Suara.com - Kampung live streaming di Sukabumi, Jawa Barat, tengah viral di media sosial. Bagaimana tidak, warga satu kampung mendadak berganti pekerjaan menjadi konten kreator dan TikTokers yang rajin melakukan live streaming. Mereka dikabarkan mendapatkan saweran uang yang lumayan di TikTok.
Video penampakan kampung live streaming itu dibagikan oleh akun X @/zakwanoe. Akun ini menyebut bahwa mayoritas warga kampung di Sukabumi itu tadinya bekerja sebagai petani. Namun, mereka kini mulai beralih pekerjaan menjadi konten kreator.
"Yang seluruh warganya beralih dari bertani kini jadi content creator," tulis akun ini dalam caption X seperti dikutip Suara.com, Jumat (25/10/2024).
Dalam video, terlihat warga kampung beramai-ramai membuat konten video. Mereka rata-rata membuat video berupa joget bersama di beberapa titik, termasuk perkebunan.
Warga kampung yang menjadi konten kreator ini juga terdiri dari beragam usia dan jenis kelamin. Ada usia muda, bapak-bapak sampai ibu-ibu. Semua saling unjuk gigi membuat konten berjoget.
Namun, femomena kampung live streaming ini justru menuai kritikan tajam dari warganet di X. Fenomena itu justru dinilai sebagai buah kegagalan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam menyediakan lapangan pekerjaan.
Apalagi, Jokowi sempat berjanji akan membuka 10 juta lapangan pekerjaan di era pemerintahannya. Tetapi kenyataannya, beberapa tahun terakhir Indonesia justru diguncang dengan badai PHK.
"Jokowi: kami akan membuka 10 juta lapangan kerja baru. Lapangan kerja yang dimaksud: (kampung live streaming)," tulis warganet.
"Terima kasih Pak Jokowi, ternyata saya selama ini hanya salah sangka," komentar warganet.
Baca Juga: Menanggapi Catatan Kritis untuk Isu Disabilitas pada Kinerja Pemerintahan
"Itu ngemis online anjir bukan konten kreator," celetuk warganet.
"Realistis aja, mereka milih ngemis online ya karena pendapatannya lebih banyak ngemis dibanding jadi petani," tambah yang lain.
"Pantesan bisa punya presiden yang sekarang karena joget," timpal lainnya.
"Sumpah bener-bener negara ini bakalan bubar bentar lagi," keluh warganet.
Berita Terkait
-
Menanggapi Catatan Kritis untuk Isu Disabilitas pada Kinerja Pemerintahan
-
Transformasi Kesehatan, 10 Tahun Jokowi, JKN Jangkau 98 Persen Rakyat
-
Dari UU ke Realita: Mengapa Hak Penyandang Disabilitas Masih Diabaikan?
-
Potret Cak Imin Pakai Baju Tentara Dipuji Imut di TikTok: Kayak Song Joong Ki
-
Adu Pendidikan Nikita Mirzani vs Najwa Shihab, Bak Bumi dan Langit
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Desa Adat Sade Dilalap Api, Bantuan Rp200 Juta Datang Saat Warga Mengais Puing
-
Gandeng Menteri PKP, Bupati Rudy Susmanto Akselerasi Pengentasan Pemukiman Kumuh di Bogor
-
Tanpa Sertifikasi, Ali Tatto Sulam Sebut Pesolek Talenta Lokal Susah Tembus Pasar Global
-
Rektor Ditangkap KPK: Maba Korban Pemerasan Harus Diselamatkan?
-
Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
-
Karhutla Kembali Kepung Kalimantan, Ini Dampaknya bagi Iklim
-
Kabut Asap Selimuti Palembang, Warga Tetap CFD: Sehat atau Malah Berisiko?
-
Bruno Fernandes Banjir Kritik Usai Manchester United Dipermalukan Hull City
-
Inter Milan Kunci Lautaro Martinez, Barcelona Harus Gigit Jari
-
AMAN Kalbar Minta Karhutla Ditangani Objektif, Jangan Kriminalisasi Masyarakat Adat