- Kanker menyebabkan lebih dari 242 ribu kematian di Indonesia pada 2022, mendorong perlunya inovasi penanganan terintegrasi.
- Etana Biotechnologies berkomitmen menghadirkan terapi biologi onkologi strategis yang diproduksi lokal dan lebih terjangkau.
- Etana berkolaborasi dengan Perhimpunan Onkologi Indonesia dalam Sarasehan WCD 2026 untuk kesetaraan akses layanan kanker.
Suara.com - Penyakit kanker masih menjadi salah satu tantangan paling kompleks dalam sistem kesehatan nasional. Dengan lebih dari 408 ribu kasus baru dan 242 ribu angka kematian berdasarkan data Globocan 2022, kanker tidak hanya menjadi persoalan medis, tetapi juga isu sosial dan ekonomi yang berdampak luas.
Di balik angka tersebut, jutaan pasien dan keluarga berjuang menghadapi keterbatasan akses layanan, mahalnya terapi, hingga kesenjangan fasilitas antarwilayah. Di tengah tantangan tersebut, inovasi di bidang onkologi hadir sebagai harapan baru.
Momentum World Cancer Day (WCD) 2026 bertema “United By Unique” dimanfaatkan PT Etana Biotechnologies Indonesia (Etana) untuk menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem penanganan kanker yang lebih inklusif, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Etana meyakini bahwa keberhasilan penanganan kanker tidak dapat dicapai melalui pendekatan yang terfragmentasi. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari industri, komunitas medis, hingga pembuat kebijakan agar pasien memperoleh layanan yang optimal dari hulu ke hilir.
“Dibutuhkan inovasi berkelanjutan agar layanan kanker, mulai dari deteksi dini, terapi terbaik hingga perawatan paliatif, dapat diakses secara lebih merata dan berkualitas oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujar Randy Stevian, Direktur Strategic Partnership & Business Development Etana.
Sebagai langkah konkret, Etana menghadirkan portofolio terapi biologi onkologi strategis yang selama ini sulit diakses di Indonesia.
Mulai dari Bevagen (Bevacizumab) sebagai produk pertama yang diproduksi secara lokal, hingga terapi inovatif seperti Etapidi (Tislelizumab – Anti PD-1), Brukinsa (Zanubrutinib – Anti BTK), dan Hernera (Neratinib Maleate – TKI).
Kehadiran produk-produk ini membuka peluang bagi pasien untuk mendapatkan pengobatan mutakhir dengan harga yang lebih terjangkau.
“Inovasi kami di bidang onkologi bertujuan memastikan setiap pasien di Indonesia, terlepas dari keunikan kondisi klinis mereka, memiliki akses terhadap terapi bioteknologi berkualitas tinggi yang diproduksi secara lokal,” tegas Randy.
Baca Juga: Kemenkes Siapkan Strategi Swab Mandiri untuk Perluas Deteksi Dini Kanker Serviks
“Kami ingin memberikan harapan baru bagi pejuang kanker melalui solusi yang aman, efektif, dan terjangkau, demi meningkatkan kualitas hidup serta masa depan keluarga Indonesia,” lanjut dia.
Upaya ini juga sejalan dengan agenda nasional dalam memperkuat pencegahan, diagnosis, dan terapi kanker. Tantangan negara berkembang seperti keterbatasan fasilitas, distribusi layanan yang belum merata, serta rendahnya kesadaran deteksi dini masih menjadi pekerjaan rumah besar.
Untuk itu, Etana memperkuat kemitraan strategis dengan Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI) sebagai garda terdepan tata laksana kanker di tanah air. Ketua Umum POI, Dr. dr. Cosphiadi Irawan, SpPD-KHOM, menyambut baik kolaborasi ini.
“Penanganan kanker adalah upaya multidisiplin. Dukungan dari mitra industri seperti Etana sangat krusial, terutama dalam memfasilitasi forum diskusi strategis dan memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa sinergi lintas sektor merupakan kunci dalam membangun kebijakan pelayanan kanker yang benar-benar berorientasi pada keselamatan pasien.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Sarasehan World Cancer Day 2026 sekaligus Pelantikan Pengurus Pusat POI Periode 2026–2029 di Jakarta.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri