Suara.com - Beredarnya dugaan jam kerja Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di RS Kariadi ramai menuai kontroversi. Hal ini terungkap setelah dokter muda Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Aulia Risma Lestari, bunuh diri karena diduga menjadi korban bully saat menjalani PPDS Anestesi di RS Kariadi.
Kasus bunuh diri mahasiswi Undip ini tengah menuai atensi begitu besar di media sosial. Akibat kasus ini, tak sedikit akun yang membongkar borok PPDS Undip, mulai dari perundungan hingga beban kerja yang sangat wajar. Salah satunya terkait PPDS Undip yang dijalani mahasiswa di RS Kariadi.
Sosok diduga dokter PPDS Anestesi Undip pun membongkar beban kerja sehari-hari yang tidak wajar di RS Kariadi. Hal ini dibagikan oleh akun X bernama @/bambangsuling11 dalam sebuah thread kasus bunuh diri Aulia Risma Lestari.
"Ada rekan kita yang juga sedang ambil PPDS Anestesi Undip berani speak up di DM. Begini yang harus mereka jalani setiap hari," tulis akun ini seperti dikutip Suara.com, Kamis (15/8/2024).
Dalam curhatannya, dokter PPDS Anestesi Undip itu mengungkap jam kerja normalnya adalah 18 jam per hari di RS Kariadi. Dia mengaku sering masuk pukul 06.00 WIB dan pulang pukul 00.00 WIB.
Alhasil, ia hanya memiliki waktu 6 jam untuk pulang dan beristirahat, sebelum harus bersiap-siap berangkat kerja lagi dan mengulang shift serupa.
Mirisnya, jam kerja itu belum termasuk jika melembur. Dokter PPDS Anestesi Undip sering juga bekerja dari jam 06.00 WIB sampai pukul 03.00 WIB, atau setara 21 jam per hari. Jam kerja itu harus dijalani mahasiswa PPDS Anestesi selama kurang lebih 5 tahun.
"Beban kerja PPDS Anestesi di RS Kariadi terlalu berat. Jam kerja normal tanpa giliran jaga adalah 18 jam per hari. Masuk jam 6 pagi, pulang jam 12 malam," curhat dokter muda ini seperti dikutip Suara.com, Kamis (15/8/2024).
"Kalau bisa pulang jam 11 malam, artinya pulang cepat. Tidak jarang harus pulang jam 2 atau 3 pagi. Hari berikutnya sudah harus standby lagi jam 6 pagi di RS. Ini berlangsung terus menerus selama masa studi kurang lebih 5 tahun," lanjutnya.
Tak sampai di situ, mahasiswa PPDS Anestesi Undip juga bisa mendapatkan giliran jaga minimal 24 jam. Sehingga mereka bisa tidak pulang dan berada di rumah sakit selama 6 hari.
"Jika dapat giliran jaga, maka jaga minimal 24 jam dan dapat prolonged hingga 5-6 hari tidak bisa pulang dari rumah sakit," tandas dokter PPDS Anestesi Undip ini.
Catatan Redaksi:
Bunuh diri bukanlah solusi untuk menyelesaikan permasalahan kehidupan. Jika Anda atau orang di sekitar Anda mengalami tekanan dan muncul pikiran untuk bunuh diri, segeralah hubungi hotline bunuh diri Indonesia melalui nomor 1119 (ekstensi 8) atau hotline kesehatan jiwa Kemenkes di nomor 021-500-454.
Berita Terkait
-
Kronologi Dokter Muda Undip Bunuh Diri: Diduga Korban Bully, Tak Bisa Bayar Rp500 Juta Buat Mundur dari PPDS Anestesi?
-
Tewas di Indekos, Mahasiswi Undip Diduga Bunuh Diri karena Bullying
-
Profesi Sebenarnya Ayah Danang Giri Sadewa yang Disebut Anak dari Rektor UNDIP, Ternyata Bukan Sembarangan
-
Danang Giri Sadewa Anak Siapa? Biodata 'Anak Rektor UNDIP' yang Viral di TikTok
-
Biaya Kuliah Jalur Mandiri di UGM, UNDIP dan UNPAD
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Sering Impulsif Saat Ramadan? Psikolog Sarankan Jeda Sebelum Bereaksi
-
Tren Beauty TikTok 2026: Dari Produk Viral ke Brand yang Bertahan
-
Dari Kajian Sampai Bazaar UMKM, Hijrahfest Ramadan 2026 "Comeback Stronger" Hadir di Jakarta
-
7 Hal yang Membatalkan Puasa, Bukan Hanya Makan dan Minum
-
Sampai Kapan Batas Penukaran Uang Baru 2026? Ini Cara dan Aturannya
-
10 Menu Buka Puasa Ibu Hamil, Baik untuk Kesehatan dan Perkembangan Janin
-
Anti-Mainstream! Fuji dan Erika Carlina Bocorkan Tempat Ngabuburit Kece di Tepi Laut Jakarta
-
Doa Apa yang Perlu Dibaca saat Zakat Fitrah?
-
4 Niat Zakat Fitrah, untuk Diri Sendiri hingga untuk Keluarga
-
Apa Hukum Meminta THR dalam Islam? Jangan Memaksa, juga Jangan Menolak