Suara.com - Duo konten kreator kakak beradik, Andovi da Lopez dan Jovial da Lopez bakal menggelar Live Teater Musikal yang berjudul Polarisasi Musikal pada 10-13 Oktober 2024 di Graha Bakti Budaya, Jakarta.
Dalam gelaran IdeaFest 2024, di JCC Jakarta, Jumat (27/9/2024), mereka membagikan kisah perjalanan, tantangan dan harapan akan industri musikal di Indonesia pada sesi “Behind the Curtain of Polarisasi Musical”.
Jovial menceritakan bahwa awal mula Polarisasi Musikal terinspirasi dari dari dokumenter seperti The Social Dilemma dan The Great Hack, yang membahas topik serupa.
“Teater Musikal ini bukan sekadar produk hiburan, tetapi juga upaya edukasi untuk membuat penonton, khususnya anak muda, lebih sadar akan dinamika politik di balik layar,” ucap Andovi.
Meskipun jika dilihat kembali bahwa musikal masih merupakan genre yang kurang banyak diminati oleh orang Indonesia, itu dijadikan tantangan besar bagi Andovi dan Jovial.
Jovial menyadari akan tantangan terbesar meraka ialah dari segi harga yang dimana harga tiket dianggap mahal jika dibandingkan dengan bentuk hiburan lain seperti konser musik atau festival.
Akan tetapi hal itu bisa di hindari jika penonton ingin mendapatkan experience yang berbeda.
“Banyak experience that you cannot take home it just happens in the moment in your life, this is the time, contohnya misal banyak orang bayar uang sangat tinggi hanya untuk bersalaman sama member nah its around the same experience,” tambah Jovial.
Meskipun banyak rintangan Andovi dan Jovial ingin terus memperkenalkan seni ini secara lebih luas.
Andovi juga sangat berharap bahwa jika bisa industri musikal di Indonesia ini semakin banyak dikenal masyarakat dan makin di minati.
“Khususnya Polarisasi Musikal ini tidak hanya berhenti di kota-kota besar tapi bawa keseluruh Indonesia, tapi balik lagi itu kan tergantung teaternya memumpuni atau tidak ya,” tutup Andovi.
Berita Terkait
-
Peduli Palestina, Dompet Dhuafa dan Titimangsa Gelar Teater dan Musikal Bertajuk Tanah yang Terpenjara
-
Andovi da Lopez Bilang Ingin Jadi Ketua KPK, Ahok: Nggak Takut Dimusuhin?
-
Pandji Pragiwaksono Girang Tak Masuk Daftar Artis Terancam Nganggur: Bakal Gelar Syukuran
-
Reaksi Andovi da Lopez Bikin Ngakak, Gebrak Meja Disebut Bakal Miskin Gegara Kritik Rezim
-
Kocak! Begini Reaksi Andovi da Lopez Tahu Namanya Masuk Daftar Artis 'Terancam' Jadi Pengangguran Usai Demo
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Dilema Proyek Anti-Banjir di Joglo: Akses Terputus, Pemilik Warung Minta Kompensasi Rp50 Ribu
-
Prananda Surya Paloh: Saya Kecewa Jika Garda Pemuda NasDem Hanya Dianggap Tukang Parkir!
-
Terungkap Fakta Baru, Bayi T. Rex Langsung Langsung Jadi Predator Setelah Menetas
-
Mau Benahi Tata Kelola, BGN Minta Anggaran MBG 2027 Sebanyak Rp 270 Triliun
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?