Suara.com - Kata "janda" sampai menjadi trending topic di platform X pada Kamis (21/11/2024), buntut dari celetukan seksis Ridwan Kamil di salah satu kesempatan.
Calon Gubernur DKI Jakarta itu menjanjikan sejumlah hal untuk para janda, seperti mendapat santunan dari politisi Gerindra Habiburokhman, hingga konon akan diurus lahir dan batin oleh politisi Ali Lubis.
Pernyataan Kang Emil inilah yang menimbulkan kemarahan dari sejumlah warganet. Seperti akun X @/BosPurwa yang membandingkan celetukan tersebut dengan blunder Cawagub DKI Jakarta Suswono sebelumnya. Apalagi karena paslon nomor urut 1 itu sama-sama menyentil soal janda.
"Status janda kok seolah-olah jadi bahan guyonan dan 'bancakan' gini njir? Kasus janda kaya harus nikahi pengangguran seperti Nabi Muhammad (Suswono) aja belum kelar, nie ditambahin pulak!" kritiknya.
Tak disangka, video berdurasi 37 detik itu juga dikomentari oleh eks Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Melalui akun X-nya, Susi dengan tegas membela kelompok janda.
"Saya happy happy saja jadi janda. Lebih mandiri ndak usah kerja ngladenin siapa-siapa. Bangga menjadi diri sendiri. ayo mau omong apa?????" cuit Susi.
Sontak postingan Susi pada Kamis (21/11/2024) sore ini langsung mendapat banyak tanda suka dan komentar. Kali ini warganet juga sampai membandingkan tingkat pendidikan Susi yang hanya lulusan Paket C tetapi dianggap lebih bijaksana ketimbang Kang Emil.
Padahal Kang Emil mempunyai riwayat pendidikan yang sangat mentereng, sampai menjadi Profesor Kehormatan. Kang Emil tercatat sebagai Sarjana Teknik ITB (1995), kemudian mendapat gelar Master of Urban Design oleh Universitas California Berkeley (2001).
Suami Atalia Praratya itu mendapatkan gelar Doktor Kehormatan Bidang Administrasi Publik dari Universitas Dong-A Korea Selatan (2019) dan Doktor Kehormatan Bidang Inovasi Pembangunan dan Kepemimpinan University of Glasgow (2024).
Lalu yang terbaru, mantan Gubernur Jawa Barat itu juga mendapatkan gelar Profesor Kehormatan dari Gumilyov Eurasian University di Astana, Kazakhstan (2024).
Berita Terkait
-
Kecewa Ridwan Kamil Diduga Hina Janda saat Kampanye, Ibu Single Parent Ini Ngamuk: Bukan Bahan Candaan!
-
Beda Pendidikan Ridwan Kamil vs Suswono: Sama-sama Seksis Lewat Ucapan Janda, Panen Kritik Keras
-
RK Puji Anies Bikin Trotoar Sudirman-Thamrin Keren, Tapi Banyak Kampung Kondisinya Jomplang
-
Ngaku Senasib Kayak Jokowi, RK Pasrah Tak Bisa Nyoblos di Jakarta karena KTP Jabar: Banyak Berdoa Sajalah
-
Susul FPI dkk, Dewan Dakwah Jakarta Ikut Dukung RK-Suswono, Apa Alasannya?
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Bukan Sekadar Wisata, Ini Cara Kang Edai Menggerakan Kemiren
-
Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, BMKG Ungkap Penyebabnya
-
Birokrasi di Era Digital: Saat Keruwetan Administrasi Pindah ke Layar
-
GEMPAR di Pasar Ngino, Yuk Nonton Jathilan Sambil Nglarisi Pedagang!
-
Korban Kekerasan Dipaksa Bayar Biaya Visum, Zakat Diusulkan Jadi Solusi Dana Darurat
-
The Judge from Hell: Jika Hukum Gagal, Haruskah Keadilan Dicari di Neraka?
-
NTB Pakai Cadangan Pangan Bantu Korban Gempa di NTT
-
Satelit Copernicus Uni Eropa Siap Bantu Operasi Pencarian Korban Gempa NTT
-
Pekanbaru Cerah Berawan Hari Ini, Padang Hujan Intensitas Ringan
-
Game Over: Menemukan Titik Temu Antara Seadanya dan Seandainya