Suara.com - Bagi Anda yang memiliki usaha restoran, kafe, atau bisnis kuliner lainnya, mendapatkan sertifikat halal ibarat kunci yang dapat membantu mendongkrak penjualan. Hal ini karena dengan memiliki sertifikasi halal, berarti menunjukkan komitmen restoran tersebut dalam menyediakan makanan yang aman dan sesuai dengan syariat Islam.
Namun, mendapatkan sertifikat halal tidak semudah yang dibayangkan. Ada beberapa persyaratan dan prosedur yang harus dipenuhi. Bahkan, meski persyaratan dan prosedur sudah diikuti dengan seksama, ajuan sertifikat halal bisa saja ditolak. Apa penyebabnya?
Dr. Ir. Sugiarto, M.Si selaku perwakilan manajemen Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan & Kosmetika (LPPOM), menjelaskan alasan mengapa pengajuan halal sebuah restoran bisa ditolak.
Yang pertama adalah masalah pemilihan nama, baik itu nama restoran atau nama pada menu makanan. Beberapa nama yang tidak sesuai dengan syariat Islam, dipastikan tidak bisa mendapatkan sertifikasi halal, misalnya 'setan', 'pocong', dan sebagainya.
"Menurut komisi fatwa MUI, karena dengan menggunakan nama-nama ini, akan membiasakan masyarakat muslim untuk bersentuhan dengan hal-hal yang tidak baik, sehingga dikhawatirkan nanti akan membiasakan masyarakat entah berbuat, entah berpikir, yang seperti yang ada di nama-nama tersebut," terang Sugiarto saat ditemui Suara.com di sebuah gerai ramen di Tangerang, Kamis (11/7/2024).
Selain itu, nama yang menggunakan unsur erotis, vulgar, atau porno juga termasuk yang tidak bisa mendapatkan sertifikasi halal, meskipun tidak menggunakan bahan-bahan yang haram.
"Jadi di sini komisi fatwa MUI lebih banyak pada menjaga umat dari mendekati hal-hal yang tidak baik," kata Sugiarto lagi.
Selain masalah penamaan, untuk mendapatkan sertifikat halal, restoran juga tidak boleh membiarkan hewan peliharaan masuk, terutama anjing. Hal ini bertujuan untuk mencegah cemaran najis, terutama najis air liur anjing pada ruangan, kursi, meja, alat makan, dan lainnya.
Terakhir, kalau pun restoran memperbolehkan pengunjung untuk membawa makanan dari luar, maka harus dipastikan makanan tersebut adalah halal.
Baca Juga: Mengulik dan Memaknai Puisi 'Di Restoran' Karya Sapardi Djoko Damono
"Restoran harus memastikan bahwa konsumen tidak membawa makanan dari luar yang tidak jelas kehalalannya ke dalam restoran yang sudah mendapat sertifikat halal. Karena makanan ini ada peluang dia mengandung unsur babi," kata Sugiarto.
Dikhawatirkan, pengunjung akan mengonsumsi makanan tidak halal tersebut dengan alat makan milik restoran, sehingga hal ini menjadikan alat makan tersebut pernah bersentuhan dengan bahan yang berasal dari babi dan turunannya.
"Dan itu menurut komisi fatwa MUI, tidak diperkenankan untuk menggunakan alat makan secara bergantian dengan produk-produk atau bahan yang mengandung babi atau turunannya," pungkas Sugiarto.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
3 Fitur Layar Samsung Galaxy Z Fold8 yang Wajib Dicoba untuk Multitasking dan Hiburan
-
Mitsubishi Fuso Siapkan 6 Langkah Antisipasi untuk Konsumen yang Gunakan Solar B50
-
GAC Indonesia Jamin Pengiriman Mobil Listrik Selama GIIAS 2026 Dua Hari Sampai
-
4 Rekomendasi Parfum Lokal Aroma Teh, Cocok untuk relaksasi!
-
Pengalaman Multitasking dan Face Unlock Oppo Kini Lebih Cerdas, Berkat Update ColorOS 16!
-
Waspada Isu Keamanan Agustus, Imam Besar FBR Ajak Warga Betawi Jaga Kampung dan Tolak Hoaks
-
Budaya Menghakimi Era Digital: di Balik Layar, Dia Tetaplah Seorang Manusia
-
Pendapatan Harita Nickel (NCKL) Naik 21,2 Persen di Semester I 2026
-
Doa Kebangsaan di Monas Dimulai Jam Berapa? Ini Jadwal, Lokasi Parkir, dan Rute Lalu Lintasnya
-
Trisno Pas Band Meninggal Dunia Usai Bertahan Melawan Komplikasi Penyakit