Suara.com - Paris telah lama dikenal sebagai pusat mode dunia, berperan sebagai kiblat yang menginspirasi industri fesyen global.
Kota ini menjadi tempat lahirnya banyak perancang busana legendaris, rumah mode mewah, serta sekolah mode terkemuka yang telah membentuk standar internasional dalam dunia fesyen.
Dikenal karena budaya fesyennya yang mendalam, Paris menjadi tempat peragaan busana terpenting dan pameran mode kelas dunia.
Sylvie Pourrat, Direktur Premiere Classe Paris Trade Show, menjelaskan bahwa Paris juga berperan sebagai tempat untuk mendapatkan inspirasi dan menjalin kerja sama para desainer dunia.
Untuk itulah, diperlukan berbagai persiapan secara matang untuk seorang desainer bisa sukses di kota ini dan kemampuan untuk menciptakan koleksi yang kuat dan berdaya saing.
"Paris adalah tempat di mana fesyen benar-benar diperlihatkan kepada seluruh dunia. Kesempatan untuk berada di Paris adalah kesempatan untuk berkolaborasi, mendapatkan inspirasi, dan memperluas jaringan," ujar Sylvie dalam diskusi JF3 Talk Vol. 3 di Auditorium Institut Francais Indonesia (IFI), Jakarta.
Untuk itulah Thresia Mareta, Advisor JF3 and Co-Inisiator PINTU Incubator, menginisiasi Pintu Incubator untuk membantu desainer terkoneksi ekosistem fesyen di Paris demi perkembangan industri fesyen di tanah air tidak stagnan lagi.
"Melalui Pintu Incubator kami melihat bagaimana mereka bekerja dengan standar yang diakui secara internasional. Kami jadi membandingkan, apa yang dilakukan di sini, dengan apa yang mereka lakukan di sana. Faktanya masih sangat jauh. Namun, itu bukan berarti kita enggak bisa. Artinya kita perlu melakukan sesuatu," ungkap Thresia.
Sementara itu, Ni Made Ayu Marthini, Deputi Bidang Pemasaran, Kemenparekraf RI turut menambahkan jika dari 17 bidang industri kreatif, fesyen menyumbang 55 persen nilai ekonomi.
Baca Juga: Jonatan Christie Raih Kemenangan Pertama di Olimpiade Paris 2024
Indonesia kata dia memiliki potensi yang bagus, didasarkan pada budaya. Sebut saja kain tradisional yang sangat melimpah dan beragam. Jadi menurutnya, dengan kreativitas, inovasi, teknologi, semua bisa membuat industri fesyen Tanah Air semakin maju.
"Kita Indonesia perlu berkolaborasi dan bekerja sama dengan para pemangku kepentingan internasional. Agar tahu tren dan kebutuhan pasar seperti apa. Karena mungkin menurut saya yang saya pakai sekarang, yaitu batik asal Pekalongan, cantik, tapi di mata masyarakat global mungkin tidak, karena tidak paham," pungkasnya.
"Jadi ini adalah sesuatu yang tidak hanya perlu kita kembangkan, tapi juga promosikan. Dan kami di Kemenparekraf, promosi digital seperti media sosial itu sangat penting," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- 6 Rekomendasi Sabun Mandi di Alfamart yang Wangi Semerbak dan Antibakteri
- Tembus Pelosok Bumi Tegar Beriman: Pemkab Bogor Tuntaskan Ratusan Kilometer Jalan dari Barat-Timur
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Ahmad Sahroni Resmi Kembali Jabat Pimpinan Komisi III DPR, Gantikan Rusdi Masse
Pilihan
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
Terkini
-
Jadwal Imsakiyah dan Subuh Kota Yogyakarta Hari Ini Minggu 22 Februari 2026
-
9 Menu Sahur Sat-Set tapi Tetap Sehat untuk Ibu Hamil, Kaya Protein dan Serat!
-
9 Rekomendasi Menu Sahur untuk Anak Kos, Hemat, Simple, tapi Tetap Sehat
-
Ciri-ciri Lipstik yang Wudhu Friendly dan Cocok Dipakai untuk Tarawih
-
5 Rekomendasi Sabun Mandi di Indomaret yang Bisa Mencerahkan Badan, Harga Murah
-
9 Menu Buka Puasa Tanpa Nasi untuk yang Sedang Diet
-
5 Pasta Gigi Terbaik untuk Gigi Kuning, Bikin Senyum Lebih Cerah dan Percaya Diri
-
Cara Daftar Mudik Gratis Lebaran 2026 Lewat Tol, Lengkap Jadwal dan Rutenya
-
Kurang Berapa Jam Lagi Buka Puasa Jogja Hari Ini 21 Februari 2026? Simak Cara Berbuka yang Sehat
-
5 Bedak Wudhu Friendly Tahan hingga 10 Jam untuk Kulit Halus dan Bebas Kilap