Suara.com - Menteri Perdagangan periode 2015-2016 Thomas Trikasih Lembong ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi terkait kebijakan impor gula. Tom Lembong kini disebut ditahan di Rutan Salemba.
Kabar ini seketika menuai perbincangan, dengan tidak sedikit yang meyakini penetapannya sebagai tersangka sangat sarat akan politisasi.
Hal ini membuat riwayat karier Tom di pemerintahan kembali ramai disorot. Pasalnya Tom diketahui menjabat di Kementerian Perdagangan selama kurang dari setahun.
Perjalanan Karier Tom Lembong
Tom Lembong dilahirkan pada 4 Maret 1971 atau berarti saat ini berusia 53 tahun. Namanya kembali mencuat setelah menjadi Co-Captain Tim Pemenangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar di Pilpres 2024-2029.
Sebelum terjun ke dunia politik, Tom dikenal sebagai bankir dan ekonom dengan karier mentereng. Lulusan bidang arsitektur dan perencanaan kota di Harvard University itu mulai masuk ke pemerintahan dengan menjadi Kepala Divisi dan Wakil Presiden Senior di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) periode 2000-2002. Saat itu BPPN berada di bawah Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia.
Nama Tom makin dikenal di kalangan pemerintahan karena sempat menjadi penasihat ekonomi dan penulis pidato untuk Joko Widodo sejak tahun 2013.
Kemudian pada 12 Agustus 2015, Tom dilantik sebagai Menteri Perdagangan oleh Jokowi hingga diberhentikan pada 27 Juli 2016. Dengan kata lain, Tom hanya menjabat selama 11 bulan di Kementerian Perdagangan.
Namun setelahnya Tom langsung dilantik menjadi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) atau yang kini dikenal sebagai Kementerian Investasi. Tom menjabat sebagai Kepala BKPM menggantikan Franky Sibarani per 27 Juli 2016 sampai 23 Oktober 2019.
Baca Juga: Aspirasi Rakyat untuk Masa Depan Anak Indonesia
Jabatan yang ditinggalkannya di Kemendag digantikan oleh Enggartiasto Lukita, sementara itu posisinya sebagai Kepala BKPM kemudian dilanjutkan oleh Bahlil Lahadalia di periode kedua pemerintahan Jokowi.
Perombakan Kabinet Kerja oleh Jokowi pada 27 Juli 2016 itu memang menyasar sejumlah pos penting, termasuk memasukkan Sri Mulyani Indrawati sebagai Menteri Keuangan.
Melansir penjelasan di situs Sekretariat Kabinet, reshuffle yang termasuk menggeser Tom dari Kemendag ke BKPM ini dimaksudkan untuk memaksimalkan Kabinet Kerja dalam menyelesaikan berbagai masalah terutama di bidang ekonomi.
Tag
Berita Terkait
-
Aspirasi Rakyat untuk Masa Depan Anak Indonesia
-
Silsilah Keluarga Ciska Wihardja: Istri Tom Lembong Putri CEO 'Crazy Rich'
-
Rieke Diah Pitaloka Desak Kejagung Usut Tuntas Mafia Impor Gula: Jangan Hanya Tom Lembong!
-
Kekayaan Tom Lembong vs Zulhas Dibandingkan gegara Kasus Korupsi Gula, Ada yang Ngaku Tak Punya Rumah
-
Heboh! Aksi Jokowi dan Kaesang Main Tamiya Dikaitkan dengan Kasus Formula E Zaman Anies Baswedan
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
-
Aksi Mahasiswa Dibatasi hingga UOB Plaza, Polda Metro Siagakan 9.242 Personel
-
Jelang Demo Mahasiswa Hari ini, 21 Orang Bawa Bom Molotov Ditangkap Polisi
Terkini
-
13 Terdakwa Little Aresha Akhirnya Disidang, Orang Tua Korban Desak 4 Pelaku Lain Diproses Hukum
-
Ketika Video Kekerasan Pelajar Kembali Viral, Siapa yang Sebenarnya Gagal Melindungi Mereka?
-
Dua Pria di Satu Atap: Mengurai Jarak dan Gengsi Antara Anak dan Ayah
-
Pendaki Asal Brebes Dilaporkan Jatuh ke Kawah Gunung Slamet saat Swafoto
-
Daftar HP Samsung yang Tak Lagi Dapat Security dan Android Update Tahun Ini
-
Rupiah Takluk Lawan Dolar AS Hari Ini di Level Rp17.844
-
"Paket Santet" Hadirkan Teror Lewat Kiriman Online dan Dendam Masa Lalu
-
Detik-detik Kapolsek dan Danramil Cicalengka Dipukuli Peserta Karnaval, Pelaku Ditangkap
-
Perpres Ojol Masuk Tahap Finalisasi, DPR dan Pemerintah Masih Berkoordinasi
-
56 Ribu Anak Sleman Diskrining Kesehatan: Hipertensi, Prediabetes hingga Depresi Berat Ditemukan