Suara.com - Prabu Revolusi dicopot dari jabatannya sebagai Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Dirjen IKP) oleh Menteri Komdigi Meutya Hafid. Meski begitu, Prabu tetap memiliki jabatan mentereng.
Berdasarkan Surat Perintah Pelaksana Tugas No: 2186/M.KOMDIGI/KP.01.06/11/2024 yang diteken oleh Meutya Hafid pada 25 November 2024 terjadi restrukturisasi kementerian. Prabu Revolusi menjadi salah satu nama yang dicopot.
Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Dirjen IKP) semula ditempati oleh Prabu Revolusi berganti nama menjadi Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media (Dirjen KPM). Adapun Prabu digantikan oleh Molly Prabawaty.
Menilik jejaknya, Prabu Revolusi dilantik menjadi Dirjen IKP pada 19 Agustus 2024 oleh Menkominfo Budi Arie Setiadi yang saat itu menjabat. Dengan begitu, sosok yang dikenal sebagai pembawa berita itu hanya tiga bulan menempati jabatannya.
Meski dicopot, Prabu Revolusi nyatanya tetap memiliki jabatan mentereng. Betapa tidak, suami Zee Zee Shahab tercatat sebagai Komisaris PT Kilang Pertamina Internasional yang merupakah salah satu anak perusahaan BUMN Pertamina.
Nama Prabu Revolusi tertulis sebagai salah satu jajaran petinggi sejak Februari 2024, sebelum dirinya bergabung ke Komdigi (dulunya Kominfo).
Selain memiliki jabatan di anak perusahaan pelat merah, Prabu Revolusi juga berkarier sebagai dosen. Menilik Linkedin, Prabu menjadi dosen di Universitas Paramedina yang juga merupakan mantan almamaternya. Sosok berusia 44 tahun tersebut menjadi dosen di kampus tersebut sejak 2016.
Menjadi bagian dari perusahaan BUMN, Prabu Revolusi sempat melaporkan harta kekayaannya. Menilik situs LHKPN KPK, pada pelaporan 6 Juni 2024, pemilik nama asli Prabunindya Revta Revolusi mengaku memiliki senilai Rp5,58 miliar.
Baca Juga: Meutya Hafid Tunjuk Perwira Polisi Jadi Pejabat Kementerian Komdigi
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Gojek Salurkan 35.000 Paket Perlengkapan Sekolah untuk Anak Mitra Driver di 100 Kota
-
Prediksi Skor, Susunan Pemain Persib Bandung vs Persija Jakarta, El Clasico di Piala Presiden
-
Polisi Sita 18 Motor Curian, Komplotan Curanmor Bersenjata Api Rakitan Dibekuk di Sumedang
-
Semakin Diterima Luas, Truk Listrik Fuso eCanter Diserahkan ke Konsumen di GIIAS 2026
-
Digugat Praperadilan, KPK Siap Hadapi Pejabat BPK Titin di PN Jaksel
-
BRI Bagikan Voucher Shopee Rp100 Ribu, Cek Syaratnya
-
Sambut HUT RI ke-81, Lorong Merah Putih 650 Meter Hiasi Tasikmalaya
-
Dendam dan Cinta yang Destruktif dalam Novel Wuthering Heights
-
Ramai Dugaan Perundungan, Polisi Cari Fakta di Balik Meninggalnya Pelajar SMP Pemalang
-
30 Tahun Menanti Perbaikan Drainase, Warga Dadok Tunggul Hitam Kembali Diterjang Banjir Parah