Suara.com - Tom Lembong resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi impor gula yang mengakibatkan negara mengalami kerugian Rp 400 miliar.
Baru-baru ini, publik menyoroti data LHKPN Tom Lembong yang justru tidak memiliki rumah dan mobil.
Adalah akun @AnggaPutraF yang pertama kali mengunggah cuitan mengenai kekayaan Tom Lembong yang terdaftar di laman LHKPN.
Menurut netizen tersebut, dalam salah satu wawancara, mantan menteri ini mengaku tidak memiliki rumah atau kendaraan pribadi.
Ia pun memilih untuk menyewa rumah karena memudahkan pekerjaan yang mengharuskan untuk berpindah-pindah. Di sisi lain, ketika resmi ditetapkan sebagai tersangka, Tom Lembong juga mengaku jika dirinya tidak memiliki kendaraan pribadi.
"BTW yang saya inget dari Pak Tom tuh ini "Saya gak punya rumah, saya lebih pilih sewa rumah aja. Sewa itu bikin kita lebih mudah pindah-pindah kalau harus pindah kerja". Makanya gak kaget lihat LHKPN-nya gak ada aset rumah dan tanah" tulis netizen tersebut.
Pengakuannya yang mengejutkan ini membuat netizen penasaran mengenai laporan harta kekayaan Tom Lembong yang terdaftar di LHKPN.
Berdasarkan data yang ia laporkan di tahun 2019 lalu, Tom Lembong memiliki total harta kekayaan sebesar Rp 101 miliar.
Uniknya, dalam data tersebut, Tom Lembong diketahui tidak memiliki tanah dan bangunan serta alat transportasi. Dirinya hanya memiliki harta bergerak, surat berharga, kas dan beberapa harta lainnya.
Hal ini lalu menjadi sorotan publik dan menuai berbagai reaksi di media sosial. Netizen mengaku terkejut mengetahui jika Tom Lembong tidak memiliki rumah dan mobil.
"Asetnya pada lari kemana ya?" balas netizen.
"Wah baru kali ini lihat pemikiran seperti ini" komentar akun lainnya.
"Pikiran orang kaya beneran sama OKB beda. Itu duit Rp 400 miliar juga bukan korupsi kan? Total kerugian ya? LOL, kasihan dikasusin" ungkap netizen.
"Yang rumahnya segambreng dari korupsi aman-aman aja" tulis akun lainnya membalas.
Berita Terkait
-
Muncul Dugaan Kasus Tom Lembong Naik Demi Redam Isu Fufufafa, Netizen: Tetap Kawal
-
Jejak Karier Zulkifli Hasan, Ikut Trending Topic Usai Tom Lembong Jadi Tersangka
-
Hartanya Capai Rp 100 Miliar, Tom Lembong Ternyata Tak Punya Rumah dan Mobil, Apa Alasannya?
-
Tak Punya Rumah dan Mobil, Begini Cara Unik Tom Lembong Simpan Uang dalam Tas
-
Berapa Kekayaan Rieke Diah Pitaloka? Doa Terkabul Usai Tom Lembong Dijadikan Tersangka
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Makna Lagu 'Petal' Ariana Grande: Luka Jadi Bahan Bakar untuk Tumbuh
-
Wamendagri Ribka: Pemda se-Tanah Papua Pastikan Penyaluran Dana Otsus Tahap II Tepat Waktu & Sasaran
-
BRI Siap Optimalkan Likuiditas dari Dana SAL untuk Perkuat Kredit Produktif
-
Bahlil Beberkan Tahap Kedua Impor Minyak Rusia Berjalan, RI Siapkan Kontrak Jangka Panjang
-
APMF 2026 Dorong Industri Bangun Blueprint Baru saat Teknologi dan Perilaku Konsumen Kian Dinamis
-
Laga Hidup Mati Piala AFF 2026: 3 Senjata Singapura yang Bisa Kubur Mimpi Timnas Indonesia
-
Penempatan Dana SAL Perkuat Kapasitas Kredit Produktif BRI
-
Akses Pendidikan Perempuan: Sudahkah Merdeka Belajar Benar-benar Setara?
-
LRT Manggarai dan RS Internasional Jakarta Bakal Dibangun Lewat Obligasi Rp5,2 Triliun
-
Aksi Brutal Tengah Malam, Pria Bersenjata Golok Rusak Fasilitas SPPG di Sukabumi