Suara.com - Kanker payudara adalah kondisi di mana sel-sel ganas berkembang di dalam jaringan payudara. Biasanya, sel kanker dimulai di saluran susu atau lobulus (kelenjar penghasil air susu) dan dapat menyebar ke jaringan lainnya.
Kanker payudara dapat menunjukkan gejala seperti benjolan di payudara, perubahan ukuran payudara, perubahan bentuk payudara, dan perubahan kulit di sekitar payudara.
Penyebab kanker payudara tidak sepenuhnya dipahami, tetapi beberapa faktor risiko yang dikenal termasuk usia, riwayat keluarga, kelebihan berat badan, dan gaya hidup, termasuk konsumsi makanan yang kurang sehat.
Berikut adalah daftar makanan yang diduga dapat memicu kanker payudara berdasarkan sumber-sumber yang ada:
1. Daging Merah
Daging merah, termasuk ham, sosis, bacon, dan daging asap, dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara. Hal ini karena kandungan lemak, garam, dan pengawet dalam daging olahan yang dapat memicu pertumbuhan kanker.
2. Makanan Tinggi Lemak
Makanan yang mengandung banyak lemak jenuh, seperti makanan ringan yang diproses minyak nabati, daging berlemak, keju olahan, susu murni tinggi lemak, mentega, dan krim, dapat meningkatkan risiko kanker payudara.
Lemak jenuh juga diketahui dapat meningkatkan peradangan dan memicu obesitas, yang kemudian meningkatkan produksi hormon estrogen.
3. Makanan Kalengan
Makanan kaleng dikaitkan dengan kanker payudara karena sisi bagian dalam kaleng sering dilapisi oleh bisphenol-A (BPA), yang bersifat estrogen sintetis dan dapat mengganggu sistem hormon dalam tubuh.
4. Makanan Instan
Makanan instan cenderung rendah serat dan protein, serta mengandung garam dan MSG yang tinggi. Konsumsi makanan instan terlalu sering dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, dan stroke, serta potensial memicu sindrom metabolik.
Meskipun belum ada penelitian yang secara langsung mengaitkan makanan instan dengan tumor payudara, pola makan yang tidak sehat secara umum meningkatkan risiko kanker.
5. Makanan yang Dibakar
Cara memasak daging pada suhu tinggi dalam waktu yang lama atau dibakar dapat mengubah protein makanan menjadi senyawa karsinogenik seperti Heterocyclic amine (HCA), yang dapat memicu pertumbuhan kanker.
6. Makanan yang Mengandung Lemak Trans dan Jenuh
Makanan yang mengandung lemak trans dan jenuh, seperti makanan olahan, dapat meningkatkan risiko kanker payudara karena memicu peradangan dan obesitas, yang kemudian meningkatkan produksi hormon estrogen.
7. Minuman Beralkohol
Minuman beralkohol, seperti bir, anggur, dan minuman keras lainnya, dapat meningkatkan kadar hormon estrogen dan hormon lain yang terkait dengan kanker payudara hormon reseptor positif. Konsumsi alkohol juga dapat menyebabkan dehidrasi dan menurunkan kemampuan sistem kekebalan tubuh.
8. Gula Tambahan
Pola makan yang kaya akan gula tambahan dapat secara signifikan meningkatkan risiko kanker payudara dengan cara meningkatkan peradangan dan produksi enzim tertentu yang terkait dengan pertumbuhan dan penyebaran kanker.
9. Makanan Cepat Saji (Fast Food)
Makanan dari restoran cepat saji, yang biasanya digoreng dan kaya akan garam, gula, tinggi kalori, dapat membahayakan kesehatan jika dikonsumsi secara teratur, di antaranya meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, obesitas, dan kanker payudara.
10. Gorengan
Rutin makan makanan yang digoreng dapat meningkatkan risiko kanker payudara secara signifikan. Gorengan yang biasa dikonsumsi oleh orang Indonesia juga menjadi menu makanan harian yang perlu dihindari.
Dengan memahami daftar makanan di atas, Anda dapat mengambil langkah-langkah untuk mengurangi risiko kanker payudara dengan memilih pola makan yang lebih sehat dan menghindari makanan yang dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker.
Berita Terkait
-
Siti Badriah Ngaku Spontan Jalani Mommy Surgery di Korea Karena Hal Ini!
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Jangan Tunggu Negara! Lindungi Dirimu Sendiri dari Serangan Kanker
-
Minder usai Melahirkan, Siti Badriah Operasi Payudara di Korea
-
Beda Sariawan Biasa dan Gejala Kanker Mulut, Begini Penjelasannya
Terpopuler
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
Pilihan
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
Terkini
-
Bukan Sekadar Main Game, Esports Bisa Jadi Sarana Belajar Skill dan Sportivitas
-
Apakah Smart TV Perlu STB? Ini 5 Rekomendasi TV Digital yang Murah tapi Berkualitas
-
Bolehkah Bawa Kasur Lipat Ke Hotel? Cek 7 Rekomendasi Kasur Lipat Praktis Buat Traveling
-
Lebih Bagus Smart TV atau Android TV? Ini 6 Rekomendasi Terbaik Harga di Bawah Rp3 Juta
-
7 Pilihan Dry Bag Waterproof 40 Liter Terbaik untuk Tas Siaga Bencana, Harga Mulai Rp200 Ribuan
-
Apa Itu Sepeda Kalcer? Ini 5 Rekomendasi dengan Keranjang Kece Low Budget
-
35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
-
Lip Tint Bagus Merk Apa? Ini 7 Rekomendasinya untuk Bibir Cantik dan Sehat
-
Ramalan Shio Hari Kamis 12 Februari 2026, 6 Zodiak China Ini Paling Beruntung
-
Apa Itu Ziarah Kubro? Tradisi Sakral Warga Palembang Jelang Ramadan