Suara.com - Sebentar lagi umat Muslim akan merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW. Lantas bagaimana hukum merayayakan Maulid Nabi menurut 4 Mahzab? Nah untuk selengkapnya, berikut ini penjelasannya.
Diketahui bahwa Maulid Nabi SAW merupakan peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yang diperingati setiap tanggal 12 Rabbiul Awal. Tahun ini peringatan Maulid Nabi 12 Rabiul Awal 1446 H bertepatan dengan 16 September 2024.
Bedasarkan SKB 3 Menteri No 855 Tahun 2023, No 3 Tahun 2023, dan No 4 Tahun 2023, Pemerintah telah menetapkan peringatan Maulid Nabi SAW 12 Rabbiul Awal sebagai tanggal merah Hari Libur Nasional.
Saat tiba hari Maulid Nabi SAW, biasanya umat Muslim akan merayakannya dengan menggelar berbagai acara bertema islami. Namun yang menjadi pertanyaan, bagaimana hukum merayakan Maulid Nabi menurut 4 mahzab? Berikut ini penjelasannya.
Melansir dari NU Online, hukum merayakan hari Maulid Nabi SAW menurut 4 mahzab yaitu boleh, bahkan sunnah. Namun menurut sebagian ulama penganut mazhab Maliki hukumnya tidak boleh, karena termasuk bid’ah. Nah berikut ini pendapat 4 Mahzab tentang peringatan Maulid Nabi SAW:
1. Mazhab Maliki
Syekh Ibnul Haj dari mazhab Maliki juga menyampaikan bahwa saat peringatan Maulid Nabi SAW disunahkan untuk memperbanyak melakukan amalan baik.
"Maka wajib bagi kita pada hari Senin tanggal dua belas Rabiul Awwal menambah ibadah dan kebaikan, sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah atas apa yang dianugerahkan kepada kita berupa nikmat-nikmat besar ini, terutama nikmat kelahiran Nabi Muhammad shallallahu a’laihi wa’alihi wasahbihi wasallam". (Ibnul Haj Al-Maliki, Al-Madkhal, juz 1, h. 361).
2. Mazhab Syafi’i
Imam Jalaluddin Assuyuthi dari mazhab Syafi’I menyampaikan bahwa memperingati Maulid Nabi SAW itu bid’ad hasanah yakni yang memperingatinya akan dapat pahala karena itu memuliakan Nabi Muhammad SAW.
“Ia (peringatan maulid Nabi) merupakan bid’ah hasanah yang pelakunya memperoleh pahala, sebab hal itu sebagai bentuk mengagungkan kemulian Nabi Muhammad shallallahu a’laihi wa’alihi wasahbihi wasallam, dan mengungkapkan rasa bahagia akan kelahiran Nabi mulia”. (Jalaluddin Assuyuthi, Al-Hawi Lilfatawa, juz 1, h. 292).
Baca Juga: Apakah Merayakan Maulid Nabi Itu Bid'ah?
3. Mazhab Hambali
Syekh Ibnul Jauzi Al-Hanbali dari Mazhab Hambali bahwa hari Maulid Nabi merupakan hari yang yang penuh keistimewaan dan diharapkan dapat memberikan kedamaian dan rasa aman serta tercapainya tujuan.
“Di antara keistimewaan peringatan maulid adalah bahwa hal itu (diharapkan) memberikan rasa aman pada tahun itu, dan kabar bahagia akan tercapainya harapan dan tujuan” (Muhammad bin Abdul Baqi Al-Zarqani, Syarhul Allamah Azzarqani Bisyarhil Mawahib Al-Laduniyyah, 262; Usman bin Syatha Al-Bakri, I’anatut Thalibin, juz 3, h. 414).
4. Mazhab Hanafi
Syaikh Ibnu ‘Abidin dari mazhab Hanafi juga menyebutkan bahwa hukum memperingati Maulid Nabi SAW adalah bid'ah terpuji.
"Ketahuilah bahwa salah satu bid’ah yang terpuji adalah perayaan maulid Nabi pada bulan dilahirkan Rasulullah Muhammad Saw”.
Demikian ulasan mengenai hukum merayakan Maulid Nabi menurut 4 mahzab yang perlu diketahui. Semoga informasi ini bermanfaat!
Kontributor : Ulil Azmi
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian