Suara.com - Beredar sebuah video ketika Grace Natalie ikut kampanye akbar Ridwan-Siswono di Lapangan Cendrawasih, Cengkareng, Jakarta pada Kamis (14/11/2024).
Dari serangkaian kampanye tersebut, publik justru menyoroti Grace Natalie yang diperintah untuk membagikan topi kepada pendukung oleh Riza Patria.
Terlihat dari video tersebut, Riza Patria memberikan beberapa topi kepada Grace Natalia yang kemudian menyuruhnya maju membagikan topi tersebut.
Alhasil, momen itu menjadi bahan olok-olok warganet kepada Grace Natalie yang selama ini dikenal sebagai tokoh eksklusif di lingkup partai.
“Grace Natalie cuma disuruh bagiin topi,” tulis warganet @narkosun dalam video yang diunggah.
Unggahan yang telah dilihat mendapat 8,9 ribu tayangan tersebut mendapat banyak respons dari warganet lainnya.
“Ga nyangka bisa liat era dimana gresnatali bisa disuruh suruh sama riza patria,” komentar warganet.
“Harga diri emak2 satu itu udah ga ada lagi,” komentar lainnya.
Dari viralnya video tersebut, tak sedikit yang penasaran bagaimana perjalanan karier politik Grace Natalie dari awal hingga menjadi petinggi partai seperti saat ini.
Baca Juga: Grace Natalie Disuruh Bagi-bagi Topi, Netizen Singgung Koalisi 'Haram' dengan PKS
Karier Politik Grace Natalie
Grace Natalie Louisa adalah seorang politikus yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Sebelum aktif sebagai politikus, wanita kelahiran 4 Juli 1982 ini sebelumnya adalah pewarta yang pernah menjadi penyiar berita di televisi nasional.
Awal mula kariernya bermula ketika Grace Natalie mengambil jurusan Akuntansi di Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie (IBII) setelah lulus dari SMAK 3 BPK Penabur Jakarta.
Saat menjadi mahasiswa, ia ketika salah satu televisi nasional menjaring talenta muda berbakat di kampus untuk menjadi seorang jurnalis.
Grace mengikuti kompetisi tersebut dan berhasil menang untuk wilayah Jakarta. Di tingkat nasional, ia juga masuk dalam lima besar terbaik. Dari situlah, ia mulai masuk ke dunia jurnalistik hingga membawa namanya dikenal luas oleh masyarakat Indonesia.
Berita Terkait
-
Grace Natalie Disuruh Bagi-bagi Topi, Netizen Singgung Koalisi 'Haram' dengan PKS
-
Raffi Ahmad dan Ria Ricis Hadiri Kampanye di Jateng, Netizen: Private Jet Siapa Nih?
-
Beredar Hoaks Kampanye Gambar Anggota TNI Diikat Polisi, Tim Pemenangan Luthfi-Yasin Lapor Polda
-
Sudah Lama Ngarep RK Pindah ke Jakarta Karena Toleran, Komunitas Tionghoa Deklarasi Dukungan ke Pasangan RIDO
-
Heboh! Hercules Muncul di Kampanye RK-Suswono, Massa Histeris
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas
-
Presiden Prabowo Diminta Segera Evaluasi Kinerja Mendag, Ada Apa?
-
Abdul Wahid Menunggu Vonis, Berharap Putusan Benar-benar Adil