sudarso Garut. Lulus dari dari sekolah dasar, dia kemudian melanjutkan ke SMPN 2 Garut. Selasai itu meneruskan ke SMAN 1 Garut.
Rieke menempuh pendidikan sarjana di Universitas Indonesia jurusan Sastra Belanda. Kemudian melanjutkan program pasca sarjana Filsafat Fakultas Ilmu Budaya di Universitas Indonesia.
Karier Entertainment
Baca Juga: Sosok Habib Jafar Shodiq, Ulama Kharismatik yang Wafat dalam Kecelakaan Maut Tol Sragen
Karier awal Rieke Diah Pitaloka justru diawali dari dunia entertainment. Dia memulai dengan menjadi bintang iklan, lalu merambah ke sinetron komedi. Salah satu peran yang sangat melekat padanya, yakni Oneng di sinetron komedi Bajaj Bajuri.
Tak hanya sinetron, Rieke pernah juga tampil di layar lebar dengan memerankan tokoh Dwi di film Berbagi Suami. Beberapa film lainnya, yakni Perempuan Punya Cerita, sebuah film antologi karya empat sutradara.
Kemampuan akting Rieke pernah diasah di teater Cipoa garapan Putu Wijaya.
Karier Politik
Beberapa tahun terjun di dunia akting, Rieke banting setir ke politik dengan bergabung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Bergabungnya Rieke di dunia politik bukan hal yang mengherankan. Sejak muda dia memang aktif di sejumlah organisasi. Tercatat istri Donny Gahral Adian itu pernah bergabung dengan gerakan mahasiswa UI. Pernah juga bergabung dengan Grean Peace.
Dia juga aktif sebagai pergerakan mahasiswa 1996 dan 1998, pergerakan buruh migrant, HAM, dan pergerakan mahasiswa.
Karier politik Rieke melejit saat terpilih menjadi anggota DPR RI periode 2009-2014 dengan masuk di Komisi IX.
Pada 2013, Rieke memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai Gubernur Jawa Barat dengan didampingi Teten Masduki. Hanya dia belum berhasil terpilih.
Pemilu 2019 dia kembali mencalonkan sebagai anggota DPR RI dan terpilih. Dia pemilu 2024 maju lagi menjadi anggota legislatif.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
7 Kompor Tanam Paling Awet, Pemantik tidak Gampang Macet
-
Apa Bedanya Smart TV, Google TV dan Android TV? Ini Rekomendasi Mereknya
-
5 Rekomendasi Sepeda Gunung Rp700 Ribuan, Kokoh dan Tangguh di Segala Medan
-
Tasya Farasya Hadirkan Sentuhan Maroko di Koleksi Raya 2026 Bersama Minimal: Detailnya Memesona!
-
Cara Cek Desil dan Memperbaharui Data Manual Agar Dapat Bansos
-
Terpopuler: Link Download Poster Karnaval Ramadan, Air Fryer Low Watt Mulai Rp200 Ribuan
-
Cukup Ganti Lantai, Rumah Langsung Terlihat Baru Jelang Ramadan dan Idulfitri
-
Makna Imlek bagi Detektif Jubun: Menata Hati, Menjaga Integritas
-
Dari 2.000 Meter ke 30 Hektare: Kisah Rosita dan Hutan Organik yang Tumbuh dari Keteguhan
-
5 Rekomendasi Air Fryer Low Watt Terbaik, Harga Mulai Rp200 Ribuan