Suara.com - Semenjak eks Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong alias Tom Lembong ditetapkan sebagai tersangka atas kasus korupsi gula, muncul berbagai teori di media sosial X.
Seperti diketahui, Tom Lembong diduga melakukan penyelewengan wewenang impor gula ketika masih menjabat sebagai Menteri Perdagangan. Akibatnya, negara mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp400 miliar.
Setelah kabar tersebut viral, muncul berbagai teori di media sosial X, salah satunya sosok Najwa Shihab yang juga menjadi incaran lantaran kerap mengkritik penguasa.
Warganet menyebut jika orang-orang pintar yang berseberangan dengan penguasa akan diincar, sehingga tak sedikit yang menasehati Najwa agar lebih berhati-hati.
"Najwa Shihab digruduk buzzer, Tom Lembong tiba-tiba kasus. Ini yang pintar-pintar lagi pada mau diabisin semua apa gimana?" ujar salah seorang warganet.
Terlepas dari isu serta polemik yang terjadi, warganet juga mencari tahu latar pendidikan Tom Lembong dan Najwa Shihab karena keduanya dianggap sebagai orang yang pintar.
Pendidikan Tom Lembong
Thomas Trikasih Lembong alias Tom Lembong merupakan ahli ekonomi yang lahir di Jakarta pada 4 Maret 1971.
Tom dan keluarganya menganut agama Katolik. Ayahnya, Yohanes Lembong adalah ahli jantung dan ibunya Yetty Lembong.
Baca Juga: Jejak Karier Zulkifli Hasan, Ikut Trending Topic Usai Tom Lembong Jadi Tersangka
Masa kecilnya dihabiskan di Jerman hingga usia 10 tahun sebelum kembali ke Indonesia untuk menyelesaikan pendidikan hingga SMP.
Saat memasuki SMA, ia pindah ke Boston, Massachusetts, Amerika Serikat, kemudian melanjutkan studi di Universitas Harvard dengan fokus pada arsitektur dan perencanaan kota.
Dengan latar pendidikan tersebut, Tom mengawali kariernya sebagai Equity Division di Morgan Stanley Singapore.
Lalu, ia menjadi seorang bankir investasi di Deutsche Securities Indonesia pada tahun 1999-2000.
Dari situ, namanya mulai dikenal dan dilirik oleh para politikus yang membuatnya menjadi orang kepercayaan Jokowi sebagai penasehat Ekonomi di DKI Jakarta.
Sejak saat itu, karier politik Tom Lembong semakin mentereng, puncaknya ketika ia menjadi Menteri Perdagangan pada tahun 2015.
Berita Terkait
-
Dituding Bikin Negara Rugi Rp400 M, Laporan Kekayaan Tom Lembong Bikin Melongo: Tak Punya Rumah dan Mobil?
-
Muncul Dugaan Kasus Tom Lembong Naik Demi Redam Isu Fufufafa, Netizen: Tetap Kawal
-
Jejak Karier Zulkifli Hasan, Ikut Trending Topic Usai Tom Lembong Jadi Tersangka
-
Karakter Asli Najwa Shihab dan Nikita Mirzani di Balik Layar Dikuliti Habis-habisan, Penonton Bayaran Bersaksi
-
Hartanya Capai Rp 100 Miliar, Tom Lembong Ternyata Tak Punya Rumah dan Mobil, Apa Alasannya?
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan