Suara.com - Unggahan Raffi Ahmad yang berjanji akan membagikan sejumlah voucher senilai Rp25 ribu kepada para pelanggan RANS Nusantara Hebat tampak menjadi bulan-bulanan warganet.
Padahal Raffi diduga membagikan ribuan voucher tersebut untuk membantu meramaikan kembali bisnis kuliner yang dibangunnya bersama Kaesang Pangarep tersebut.
"Buat besok, aku mau bagi-bagiin ini banyak banget. Ada voucher Rp25 ribu. Ini cuma sedikit, sisanya ada ribuan voucher aku bagiin buat kalian. Ribuan voucher Rp25 ribu buat kamu!" ucap Raffi di videonya, seperti dikutip pada Senin (7/10/2024).
Namun upaya Raffi untuk membantu mendongkrak lagi keramaian di bisnisnya ini tidak selalu disambut positif. Sebab sejumlah warganet malah mengaitkannya dengan kontroversi penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa dari Universal Institute of Professional Management (UIPM) Thailand kepada Raffi.
Untuk pengingat, beberapa warganet mempertanyakan legitimasi institusi yang memberikan gelar doktor kehormatan itu. Bahkan beberapa warganet juga menduga UIPM sebagai kampus abal-abal.
"Tiba-tiba sebar Bansos," sindir warganet. "Cara bungkam berita yang beredar agar tidak kurang followers adalah bagi-bagi duit," sentil warganet lain. "Ada pembagian gelar doktor juga nggak? Mau ikut ni," timpal yang lainnya.
Erina Gudono Juga Pernah Giveaway setelah Ramai Isu Dinasti Politik
Aksi Raffi Ahmad ini sedikit banyak mengingatkan dengan unggahan Erina Gudono setelah tasyakuran 4 bulan kehamilannya. Istri Kaesang Pangarep itu tampak membagikan sejumlah sajadah couple seharga ratusan ribu Rupiah kepada beberapa warganet.
"Aku pengen bagi bagi souvenir sajadah ini ke 8 teman teman yang beruntung! Caranya cukup komen harapan untuk kalian saat ini / doa baik disini untuk bisa diaminkan teman teman dan share post ini," tulis Erina kala itu.
Baca Juga: Raffi Ahmad Tanggung Biaya Persalinan Rp150 Juta Mpok Alpa, Netizen: Suaminya ke Mana?
Namun senada dengan Raffi, beberapa warganet juga menanggapi postingan Erina itu dengan sentilan pedas. Pasalnya kala itu warganet sedang ramai menyoroti isu dinasti politik yang diduga tengah dilanggengkan oleh keluarga Presiden Jokowi.
"Erinaa nanti anak nya brojol dapat jabatan apa??" tanya warganet. "Berpendidikan tinggi, cantik, pinter, top 10 Miss Indonesia pula tapi sangat disayangkan dirimu melenggangkan nepotisme mbak yuu," kritik warganet lain. "Publik figur kalo lagi banyak yang ngehujat suka tiba tiba ngadain giveaway yaaa," imbuh yang lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Shin Tae-yong Resmi Dihukum 10 Tahun, Bagaimana Nasibnya di Persija Jakarta?
- 4 Zodiak yang Diprediksi Hidup Lebih Tenang dan Damai di Akhir Juli 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
BRI Peduli Libatkan Petani Lokal Hijaukan Pesisir dengan 24.000 Mangrove
-
HIV AIDS di Sidoarjo Viral Usai Ribuan Kasus Pasien Anak Remaja, Kemenkes Buka Suara
-
Rumah Nomor 17 yang Tidak Pernah Ada
-
3 Serum LABORE untuk Kulit Sensitif Sesuai Review, Ampuh Atasi Jerawat dan Noda Hitam
-
Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Percepat Pemulihan Ekosistem Pesisir
-
Jangan Main Hakim Sendiri, Yusril Ingatkan Bahaya di Balik Sayembara Begal Dedi Mulyadi
-
Popok Sekali Pakai Jadi Sumber Sampah Besar, Peneliti Tawarkan Tiga Cara Menguranginya
-
BRI Peduli Ajak Kelompok Tani di Jawa Barat Tanam 24.000 Mangrove
-
Tanam 24.000 Mangrove, BRI Peduli Perkuat Pemulihan Ekosistem Pesisir
-
Pecah Kericuhan di Menteng, Polisi Bantah Ada Rumah Ibadah Dirusak