Suara.com - Raffi Ahmad menyayangkan gelar Honoris Causa yang ia peroleh dari Universal Institute of Professional Management (UIPM) menjadi bahan gunjingan publik.
Suami Nagita Slavina tersebut sontak bingung kenapa masyarakat mempermasalahkan kala ia mendapat gelar Doktor Kehormatan tersebut.
Raffi Ahmad tak tahu letak permasalahan yang membuat publik gonjang-ganjing dan seakan tak terima ia mendapat gelar kehormatan.
"Saya belum mendapatkan kabar. Tapi buat saya sebenarnya saya juga nggak ngerti apa yang menjadi permasalahannnya," ujar Raffi Ahmad kala ditelepon oleh Hotman Paris dalam sebuah acara, dikutip Jumat (11/10/2024).
Ayah dari Rafathar dan Rayyanza tersebut sontak menegaskan dirinya tak merugikan siapa pun dengan memperoleh gelar itu.
"Tetep aja saya pasti akan lakukan jalan terus ke depan. Yang penting kan selama ini saya nggak maling, saya nggak nyopet, saya nggak merugikan apa-apa," lanjut Raffi Ahmad ke Hotman Paris.
Raffi Ahmad Pilih 'mengalah' jika Gelarnya Timbulkan Masalah
Kendati mendapat gelar yang mentereng, Raffi Ahmad tak khawatir jika ia harus menanggalkan gelarnya.
Raffi mengaku ia akan ikhlas jika gelarnya tak ia pakai lantaran menimbulkan polemik di tengah-tengah masyarakat.
"Sepertinya kalau memang kondisinya begini, daripada gimana-gimana. Toh selama saya berkarier dari awal sampai detik ini, rezeki yang saya dapatkan juga bukan dari gelar, tapi dari doa orang tua, doa dari teman-teman," ujar Raffi Ahmad dengan nada mengalah.
Bagi Raffi, value yang ia miliki tak berkurang meski harus menanggalkan gelar Honoris Causa yang ia terima. "Tanpa gelar atau ada gelar, ya saya tetap menjadi Raffi Ahmad," lanjut Raffi.
Raffi juga menyatakan bahwa lebih penting adab ketimbang gelar akademis sebagai landasan ia akan bersikap terhadap polemik tersebut.
"Saya selalu bilang ilmu pendidikan itu penting, tapi di atas itu ada ilmu kehidupan yang jauh lebih penting, yaitu adab," ujar sang Sultan Andara.
Segudang Polemik Gelar Raffi Ahmad
Gelar yang diperoleh Raffi Ahmad menuai polemik usai publik menguliti beberapa hal yang janggal terkait kampus yang memberi Raffi gelar Doktor Kehormatan.
Pertama, publik tak dapat menemukan kantor atau gedung UIPM sesuai dengan alamat yang tertera di laman resmi.
Adapun UIPM Thailand yang memberi Raffi Ahmad gelar Doktor Kehormatan ternyata tgak memiliki gedung kampus. Alamat yang terdaftar atas UIPM thailand ternyata adalah alamat sebuah hotel di Vibhavadi Rangsit 64 Yeak 3 Alley, Takat Bang Khen, Lak Si, Bangkok.
Kontributor : Armand Ilham
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
5 Rekomendasi Lulur yang Cepat Mencerahkan Kulit, Sudah BPOM Mulai Rp13 Ribuan
-
Perbedaan Valentine dan White Day: Hari Kasih Sayang yang Serupa tapi Tak Sama
-
Tahun Kuda Api, Ini Shio yang Paling Beruntung di Hari Sincia
-
Perbedaan Sincia dan Imlek, Istilah Khas Tahun Baru China yang Serupa tapi Tak Sama
-
Cara Daftar Mudik Gratis KAI 2026: Lengkap dengan Jadwal Keberangkatan dan Rute
-
Kenapa Kasur Hotel Selalu Nyaman? Ini Rahasia di Baliknya
-
Berapa Hari Puasa Ramadhan 2026? Ini Perhitungannya
-
5 Rekomendasi Sepeda Listrik dengan Garansi Baterai Lama, Aman buat Jangka Panjang
-
Cara Menukar Uang Baru Secara Resmi Melalui Aplikasi PINTAR Bank Indonesia
-
16 Ucapan Valentine untuk Caption IG dalam Bahasa Indonesia dan Inggris