Suara.com - Rimini Street, sebuah perusahaan teknologi berbasis di Amerika Serikat berkomitmen untuk terus memberikan bakti amal di negara tempat mereka beroperasi.
Di Indonesia sendiri, Rimini Street telah melayani sederet perusahaan selama beberapa tahun terakhir dengan solusi teknologinya.
Kegiatan-kegiatan yang pernah dilakukan Rimini Street Foundation antara lain seperti membangun rumah, membantu siswa, membersihkan taman, hingga pendidikan.
“Kami ada program after school. Di mana kami membuat area untuk mereka melakukan pendidikan. Banyak anak yang tinggal di daerah kumuh, lalu kami bawa mereka ke kantor kami sehingga membuat mereka kagum. Jadi bagi mereka, ini adalah tentang melihat dunia yang berbeda. Dan kami ingin memberikan kesempatan itu. Kami ingin mengundang mereka ke dunia kami dan memberi mereka kesempatan itu,” papar Committee Chair dari Rimini Street Foundation, Janet Ravin.
Kegiatan CSR dari Rimini Street Foundation di Jakarta ini lebih memfokuskan pada anak-anak penderita cerebral palsy. Ini adalah masalah kesehatan yang terjadi pada anak dan menyebabkan gangguan motorik.
Anak yang mengidap penyakit cerebral palsy akan mengalami beberapa gejala, seperti gerak refleks yang berlebihan, postur tubuh tidak normal, tidak mampu berjalan dengan baik. Penyebab cerebral palsy adalah gangguan perkembangan otak yang sering kali terjadi saat anak masih dalam kandungan.
Namun, gangguan perkembangan otak ini juga bisa terjadi ketika proses persalinan atau bahkan hingga satu tahun sejak kelahiran. Pada kegiatan tersebut, anak-anak diperkenalkan tentang teknologi dan istilah-istilahnya oleh para relawan.
“Saya pikir apa yang mereka lakukan sungguh menakjubkan, tidak peduli apakah mereka berbeda secara fisik atau berkebutuhan khusus, mereka tetap mampu melakukan sesuatu dengan benar. Siapa tahu ada anak yang memiliki kemampuan yang cemerlang di ruangan itu, Anda tidak akan pernah tahu sampai Anda memberi mereka kesempatan. Jadi bagi saya ini seperti benar-benar sesuai dengan filosofi kami tentang kesempatan yang sama, tentang hal yang luar biasa tentang membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik,” jelasnya.
Menurut Janet, sejak 2015 pihaknya terus berkomitmen untuk melakukan beragam program CSR di seluruh dunia. Para karyawan dapat menominasikan atau merekomendasikan lembaga atau badan amal untuk menjadi mitra penyaluran bantuan.
Baca Juga: Monash University Jadi Tuan Rumah EduVate 2024, Bahas AI di Pendidikan Tinggi
“Kami memilik komite yang terdiri dari para relawan, di mana relawan kami adalah karyawan kami juga. Nilai-nilai yang mereka anut tercermin dalam yayasan ini. Hingga saat ini kami telah memiliki lebih dari 525 badan amal yang telah menjadi mitra, dan kami banyak melakukan kegiatan sukarela di seluruh dunia. Setiap badan amal tersebut sangat unik bagi kami. Selain berbagi dalam bentuk barang seperti laptop atau kebutuhan perlengkapan sekolah, kami juga melakukan pekerjaan amal seperti yang dilakukan di sini (Jakarta),” tuturnya saat ditemui dalam kegiatan CSR bertema Empower Tech: Unplugged Coding Lesson for Special Need yang diselenggarakan oleh Prestasi Junior Indonesia dan didukung penuh oleh Rimini Street di Jakarta baru-baru ini.
Janet mengatakan, hidup dengan mencintai dan memberi merupakan sumber dari kegembiraan seseorang. Ada lebih banyak hal yang harus dipikirkan selain sekedar menghasilkan uang.
“Nilai-nilai kami adalah tentang menjadikan dunia sebagai tempat yang lebih baik daripada yang kami temukan. Setiap hari, kami harus menjadikan dunia yang lebih baik. Dalam memilih mitra organisasi, kami tidak memiliki batasan. Satu-satunya yang tidak kami lakukan adalah politik atau agama. Jadi bagi kami, ini adalah manusia yang membantu manusia,” ungkap VP, Marketing Brand, Content, and Communications Rimini Street tersebut.
Tag
Berita Terkait
-
Teknologi di Tangan Guru Menjadi Lompatan Pendidikan di Era Digital
-
Wow! Teknologi AI Bisa Bantu Wanita yang Lumpuh Karena Stroke, Mendadak Bisa Berbicara
-
Apple Buka Peluang Kerjasama dengan OpenAI, ChatGPT Hadir di iOS 18?
-
Bocoran Produk Baru dari Apple, Bakal Dirilis pada 9 September 2024 Mendatang
-
Banjir Buat Ekonomi Merugi, Kini Sudah Ada Teknologi Untuk Mengatasinya
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Cukup Ganti Lantai, Rumah Langsung Terlihat Baru Jelang Ramadan dan Idulfitri
-
Makna Imlek bagi Detektif Jubun: Menata Hati, Menjaga Integritas
-
Dari 2.000 Meter ke 30 Hektare: Kisah Rosita dan Hutan Organik yang Tumbuh dari Keteguhan
-
5 Rekomendasi Air Fryer Low Watt Terbaik, Harga Mulai Rp200 Ribuan
-
Dari Hangout ke Syuting, Begini Cara Cassandra Lee Pilih Parfum Sesuai Mood
-
Doa Bangun Tidur Arab, Latin, dan Artinya
-
5 Rekomendasi Mesin Cuci Front Loading Low Watt untuk Keluarga Baru
-
Mumpung Belum Terlambat: Bacaan Niat, Syarat, dan Batas Melakukan Qadha Ganti Hutang Puasa Ramadhan
-
Jadwal Libur Sekolah Awal Puasa 2026, Sambung Imlek Sampai Satu Minggu
-
Cheongsam untuk Cowok Namanya Apa? Ini Ciri-ciri Desain dan Warnanya