-
- Pendidikan STEM memberi ruang bagi siswa untuk belajar menghadapi masalah nyata.
- Proses kolaborasi, kegagalan, dan ketekunan menjadi inti pembelajaran.
- Prestasi global lahir dari pembinaan jangka panjang dan konsistensi.
Suara.com - Di tengah percepatan teknologi dan persaingan global, pendidikan dihadapkan pada tantangan besar: bagaimana menyiapkan generasi muda agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tangguh menghadapi persoalan nyata.
Keterampilan seperti berpikir kritis, kolaborasi, dan keberanian menghadapi kegagalan semakin dibutuhkan, namun tidak selalu mendapat ruang yang cukup dalam proses belajar sehari-hari.
Upaya menjawab tantangan tersebut tercermin dari perjalanan tim robotik Sinarmas World Academy (SWA), SWA RoboKnights. Dalam ajang VEX Robotics Indonesia National Championship 2025/2026, para siswa dari jenjang Elementary, Middle, hingga High School berhasil meraih enam penghargaan nasional dan mengamankan tiket untuk mewakili Indonesia di VEX Robotics World Championship di Amerika Serikat.
Kompetisi ini juga mencatatkan tonggak penting bagi ekosistem STEM di Indonesia, karena untuk pertama kalinya kejuaraan VEX Robotics tingkat nasional digelar di dalam negeri. Lebih dari sekadar arena lomba, ajang ini menjadi ruang bertemunya talenta muda dari berbagai sekolah internasional untuk menguji kemampuan, ketahanan mental, dan kerja tim.
“Sebagai tuan rumah pertama VEX Robotics tingkat nasional di Indonesia, SWA memperkuat posisinya sebagai pelopor dalam menghadirkan pendidikan STEM berstandar global. SWA tetap berkomitmen membekali siswa dengan keterampilan masa depan melalui inovasi, kolaborasi, dan tantangan dunia nyata,” ujar General Manager Sinarmas World Academy, Deddy Djaja Ria, dalam keterangannya baru-baru ini.
Dalam persaingan tersebut, SWA RoboKnights tampil konsisten di berbagai kategori dan meraih sejumlah penghargaan, mulai dari Excellence Award hingga Skills, Design, dan Judges Award. Capaian ini terasa istimewa karena seluruh tim dari tiga jenjang pendidikan berhasil lolos ke tingkat dunia secara bersamaan—sebuah indikator dari proses pembinaan yang berkesinambungan.
“Kami sangat bangga melihat sejauh mana para siswa berkembang. Fakta bahwa seluruh tim—Elementary, Middle, dan High School—berhasil lolos ke kejuaraan dunia secara bersamaan menunjukkan kekuatan program robotik SWA serta komitmen sekolah dalam membangun pembelajaran yang relevan dengan tantangan masa depan,” ujar IBDP Coordinator Sinarmas World Academy, Dr. Haoken,
Bagi para siswa, proses yang dilalui sering kali jauh lebih bermakna dibanding hasil akhir. Isabel, salah satu anggota tim 50251A SWA RoboKnights (High School), menceritakan bagaimana perjalanan tersebut membentuk cara berpikir dan bekerja dalam tim.
“Saya mempelajari banyak keterampilan baru yang cukup kompleks dan sangat membantu untuk masa depan. Saya belajar bahwa melalui kolaborasi, diskusi ide, dan pemecahan masalah, kami mampu menyelesaikan tugas-tugas yang sulit. Saat membangun robot, kami sempat merasa frustrasi ketika menghadapi kendala teknis, namun kami berhasil melewatinya,” ujarnya.
Baca Juga: Jarang Diajarkan di Sekolah, Inilah 7 Soft Skill yang Bikin Kamu Cepat Dapat Kerja
“Bagian paling menegangkan adalah saat kompetisi, karena saya harus sepenuhnya percaya pada tim saya. Dari situ saya belajar bahwa dibutuhkan tim yang kuat dan saling mendukung untuk meraih kesuksesan.”
Dalam dua tahun terakhir, perjalanan SWA RoboKnights di berbagai kompetisi internasional menunjukkan bagaimana pembelajaran berbasis proyek mampu melatih siswa berpikir sistemik, menghadapi kegagalan, dan membangun kepemimpinan sejak dini.
Prestasi demi prestasi menjadi bagian dari proses panjang, bukan tujuan akhir, dalam menyiapkan generasi muda Indonesia agar siap bersaing di panggung global.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Bedak Wardah High Coverage untuk Flek Hitam Membandel Usia 55 Tahun
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- 10 Lipstik Paling Laris di Shopee Indonesia, Brand Lokal Mendominasi
- 3 Pilihan HP Infinix 5G dengan Performa Tinggi dan Layar AMOLED
Pilihan
-
Siapkan Uang Rp100 Miliar! Orang Terkaya RI Ini Serok 84 Juta Lembar Saham saat IHSG Anjlok
-
5 HP Memori 512 GB Paling Murah, Terbaik untuk Gamer dan Kreator Konten Budget Terbatas
-
7 HP RAM 8 GB Rp2 Jutaan Terbaik dengan Baterai Jumbo, Cocok buat Multitasking dan Gaming Harian
-
IHSG Anjlok, Purbaya: Jangan Takut, Saya Menteri Keuangan
-
10 Sneakers Putih Ikonik untuk Gaya Kasual yang Tak Pernah Ketinggalan Zaman, Wajib Punya
Terkini
-
3 Cushion Pixy untuk Tutupi Garis Halus pada Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
-
Review dan Harga Sunscreen KOMAR MAX, Apa Saja Varian Terbaiknya?
-
Cara Bikin CV 'Sat-set' Dilirik HRD: Gak Perlu Bayar Jasa Rp600 Ribu!
-
Kapan Sidang Isbat Awal Ramadan 2026? Ini Jadwal Resminya
-
Asics Gel Kayano 32 untuk Apa? Cocok bagi Pemilik Kaki Rata
-
Tahapan Seleksi Petugas Haji 2026 Apa Saja? Heboh Chiki Fawzi Mendadak Dicopot
-
5 Produk Viva Cosmetics yang Ampuh Atasi Flek Hitam, Harga di Bawah Rp50 Ribu
-
5 Rekomendasi Sepatu New Balance untuk Running, Bikin Lari Nyaman dan Ngebut
-
Berapa Harga Lipstik YSL? 5 Produk Lokal Ini Bisa Jadi Alternatifnya
-
7 Rekomendasi Skincare Lidah Buaya Untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun