Suara.com - Dadan Hidayana resmi dilantik menjadi Kepala Badan Gizi Nasional oleh Presiden Jokowi pada hari Senin (19/8/2024) di Istana Kepresidenan. Bagi yang ingin mengenal sosoknya, berikut ini profil dan riwayat pendidikan Dadan Hindayana.
Diketahui bahwa Badan Gizi Nasional ini merupakan lembaga pemerintah yang resmi dibentuk oleh Presiden guna menjalankan tugas untuk pemenuhan gizi nasional. Adapun salah satu program Badan Gizi Nasional yaitu Makan Siang Gratis.
Badan Gizi Nasioanl ini dipimpin Kepala Badan Gizi Nasional yakni Dadan Hidayana. Nah bagi yang ingin tahu dan penasaran dengan sosoknya, simak selengkapnya berikut ini profil dan riwayat pendidikan Dadan Hindayana yang dirangkum dari berbagai sumber.
Profil dan Riwayat Pendidikan Dadan Hindayana
Dadan Hindayana merupakan seorang akademisi. Sebelum masuk kabinet dan menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan merupakan seorang Dosen di IPB (Institut Pertanian Bogor). Dadan dikenal juga sebagai seorang Ahli Proteksi Tanaman.
Untuk pendidikannya, Dadan tercatat sebagai lulusan program Proteksi Tanaman IPB tahun 1990. Kemudian Ia melanjutkan pendidikan S2 di University of Bonn di Jerman dan lulus tahun 1997. Ia juga mengambil S3 di Universitas Gottfried Wilhelm Leibniz Hannoverm Jerman.
Untuk perjalanan kariernya, Dadan tercatat sebagai Ketua Sekolah Tinggi Pertanian Kewirausahaan (STPK) Banau. Perguruan Tinggi ini digagas oleh Pemerintah Kab. Banau bersama IPB. Ini tercantum dalam Perjanjian Kerjasama nomor 520/084/2008 dan 03/I3/KsP/2008.
Dadan juga dikenal aktif mengabdi kepada masyarakat. Pada tahun 2022, Dadan pernah mengikuti Jambore Perlindungan Tanaman Indonesia. Selain itu, di tahun yang sama juga Ia terlibat dalam Transformasi Politeknik Pembangunan Pertanian.
Masih di tahun 2022, Dadan bergabung dengan Tim Transformasi Tindak Lanjut Rancangan Peraturan Pemerintah Perguruan Tinggi Kementerian Lain (RPP PTKL), Kementan (Kementerian Pertanian) bersama Prof Dr Ir Rachmat Pambudy, Ir Sidi Asmono, dan Dr Ir Burhanuddin MM.
Dadan juga diketahui sudah melahirkan banyak karya ilmiah, beberapa di antaranya yaitu Preferensi serangan tikus sawah (Rattus argentiventer) terhadap tanaman padi (2020), Effects of intraguild predation on aphid parasitoid survival (2000), dan lainnya.
Baca Juga: Mengenal Badan Gizi Nasional: Instansi Baru Urusi Program Makan Gratis
Demikian ulasan mengenai profil dan riwayat pendidikan Dadan Hindayana lengkap juga dengan perjalanan kariernya yang menarik untuk diketahui. Semoga informasi ini bermanfaat!
Kontributor : Ulil Azmi
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Bedak Wardah High Coverage untuk Flek Hitam Membandel Usia 55 Tahun
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- 10 Lipstik Paling Laris di Shopee Indonesia, Brand Lokal Mendominasi
- 3 Pilihan HP Infinix 5G dengan Performa Tinggi dan Layar AMOLED
Pilihan
-
Siapkan Uang Rp100 Miliar! Orang Terkaya RI Ini Serok 84 Juta Lembar Saham saat IHSG Anjlok
-
5 HP Memori 512 GB Paling Murah, Terbaik untuk Gamer dan Kreator Konten Budget Terbatas
-
7 HP RAM 8 GB Rp2 Jutaan Terbaik dengan Baterai Jumbo, Cocok buat Multitasking dan Gaming Harian
-
IHSG Anjlok, Purbaya: Jangan Takut, Saya Menteri Keuangan
-
10 Sneakers Putih Ikonik untuk Gaya Kasual yang Tak Pernah Ketinggalan Zaman, Wajib Punya
Terkini
-
Apa Warna Lipstik untuk Bibir Tipis? Ini 5 Rekomendasi Produknya
-
5 Sunscreen Wardah untuk Cegah Kerutan dan Flek Hitam di Usia 55 Tahun ke Atas
-
7 Rekomendasi Lipstik untuk Bibir Gelap agar Terlihat Muda dan Fresh
-
5 Rekomendasi Sunscreen yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam
-
5 Serum Wardah Paling Laris untuk Hempas Flek Hitam dan Kerutan di Usia 50-an
-
KUIS: Tes Keterampilan Berpolitik ala Tokoh Sejarah, Kamu Titisan Genghis Khan atau Figur Lain?
-
Tak Sekadar Juara, Ini Cerita Inspiratif di Balik Kompetisi Robotik Siswa Indonesia
-
3 Cushion Pixy untuk Tutupi Garis Halus pada Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
-
Review dan Harga Sunscreen KOMAR MAX, Apa Saja Varian Terbaiknya?
-
Cara Bikin CV 'Sat-set' Dilirik HRD: Gak Perlu Bayar Jasa Rp600 Ribu!