Lifestyle / Female
Minggu, 07 Juli 2024 | 12:03 WIB
Bertujuan membudayakan karya adiluhung Nusantara ke generasi muda, desainer Amanda Hartanto merilis koleksi "Cascade" yang mengangkat keindahan Lurik.
Bertujuan membudayakan karya adiluhung Nusantara ke generasi muda, desainer Amanda Hartanto merilis koleksi "Cascade" yang mengangkat keindahan Lurik.

Seni kriya lain yang tampil mengesankan pada koleksi ini adalah makrame. Pada sebuah blazer, makrame tampak spektakuler mengisi bagian punggung.

Sementara di sebuah luaran berkerah tinggi, makrame di bagian tepi memperkuat efek dramatis terhadap aksi belahan lengan. Eksplorasi desain digali lebih dalam dengan menyuguhkan rancangan-rancangan sangat atraktif.

Sebuah gaun tanpa lengan dikomposisi oleh motif lurik yang saling bertabrakan (clashing). Rok midi bervolume didesain berpinggang tinggi (high-waisted). Celana model wide-leg mendapat aksen simpul (knot).

Pendekatan asimetri diterapkan pada sebuah gaun tanpa lengan yang memadukan tiga jenis bahan dengan salah satunya bernuansa agak terawang sehingga memunculkan sisi seduktif.

Garis asimetri lainnya muncul dalam rupa blus lengan pendek kerah bundar beraksen rangkaian tassel diagonal di area dada. Luaran adaptasi kimono dibuat semarak dengan kumpulan tassel kecil warna warni sebagai aksen.

Palet vibran nuansa marun, kuning, dan abu-abu dituangkan ke dalam lebih dari 42 kreasi koleksi yang turut mempertemukan kain lurik dengan bahan lain seperti organdi dan katun.

Masing masingnya mudah untuk dipadu-padankan sehingga mampu menghasilkan berbagai tampilan elegan dengan karakter yang beragam. Terlebih dengan tambahan aksesori scarf lurik panjang yang bisa membawa keanggunan pada tampilan.

Sifat versatile ini menjadi kekhasan Amanda Hartanto Batik yang selalu dihadirkan dalam tiap koleksi. Baik untuk kesempatan formal maupun kasual, rancangan-rancangannya bisa dikombinasikan dalam banyak macam cara.

Begitu juga dengan koleksi “Cascade” yang mengangkat keindahan lurik. Ini adalah kali ketiga bagi sang desainer mengolah kain lurik setelah 4 tahun berselang.

Baca Juga: Harga Fantastis Kain Tenun Asli, Wajarkah Anak Muda Memilih Printing?

Dalam proses pembuatan koleksi, kain-kain lurik diperoleh langsung dari para pengrajin di Yogyakarta dan Klaten, Jawa Tengah.

Dibuat dengan tangan, diperlukan waktu berminggu-minggu untuk pembuatan lembaran kain tenun lurik. Ini menjadikan lurik tak sekadar kain motif garis, melainkan sebuah kearifan tradisional tingkat tinggi yang kaya akan nilai budaya.

“Lurik merupakan salah satu wastra Indonesia yang harus dilestarikan sebagai warisan budaya. Saya ingin menunjukkan bahwa lurik bukan sekadar kain tradisional yang indah tetapi juga dapat diolah menjadi busana yang versatile dan bernilai jual tinggi,” ungkap Amanda Hartanto.

Ia juga menekankan bahwa di balik keindahan lurik terdapat filosofi yang bermakna. “Kain lurik mengandung harapan yang kuat, nasihat serta kekuatan spiritual yang masih dipercaya dan menjadi adat dan tradisi masyarakat,” ucapnya.

Koleksi “Cascade” merupakan wujud nyata kecintaan dan kepedulian Amanda Hartanto untuk melestarikan kekayaan budaya dan menyuguhkannya sebagai napas baru yang modis untuk para pecinta mode Tanah Air.

Load More