Kain itu menjadi janji Perdana Menteri Jepang sebagai isyarat untuk memberi kemerdekaan kepada Indonesia di kemudian hari. Dua buah blok kain berwarna merah dan putih berbahan katun asal Jepang dijahit sendiri oleh Fatmawati untuk dijadikan ssbagai Bendera Sang Saka Merah Putih, usai kembali ke Jakarta dari pengasingan di Bengkulu.
Kala itu Fatmawati menjahit sendiri kain itu menggunakan mesin jahit tangan, sebab dokter melarangnya memakai mesin kaki. Hal tersebut terjadu karena Fatmawati dua minggu lagi melahirkan putra sulungnya, Guntur Soekarno Putra.
Karena rasa bahagia dan semangatnya yang menggebu, Fatmawati seakan mengabaikan kondisi fisiknya yang sedang hamil besar dan cepat lelah. Baginya mempersembahkan Bendera Merah Putih adalah sesuatu yang sangat penting dan berharga bagi kemerdekaan Indonesia.
Setahun berlalu, bendera Pusaka Merah Putih hasil jahitan tangan Fatmawati akhirnya berkibar dan digunakan dalam upacara Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945. Atas jasanya, sejak dulu hingga kini Fatmawati dikenal dengan kisahnya kala menjahit Sang Saka Merah Putih.
Tak hanya menjahit Bendera Merah Putih, Fatmawati juga berperan besar dalam mengantarkan kemerdekaan Indonesia. Fatmawati menjadi penyokong utama bagi semangat Soekarno dan kawan-kawan dalam meraih kemerdekaan.
Bahkan, ibu dari Megawati itu rela bertaruh nyawa bersama anak-anaknya dengan berpindah-pindah tempat selama terjadinya Revolusi Fisik di Yogyakarta. Selain itu, saat Soekarno dan Hatta diasingkan ke Pulau Bangka, Fatmawati terpaksa hidup sebagai tawanan Belanda.
Fatmawati Meninggal dan Anugerah Gelar Pahlawan Nasional
Fatmawati akhirnya meninggal dunia pada 14 Mei 1980 di General Hospital Kuala Lumpur, karena serangan jantung. Jasatnya dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta. Beberapa tahun berselang, tepatnya pada tahun 2000, Pemerintah Indonesia menganugerahi gelar Pahlawan Nasional kepada Fatmawati, lewat SK Presiden Republik Indonesia No 118/TK/2000, 4 November 2000.
Demikian profil Fatmawati, istri Presiden Soekarno yang jahit Bendera Pusaka. Jasanya yang begitu besar bagi bangsa Indonesia akan selalu dikenang.
Baca Juga: Tak Cuma IKN! Sejarah Berkata Ada 4 Tempat Istimewa Upacara 17 Agustus Pengibaran Bendera Pusaka
Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Contoh Ikrar Syawalan Bahasa Jawa Singkat dan Artinya, Bikin Momen Halalbihalal Makin Khidmat
-
Waspada! 5 Ciri Kolesterol Tinggi pada Wanita yang Sering Diabaikan Usai Lebaran
-
Jadwal Lengkap Ganjil Genap, One Way, dan Contra Flow Tol Arus Balik Lebaran 2026
-
Konsumen Korea Selatan Mulai Tinggalkan Plastik, Kemasan Aluminium Jadi Pilihan Baru?
-
8 Tips Kembali Produktif dan Semangat Kerja Usai Libur Panjang Lebaran
-
7 Tinted Sunscreen Terbaik untuk Hilangkan Flek Hitam Membandel
-
7 Penyakit yang Sering Muncul Pasca Lebaran dan Cara Sederhana Mengatasinya
-
5 Rekomendasi Sunscreen untuk Anak Usia 12 Tahun yang Aman
-
10 Sepatu Adidas Diskon di Sneakers Dept, Seri Samba Jadi Ratusan Ribu Rupiah
-
Tak Banyak yang Tahu! Diam-diam Spons Cuci Piring Melepaskan Mikroplastik: Adakah Solusinya?