Lifestyle / Food & Travel
Selasa, 17 September 2024 | 12:39 WIB
Ilustrasi sajian tempe bacem dan tahu bacem (Envato Elements)

7. Mencegah Kanker

Kandungan isoflavon dalam tempe, seperti daidzein, glisitein, dan genistein, berperan sebagai antioksidan yang dapat mencegah pertumbuhan sel kanker, terutama kanker payudara dan prostat.

Ilustrasi tempe goreng. (Pixabay/dyahahsina)

8. Mencegah Anemia

Tempe kaya akan zat besi, vitamin B12, protein, asam folat, tembaga, dan seng, yang semuanya penting untuk pembentukan hemoglobin dalam darah. Asupan tempe secara teratur dapat membantu mencegah anemia, terutama bagi vegetarian yang rentan kekurangan vitamin B12.

9. Mencegah Diabetes Mellitus

Kandungan protein, serat pangan, dan isoflavon pada tempe membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil serta meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga dapat mencegah terjadinya diabetes tipe 2.

10. Mencegah Asma

Asam lemak tidak jenuh dan serat pada tempe membantu mengurangi peradangan yang berhubungan dengan respons pernapasan. Ini membuat tempe efektif dalam mencegah dan mengurangi gejala asma.

11. Mengurangi Risiko Parkinson

Baca Juga: Resep Tempe Goreng Gurih, Renyah, dan Enak

Niacin yang terdapat dalam tempe berperan penting dalam memperbaiki sel saraf yang rusak, sehingga dapat membantu mengurangi risiko terkena penyakit Parkinson, sebuah gangguan neurologis yang menyebabkan penurunan produksi dopamin.

12. Menghambat Proses Penuaan

Isoflavon dalam tempe berfungsi sebagai antioksidan yang membantu melawan radikal bebas, memperlambat proses penuaan, dan menjaga elastisitas kulit.

13. Menurunkan Kadar Kolesterol Jahat (LDL)

Isoflavon dan niacin pada tempe secara alami efektif menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah, sehingga dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke.

14. Menurunkan Berat Badan

Tempe adalah pilihan tepat bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan. Kandungan probiotik dalam tempe membantu melancarkan pencernaan, sementara kandungan nutrisinya memberikan rasa kenyang lebih lama.

Ilustrasi tempe (Pixabay/Bintang_Galaxy).

15. Meningkatkan Kinerja Otak

Mineral seperti mangan dan tembaga dalam tempe sangat baik untuk meningkatkan fungsi kognitif dan menjaga kesehatan otak. Mineral ini penting untuk mendukung jalannya sinapsis dan komunikasi antar-sel saraf.

16. Mengatasi Efek Perut Kembung

Kedelai dikenal dapat menyebabkan flatulensi atau perut kembung karena senyawa seperti raffinosa dan stakhiosa yang sulit dicerna. Namun, proses fermentasi pada tempe memecah senyawa-senyawa ini, sehingga tempe lebih mudah dicerna dan mengurangi efek kembung.

17. Memenuhi Kebutuhan Vitamin B12

Bagi para vegetarian dan vegan, tempe menjadi sumber vitamin B12 yang langka dalam makanan nabati. Vitamin B12 sangat penting untuk pembentukan sel darah merah dan fungsi otak yang sehat.

Tempe bukan hanya makanan sehari-hari yang enak dan terjangkau, tetapi juga superfood lokal dengan berbagai manfaat kesehatan. Mengonsumsinya secara teratur dapat meningkatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan, mulai dari pencernaan hingga kesehatan jantung. Tidak hanya cocok untuk orang dewasa, tempe juga bermanfaat bagi anak-anak hingga lansia.

Jadi, jangan ragu untuk menjadikan tempe sebagai bagian dari menu makanan harian Anda!

Load More