Suara.com - Tugas baru kini menanti sosok Ketua Umum (Ketum) Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep.
Sosok putra bungsu eks Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) tersebut kini diberikan amanah besar untuk ikut memenangkan pasangan calon Agustiar Sabran dan Edy Pratowo yang maju dalam kontestasi politik Pemilihan Gubernur (Pligub) Kalimantan Tengah (Kalteng).
Amanah baru tersebut adalah salah satu kerja nyata yang diemban Kaesang semenjak memutuskan untuk terjun ke dunia politik dan diangkat menjadi Ketum PSI.
Berkaca dari perkembangan karier politik Kaesang, tak salah jika adik Gibran Rakabuming Raka tersebut memutuskan untuk meninggalkan bisnisnya demi karier moncer di politik.
Lantas, seperti apa bisnis milik Kaesang yang kini ditinggal sang juragan berkarier di dunia politik? Seperti apa kesibukan Kaesang di PSI kini?
Jatuh bangun bisnis Kaesang: Kini hanya tinggal segelintir
Menjelang Kaesang masuk dunia politik, banyak bisnisnya yang terancam gulung tikar.
Adapun hanya bertahan beberapa bisnis Kaesang yang mayoritas bergerak di bidang kuliner.
Bisnis andalan Kaesang, Sang Pisang hingga kini terpantau masih beroperasi dan menjajakan beraneka ragam produk olahan pisang yang dijual secara online.
Baca Juga: Sepak Terjang Politik Kaesang: Sempat Mau Jadi Cagub, Kini 'Turun Kelas' Jadi Jurkam?
Sang Pisang berdiri sejak 2017 dengan bermodalkan Rp30 juta. Kekinian, gerai Sang Pisang telah mencapai 100 unit di berbagai daerah di Indonesia.
Selain Sang Pisang, ada pula Mangkokku yang Kaesang rintis bersama chef Arnold Purnomo dan restoran Yang Ayam yang hingga detik ini masih beroperasi.
Karier moncer jadi Ketum Partai
Pekerjaan Kaesang semenjak terjun ke dunia politik telah menjadi pertanyaan publik.
Banyak yang penasaran apa gerangan yang dilakukan Kaesang untuk mencari nafkah sebagai seorang Ketua Umum Partai.
Sebagai Ketua Umum PSI, Kaesang bertugas memimpin partai untuk menjalankan visi dan misinya sebagai wadah politik.
Berita Terkait
-
Sepak Terjang Politik Kaesang: Sempat Mau Jadi Cagub, Kini 'Turun Kelas' Jadi Jurkam?
-
Jokowi Disindir Post Power Syndrome, Dinilai Tak Mau Lepas dari Panggung Politik
-
Raih Pencapaian Baru, STP Perluas Pasar Ekspor ke Brunei Darussalam
-
Ini Alasan Pemerintahan Prabowo Belum Gaspol Bangun Infrastruktur
-
Jokowi Jadi Jurkam di Pilkada Jateng, Rocky Gerung: Bukan Negarawan, Hanya Politisi
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Pergi Jauh, Tanah Air Tetap Jadi Rumah: Kisah Diaspora Memaknai Indonesia
-
91% Orang Indonesia Anggap Kesehatan Holistik Penting, Ternyata Bukan Sekadar Bebas Penyakit
-
Produksi Melimpah Harga Jatuh, Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Nasib Petani Garam
-
BTN dan PPATK Renovasi 20 RTLH, Bantu Wujudkan Hunian Layak bagi Keluarga Prasejahtera
-
Cerdas! Begini Langkah Kang Edai Mengubah Desa Kemiren Jadi Naik Kelas
-
Arti Penting Berlian bagi Anggun C Sasmi: Bukan Sekadar Aksesori, tapi Self-Reward
-
5 Rekomendasi Sunscreen Ectoin untuk Memperbaiki Skin Barrier dan Anti Polusi
-
Sengketa 6,1 Hektare Kencana Bogor Memanas, AJB Dipersoalkan hingga Dugaan Rekayasa Hukum
-
5 Penyebab Bedak Cakey dan Crack di Garis Senyum, Ini Cara Mengakalinya
-
Bukan Asal Murah, Ini 5 Kriteria Tasya Kamila Saat Memilih Perabotan Rumah Tangga