Suara.com - Dokter Tifa dikenal vokal menyebut ijazah Presiden RI ke-7, Joko Widodo dari Universtas Gadjah Mada (UGM) palsu. Terbaru, dokter Tifa menyebut Fufufafa yang merujuk pada Gibra Rakabuming Raka hanya sekolah sampai SMP saja.
Dokter Tifa menyebut, Fufufafa sempat berpindah SMA sampai 4 kali.
"Skandal luar biasa dan Presiden @prabowo harus usut tuntas, ini kalau seandainya benar karena jelas ada Undang-Undang yang dilanggar sebab Presiden dan Wakil Presiden RI harus tamat sekolah minimal SMA atau sederajat," tulis dokter Tifa di akun X miliknya dikutip Kamis (28/11/2024).
"Nah kalau Fufufafa ini hanya sekolah sampai SMP, lalu bagaimana dong? Ya pelantikannya gagal tentu saja," imbuhnya.
Menurut dokter Tifa, Fufufafa merupakan lulusan SDN 16 Mangkubumen Solo tahun 1999. Ia kemudian melanjutkan di SMP 1 Solo dan lulus tahun 2002.
"Berdasarkan pengakuan ybs di tahun 2002 dia lanjut SMA di Singapore tepatnya di Orchid Park Secondary School, tahun 2002-200x (saya tulis karena tidak jelas). Padahal, Orchid Park Secondary School adalah Sekolah Menengah setara SMP bukan SMA," klaim dokter Tifa.
"Ternyata, sumber sangat valid, justru memberikan info yang berbeda bahwa Fufufafa sebetulnya, setelah lulus dari SMP, dia sekolah SMA di SMA Swasta Solo, tepatnya SMA Santo Yosef, di sekitar tahun 2002-2004," imbuhnya.
Dokter Tifa menyebut, Fufufafa hanya 2 tahun di SMA Santo Yosef. Kemudian ia menyebut ada info yang menyatakan Fufufafa disebut pindah sekolah di SMK Kristen Solo.
"Selama dua tahun juga, tanpa ada kejelasan apakah di SMK Kristen Solo ini dia lulus atau tidak. Kedua SMA itu, SMA Santo Yosef maupun SMK Kristen tidak pernah diakui oleh Fufufafa secara formal," ujar dokter Tifa.
Baca Juga: Pakai Baju Kemenangan saat Nyoblos Pilkada, Jam Tangan Rp500 Jutaan Gibran Rakabuming Jadi Sorotan
"Lalu tiba-tiba saja dia mengaku kuliah di Lembaga penjual ijazah di Singapore bernama MDIS atau Management Development Institute of Singapore, dan lulus tahun 2007, dengan ijazah 'Sarjana' yang dikeluarkan Universitas Bradford UK. Jadi di sini anda tahu, bahwa MDIS itu sekali lagi adalah Lembaga Penjual Ijazah bukan sebuah Kampus Universitas lazim pada umumnya," tandasnya.
Atas desas-desus tersebut, dokter Tifa menyebut perlu ada klarifikasi dari yang bersangkutan.
"Jadi yang saya pertanyakan di sini bukan IJAZAH Universitas dia, karena jelas dia punya dengan membeli gelar Sarjana tersebut di MDIS. Yang saya tanyakan adalah: Mana ijazah SMA di Fufufafa?" tanya dokter Tifa.
"Sebab Ijazah SMA itulah yang diperlukan untuk mendaftar sebagai Wakil Presiden RI," paparnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga