Lifestyle / Komunitas
Senin, 29 Juli 2024 | 11:56 WIB
Indah G dan Coki Pardede [YouTube/The Indah G Show]

Namun, ia mengaku menyayangkan langkah tersebut karena menurutnya masih ada masalah lain yang lebih dekat, yakni Papua.

"Masalahnya adalah bagaimana uang rakyat digunakan untuk memberi bantuan kepada warga lain di negara lain, sedangkan uang rakyat tidak digunakan untuk membantu rakyat kami sendiri,” kata Indah.

Pernyataan Indah itu lantas berbuah kecaman dari warganet. Setelah sekian lama menuai kontroversi, Indah akhirnya mengakui kalau komentarnya yang mengakitkan isu Palestina dengan Papua adalah sebuah kekeliruan.

Kaitkan Pilpres dengan isu agama

Dalam kesempatan lain, Indah angkat bicara mengenai isu seputar Pemilihan Presiden (Pilpres). Ia mengaku cemas dengan pilihannya di Pilpres 2024.

Ia ragu untuk memilih lantaran dirinya datang dari kalangan minoritas, sehingga Indah khawatir pilihannya akan berdampak besar bagi dirinya.

"For those still contemplating voting 01, ayo kita semua bahas ini sama2 secara konstruktif dan sipil — karena aku sebagai double minoritas (etnis & agama) jujur saja, ini kekhawatiranku #1, election’s in 5 days and i’m back to being indecisive between 1 & 3 all over again," kata Indah G.

Sebut Indonesia miskin kosa kata

Ketika mengundang Cinta Laura ke podcastnya, Indah G mengamati masalah penggunaan bahasa Indonesia dan menurut sia, Indonesia miskin dengan kosa kata.

Baca Juga: Pendidikan Coki Pardede vs Indah G, Adabnya Menertawakan Aksi Boikot Produk Pro Israel Tuai Kecaman

Ia lalu membandingkan bahasa Indonesia dengan bahasa lainnya, seperti bahasa Inggris dan Arab, yang menurutnya memiliki kosa kata lebih banyak.

Sebut Indonesia pelihara budaya malas

Masih dalam podcast dengan Cinta Laura, Indah G mengatakan kalau masyarakat Indonesia memelihara budaya malas.

Pernyataan itu ia kaitkan dengan dengan pendapatnya mengenai kosa kata dalam bahasa Indonesia yang terbilang minim.

Kritik hafalan Al Quran

Tak berhenti di masalah kosa kata, Indah G juga mengaku miris dengan metode hafalan dalam sistem pendidikan Indonesia.

Ia lalu mengambil contoh pendidikan hafalan Al Quran yang diterapkan di dunia pendidikan Indonesia.

Menurut dia, hal itu sia-sia, karena anak-anak yang hanya bisa menghafal Al Quran tak akan bisa meresapi nilai-nilai luhur yang ada di dalam ayat-ayat suci itu.

"Di sekolah negeri mereka ada pelajaran agama kan? Kalian harus menghafal ayat-ayat Al Quran, kata demi kata, maka dari itu OMG ini bakal terdengar kurang ajar, jadi mereka lebih bisa diatur-atur tapi mereka gak tau cara berperilaku demi kebaikan diri mereka ," kritik Indah G.

Kontroversi Coki Pardede

Coki Pardede ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (5/7/2023). [Tiara Rosana/Suara.com]

Memuji pelaku pelecehan seksual

Ketika muncul kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh presenter Gofar Hilman, Coki Pardede malah menyatakan pendapat kalau ada sejumlah pelaku pelecehan seksual yang karyanya masih bisa dinikmati oleh banyak orang.

"Biasanya public figur yang kena kasus pelechan seksual atau skandal seks itu rata-rata bakatnya luar biasa lho atau pencapaiannya gokil. Harvey Weinstein, Bill Cosby, Bill Clinton, Tiger Wood, Arnold Schwarzenegger, dll. Yang enggak bisa disebut satu-satu," cuit Coki di akun X nya.

Singgung soal azab dalam bencana banjir

Ketika banjir besar melanda Jakarta pada awal 2020 lalu, Coki malah me-roasting para korban banjir dengan menyebutnya sebagai azab maksiat.

Sontak, kicauannya itu diprotes oleh banyak pihak, termasuk rekannya sesama komika. Alhasil, akun Twitter Coki pun hilang.

Bikin konten babi kurma

Pada 2018 lalu, Coki Pardede dan Tretan Muslim membuat konten memasak daging babi dicampur dengan kurma. Video tersebut viral. Konten tersebut juga banjir kecaman karena dianggap mempermainkan agama Islam.

Ditangkap kasus narkoba

Pada 2021 lalu, Coki Pardede pernah tersandung kasus hukum. Ia ditangkap di kediamannya di Tangerang, Banten karena kasus narkoba.

Ketika ditangkap, kepolisian turut mengamankan barang bukti narkoba, yakni sabu yang tersimpan dalam kemasan klip.

Kontributor : Damayanti Kahyangan

Load More