Lifestyle / Komunitas
Jum'at, 13 Februari 2026 | 12:30 WIB
Perbedaan Sincia dengan Imlek. (Freepik)

Suara.com - Setiap memasuki Tahun Baru China, istilah Imlek dan Sincia ramai disebut. Namun, tidak sedikit orang yang masih menganggap keduanya memiliki arti yang sama. Padahal, jika ditelusuri lebih dalam, ada perbedaan mendasar yang penting untuk dipahami.

Mengetahui perbedaan Sincia dengan Imlek bukan sekadar soal istilah, tetapi juga tentang memahami makna budaya di balik perayaan tersebut.

Kesalahan penyebutan memang terlihat sepele, tetapi sebenarnya berkaitan dengan fungsi dan pengertiannya yang berbeda.

Lalu, apa sebenarnya yang membedakan Sincia dan Imlek? Berikut penjelasan lengkapnya agar kamu tidak lagi keliru dalam menyebutnya.

1. Perbedaan Arti

Sincia dan Imlek memiliki arti yang berbeda sejak dari asal katanya. Sincia berasal dari bahasa Hokkien (sin-chia) yang berarti bulan pertama di tahun yang baru. Jadi, Sincia merujuk langsung pada hari pertama pergantian tahun dalam tradisi Tionghoa.

Sementara itu, Imlek berasal dari kata (im-lèk) yang berarti kalender lunar atau kalender candra. Kata “im” berarti bulan, dan “lek” berarti kalender. Artinya, Imlek adalah sistem penanggalan yang menggunakan peredaran bulan sebagai patokan waktu.

Dari sini sudah terlihat jelas perbedaannya. Imlek adalah nama kalendernya, sedangkan Sincia adalah hari pertama tahun baru yang ditentukan berdasarkan kalender tersebut.

2. Fungsi Sincia dan Imlek

Baca Juga: Apakah Imlek Boleh Pakai Baju Putih?

Jika dilihat dari fungsinya, Imlek dan Sincia juga tidak sama. Imlek berfungsi sebagai sistem penanggalan tradisional masyarakat Tionghoa. Kalender ini digunakan untuk menentukan berbagai hari penting, termasuk Tahun Baru China.

Kalender Imlek sudah digunakan sejak ribuan tahun lalu dan berkaitan erat dengan siklus musim. Dahulu, kalender ini membantu masyarakat menentukan waktu tanam dan panen.

Sebaliknya, Sincia berfungsi sebagai penanda dimulainya tahun baru. Jadi, Sincia adalah momen perayaan yang terjadi berdasarkan perhitungan kalender Imlek. Tanpa kalender Imlek, tidak akan ada penentuan kapan Sincia dirayakan.

3. Perbedaan Lama Waktu Perayaan

Perbedaan Sincia dengan Imlek juga bisa dilihat dari lamanya perayaan. Imlek sebenarnya mencakup rangkaian perayaan yang berlangsung selama 15 hari penuh.

Perayaan ini dimulai dari malam pergantian tahun, lalu berlanjut ke hari pertama, dan diakhiri dengan perayaan Cap Go Meh pada hari ke-15. Selama periode ini, berbagai tradisi dilakukan, seperti sembahyang, makan bersama keluarga, dan pertunjukan barongsai.

Sementara itu, Sincia hanya merujuk pada hari pertama Tahun Baru China saja. Jadi, Sincia adalah bagian dari rangkaian Imlek, bukan keseluruhan perayaannya.

4. Perbedaan Istilah di Indonesia

Di Indonesia, istilah Imlek jauh lebih populer dan sering digunakan secara resmi. Kata Imlek bahkan sudah tercatat dalam KBBI dan digunakan dalam penetapan hari libur nasional serta pemberitaan media.

Hal ini membuat masyarakat umum lebih familiar dengan sebutan Imlek untuk menyebut Tahun Baru China. Dalam konteks formal dan pemerintahan, istilah Imlek memang lebih sering dipakai.

Sementara itu, Sincia lebih banyak digunakan di lingkungan masyarakat Tionghoa, khususnya keturunan Hokkien. Istilah ini tetap hidup dalam percakapan sehari-hari, terutama dalam ucapan selamat tahun baru.

5. Perbedaan Makna di Balik Tradisinya

Tradisi yang dilakukan saat Imlek dan Sincia sebenarnya sama. Namun, penekanan maknanya sedikit berbeda dalam pemahaman masyarakat.

Dalam konteks Imlek, tradisi seperti bersih-bersih rumah, memakai pakaian merah, menghias rumah dengan lampion, serta membagikan angpao dipandang sebagai bagian dari rangkaian perayaan besar selama 15 hari.

Sedangkan dalam konteks Sincia, tradisi tersebut lebih dimaknai sebagai simbol awal yang baru. Momen ini dianggap sebagai waktu untuk meninggalkan kesialan lama dan menyambut harapan, keberuntungan, serta kebahagiaan di tahun yang baru.

Demikianlah penjelasan lengkap terkait perbedaan Sincia dan Imlek yang perlu kamu ketahui. Semoga informasi tersebut bermanfaat.

Kontributor : Dini Sukmaningtyas

Load More