Suara.com - Juragan skincare Jelita Jeje tak sengaja membuat karier sang mertua berada di ujung tanduk ketika ia membela Erina Gudono soal jet pribadi.
Jelita Jeje menegaskan bahwa tak salah jika seorang kerabat pejabat negara seperti Erina Gudono naik jet pribadi.
Melalui akun media sosial pribadinya, Jelita Jeje mengungkap dirinya dan sang mertua kerap diberikan fasilitas mewah dari berbagai pihak.
Publik sontak "mengendus" sesuatu yang janggal dari pernyataan Jelita. Sebab, mertua Jelita Jeje diketahui berprofesi sebagai seorang penegak hukum yang berpengaruh besar.
Adapun apa yang diungkap Jelita Jeje justru menjadi bumerang lantaran ia bisa berpotensi mengekspos sang mertua terhadap dugaan gratifikasi.
"Gue jadi banyak tahu dari mertua gue. Kita kalau ke luar negeri itu di-cover sama pengusaha-pengusaha," bunyi salah satu bagian dari unggahan Jelita Jeje.
Lantas, siapakah mertua Jelita Jeje sebenarnya?
Profil Asri Agung Putra, Mertua Jelita Jeje
Setelah ditelusuri, mertua Jelita Jeje ternyata adalah sosok Asri Agung Putra yang punya jabatan mentereng di Kejaksaan. Asri Agung Putra kekinian menjabat sebagai Staf Ahli Jaksa.
Adapun dari awal bergabung dengan kejaksaan, Asri Agung Putra sudah mendapatkan posisi strategis. Ia didapuk sebagai Kepala Kejati Kepulauan Riau pada tahun 2018 lalu.
Baca Juga: Siapa Gu Jun Pyo? Tokoh Drakor yang Dikaitkan Kontroversi Erina Gudono
Setahun setelahnya, Asri Agung dipanggil ke Ibu Kota dan diangkat sebagai Kepala Kejaksaaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta menggantikan Warih Sadono.
Kala mengemban jabatan tersebut, Asri Agung Putra berkesempatan mengusut tindak pidana korupsi pembobolan Bank BTN sekitar Rp300 miliar.
Asri Agung Putra juga merupakan sosok yang mengusut beberapa oknum jaksa bermasalah yang bertugas di lini Kejati DKI Jakarta dan Kejati Jawa Tengah.
Kendati kariernya berada di ujung tanduk berkat menantunya, Asri Agung Putra punya prestasi sebagai Asisten Tidak Pidana Umum (Aspidum) tebraik 1 se-Indonesia.
Lalu di luar kejaksaan, Asri Agung Putra juga diberi amanat sebagai Ketua Umum IKA FH Unila Periode 2023-2028. Kekinian, Asri Agung Putra masuk ke radar pengawasan KPK.
Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika Sugiarto kepada awak media Senin (26/8/2024) turut merespon publik yang menuntut Asri Agung Putra untuk diusut.
Tessa memaparkan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti setiap informasi dan masukan dari masyarakat.
Kontributor : Armand Ilham
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Krisis Pakan Ternak Tiap Kemarau, Negara Diminta Tak Lepas Tangan Soal Infrastruktur Air
-
Timah Rakyat Kembali Diserap PT Timah, Apa Dampaknya bagi Ekonomi Bangka Belitung?
-
Rayakan 30 Tahun Romanza, Maestro Tenor Andrea Bocelli Siap Guncang Jakarta dan Borobudur
-
5 Contoh Susunan Acara Maulid Nabi di Sekolah, Cocok untuk SD hingga SMA
-
Jika Aku Mereka: Melihat Dunia dari Sudut Pandang Penyandang Disabilitas
-
Menuju Piala Asia U-20 2027: Timnas Indonesia Ladeni Musuh Bebuyutan Malaysia
-
Di Balik El Nino 2026: Mengapa Indonesia Terancam Krisis Air dan Pangan?
-
Gempa Susulan di Flores Masih Akan Berlangsung 30 Hari ke Depan, Frekuensi Menurun
-
Terima Gratifikasi Rp20,7 Miliar, Eks Kakanwil DJP Mohamad Haniv Ditahan KPK
-
Kemarahan Publik Tak Hanya Soal Prabowo, tapi Akumulasi Masalah 10 Tahun Era Jokowi