Komitmen ini juga jadi alasan, produk minuman ready to drink Nestle seperti Dancow, Milo dan Nescafe sudah menggunakan sedotan kertas. Bahkan untuk menjalankan komitmen pengurangan 1/3 penggunaan plastik baru, kemasan minuman ini juga terbuat dari kertas dan bisa dirobek dengan tangan. Meski begitu, hebatnya kualitas rasa dan proses pengantaran hingga sampai ke konsumen bisa tetap terjaga.
Tidak hanya itu, ada juga program pengumpulan sampah bagi pembeli produk kemasan apapun berupa botol plastik, kemasan kaleng, hingga kotak susu dari kertas bisa juga dikumpulkan di beberapa titik Nestle Waste Station di pusat perbelanjaan atau area publik lainnya untuk bisa mendapat poin dan nantinya bisa ditukar dengan berbagai vocher belanja.
Pakai bahan lokal dan penghijauan kembali
Sebagai perusahaan yang mengeluarkan produk kopi yaitu Nescafe, di mana biji kopinya diambil dari berbagai daerah Indonesia seperti Lampung. Maka menjaga suhu bumi sama halnya menjaga keberlangsungan operasional perusahaan.
Ini karena tanaman kopi arabika bisa tumbuh di suhu berkisar antara 21 hingga 24 derajat celcius, ditambah curah hujan yang baik berkisar antara 1.500 hingga 2.500 mm per tahun.
Sehingga jika pemanasan global dan perubahan iklim terus terjadi bahkan semakin parah yang ditandai suhu bumi semakin panas, maka tanaman kopi akan sulit tumbuh. Alhasil, produksi bahan baku berkualitas untuk pembuatan kopi seperti Nescafe akan semakin sulit.
Inilah alasan Nestle semakin gencar melakukan berbagai program sustainability atau berkelanjutan untuk generasi mendatang. Termasuk penggunaan bahan baku yang hampir 100 persen sumbernya dari Indonesia.
Seperti diketahui, saat produk yang digunakan pakai bahan baku lokal artinya mengurangi jarak tempu produk dari produsen ke konsumen, yang artinya emisi gas rumah kaca dari transportasi lebih sedikit, terutama jika kendaraan pakai bahan bakar fosil.
Memanfaatkan bahan baku lokal juga bisa menciptakan lapangan kerja, yang akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi kemiskinan.
"Sampai saat ini 100 persen produk Nestle yang dijual di Tanah Air diproduksi di Indonesia, hanya sedikit produk yang diproduksi di luar yaitu KitKat yang diproduksi di Malaysia. Selebihnya semua produk row material dibeli dari lokal, stok bahan baku 90 persen itu pakai bahan baku lokal," pungkas Sufintri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
Terkini
-
Siapa Tsaqib? Ini Profil dan Pekerjaan Suami Adhisty Zara
-
Terpopuler: 5 Sunscreen Lokal Hempas Flek Hitam, 4 Shio Paling Beruntung Finansial 1 Juni
-
Bukan Cuma Olahraga, Tenis Kini Jadi Cara Baru Habiskan Waktu Berkualitas Favorit Pasangan Urban
-
Dari Visual hingga Interaksi, Ini Alasan Pengalaman Ruang Kian Penting bagi Industri Kreatif
-
Daftar Tanggal Merah Juni 2026: Ada Long Weekend di Awal Bulan, Waktunya Healing!
-
Oreo x BTS Resmi Hadir, Bawa Rasa Hotteok Korea dan Biskuit Ungu Pertama dalam Sejarah
-
Summer Runway 2026 Tampilkan Tren Fashion Anak Penuh Warna, dari Nuansa Pantai hingga Back to School
-
Dompet Tebal Awal Bulan! 4 Shio Paling Beruntung Finansial dan Karier pada 1 Juni 2026
-
Biaya Admin Marketplace Naik, Pengusaha Fashion Online 'Tercekik' Andalkan Bazar Offline
-
Profil Ahmad Syah Farhan, Bos Hanania Travel yang Lakukan Penipuan Umrah