Nama Sugiono kini menjadi bahan perbincangan usai dirinya ditunjuk menjadi Menteri Luar Negeri atau Menlu lantaran ia bukan berasal dari kalangan diplomat karier. Wakil Ketua Komisi 1 Fraksi Gerindra ini menggantikan tugas Retno Marsudi sebagai Menteri Luar Negeri (Menlu) RI.
Perlu diketahui terlebih dahulu pengertian dari istilah diplomat karier. Diplomat karier merupakan seorang diplomat yang menempuh jalur pendidikan resmi untuk menjadi seorang diplomat. Dengan kata lain, diplomat karier merupakan orang yang memang mendedikasikan dirinya untuk menjadi seorang diplomat profesional melalui jalur pendidikan atau sekolah resmi.
Seperti diketahui, Sugiono bukanlah seorang diplomat. Ia merupakan seorang mantan anggota TNI serta politisi partai dan menjabat sebagai anggota DPR RI sejak tahun 2019 yang lalu.
Sebuah akun X @zenrs menuliskan pendapatnya melalui cuitan tentang dua menteri yang disebutnya tidak memiliki rekam jejak sebagai diplomat.
“Sejak kejatuhan Sukarno, hanya 2 Menlu yang enggak punya rekam jejak sebagai diplomat: Alwi Shihab dan Sugiono. Sisanya, kalau bukan diplomat karier, ya, minimal pernah jadi duta besar di pos yang strategis (Adam Malik jadi dubes USSR, Syarif Thayeb di USA),” ujar pemilik akun tersebut.
Karena cuitan ini, banyak publik yang mencari tahu lebih lanjut mengenai Alwi Shihab dan Sugiono yang disebut-sebut tidak memiliki rekam jejak sebagai diplomat. Berikut adalah perbedaan rekam jejak Alwi Shihab vs Sugiono.
Rekam Jejak Alwi Shihab
Pria kelahiran 19 Agustus 1948 di Rappang, Sulawesi Selatan ini merupakan lulusan Pondok Pesantren Darul Nashihin, Lawang, Malang, Jawa Timur. Saat ia berusia 20 tahun, dirinya melanjutkan pendidikan ke Mesir dan mengambil jurusan Akidah Filsafat di Universitas Al-Azhar.
Usai lulus dari universitas tersebut, Alwi Shihab mulai berkecimpung di dunia bisnis. Pada usia 41 tahun, ia teringat pesan sang ayah untuk tidak pulang ke Indonesia sebelum mendapat gelar doktor. Alwi Shihab pun melanjutkan pendidikan Doktor di Universitas Ain Syam, Mesir.
Baca Juga: Beda Pendidikan Menlu Sugiono Vs Retno Marsudi, Kemampuan Bahasa Inggris Jadi Sorotan
Pada tahun 1998, paman dari Presenter Najwa Shihab ini diajak oleh Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur untuk mendirikan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Walau sempat menolak, Alwi Shihab akhirnya setuju. Hal ini menjadi gerbang pembukanya menuju dunia politik.
Pemilu pertama Era Reformasi di tahun 1999 membawa Alwi Shihab menjadi anggota DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa. Ia tidak menyelesaikan tugasnya hingga tuntas lantaran diminta Presiden Gus Dur untuk menjadi Menteri Luar Negeri Indonesia. Ia pun resmi menjadi Menlu sejak 1999-2001.
Rekam Jejak Sugiono
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini merupakan lulusan SMA Taruna Nusantara di tahun 1997. Kini ia memegang jabatan sebagai Ketua Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara (LPTTN) serta menjadi Wakil Ketua Komisi I DPR RI.
Sugiono tercatat sebagai alumni SDN 1 Takengon lulus tahun 1991, SMPN 3 Banda Aceh lulus tahun 1994. Usai menyelesaikan SMP, ia melanjutkan pendidikan ke SMA Taruna Nusantara Magelang. Ia bercita-cita menjadi prajurit dan akhirnya mendaftar sebagai calon taruna AKABRI.
Pada saat itu, Danjen Kopassus Mayor Jenderal TNI Prabowo Subianto mengadakan program pengiriman alumni SMA Taruna Nusantara ke perguruan tinggi militer yang ada di Amerika Serikat melalui jalur beasiswa. Sugiono tergiur untuk mendaftar dan akhirnya berhasil lolos seleksi. Ia pun mengikuti pendidikan di Norwich University, sebuah kampus militer tertua di Amerika Serikat.
Berita Terkait
-
Bahasa Inggris Menlu Sugiono Ramai Dicibir, padahal Lulusan Kampus Militer Tertua di Amerika
-
Beda Pendidikan Menlu Sugiono Vs Retno Marsudi, Kemampuan Bahasa Inggris Jadi Sorotan
-
Bahasa Inggris Menlu Sugiono Dicibir Terlalu 'Medok', Warganet: Kangen Bu Retno
-
Dicecar soal MoU Laut China Selatan Indonesia-Tiongkok, Menlu Sugiono di DPR: Kedaulatan RI Tak Bergeser
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
Terkini
-
Kekerasan Balita di Penitipan Anak Jogja, IDAI: CCTV Daycare Harus Dipantau Orangtua!
-
Sosok Diyah Kusumastuti: Diduga Otak Kekerasan Anak di Little Aresha, Riwayat Korupsi Disorot
-
Ini Sosok Suami Menteri PPPA Arifah Fauzi, Ternyata Bukan Orang Sembarangan
-
Apa Itu Kereta Aling-Aling? Mendadak Ramai gegara Kecelakaan di Stasiun Bekasi
-
UPT PPA Yogyakarta Beri Pendampingan Psikologis Anak dan Orang Tua Korban Little Aresha
-
Usul Gerbong KRL Khusus Wanita di Tengah, Menteri PPPA Arifah Fauzi dari Partai Apa?
-
Pemkot Yogyakarta Fasilitasi 37 TPA Pengganti Gratis bagi Anak Korban Little Aresha, Cek Daftarnya!
-
5 Pilihan Air Cooler Portable Hemat Listrik buat Anak Kos, Kamar Adem Tanpa Boncos
-
Pendidikan AHY Dikulik, Caranya Tanggapi Tragedi KRL Dinilai Lebih Bijak dari Menteri PPPA
-
5 Fakta Pintu Perlintasan Ampera, Titik Awal Kecelakaan KRL Bekasi Ternyata Tak Punya Palang Resmi