Suara.com - Gaji Stella Christie sebagai Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) tentu membuat penasaran. Apalagi setelah namanya menjadi sorotan karena menggelar sharing session terkait cara pendaftaran S1 di kampus luar negeri.
Sebagai informasi, sharing session dari Prof. Stella Christie ini awalnya dibagikan dengan judul "Strategy Session Pendaftaran S-1 ke Perguruan Tinggi Luar Negeri (PTLN)" di YouTube Kemendiktisaintek.
Namun judul video diduga diubah setelah memicu kontroversi menjadi "Strategi Masuk ke PTLN: Pembekalan Calon Peserta Studi LN, Penerima BIM oleh Wamendiktisaintek".
Lantas, berapa gaji Stella Christie per bulan sebagai Wakil Menteri di pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka?
Gaji Stella Christie
Gaji Stella Christie sebagai Wakil Menteri tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 176/PMK.02/2015 tentang Hak Keuangan dan Fasilitas Lainnya bagi Wakil Menteri.
Kendati demikian, aturan itu tidak menuliskan gaji pokok Wakil Menteri secara gamblang seperti gaji Menteri. Adapun dalam Pasal 2 dijelaskan bahwa Wakil Menteri berhak gaji berupa 85% dari tunjangan jabatan menteri.
Menurut Keputusan Presiden Nomor 68 Tahun 2001, tunjangan jabatan menteri adalah Rp13.608.000 per bulan. Artinya, gaji yang diterima Stella Christie sebagai Wamen adalah Rp11.566.800 per bulan.
Selain itu, Stella Christie juga berhak menerima hak keuangan sebesar 135% dari tunjangan kinerja pejabat struktural eselon 1a sebesar Rp5.500.000. Maka jika melihat dari aturan di atas, total pendapatan Stella Christie sekitar Rp18.991.800 per bulan.
Baca Juga: Pendidikan Stella Christie: Wamen Sharing Cara Daftar S1 Kampus Luar Negeri, Tuai Sorotan
Selain hak keuangan, Stella juga berhak menerima fasilitas negara lainnya. Di antaranya kendaraan dinas, rumah jabatan, dan jaminan kesehatan.
Kendaraan dinas yang disediakan paling tinggi sesuai dengan standar biaya untuk pejabat eselon 1a. Sementara itu, rumah jabatan yang diberikan harus tetap di bawah standar menteri, tetapi juga di atas pejabat eselon 1a.
Menariknya, Stella Christie sebagai Wamen bisa mendapatkan tambahan tunjangan perumahan Rp35 juta per bulan. Hal ini bisa terjadi jika kementeriannya tidak bisa menyediakan rumah dinas.
Stella Christie dikritik soal cara daftar kampus luar negeri
Salah satu kritikan kepada Stella Christie datang dari penulis novel Indonesia, Okky Madasari. Hal ini diutarakan melalui akun X miliknya, @okkymadasari.
Dalam cuitannya, Okky menilai Stella Christie sebagai Wamendikti justru bertindak seperti influencer. Padahal, Stella seharusnya fokus memecahkan masalah pendidikan tinggi dalam negeri. Termasuk memperbaiki kualitas kampus S1 di Indonesia.
"Mohon maaf saya cukup terganggu dengan ini. Seorang Wamendikti 'Sharing Session' tentang cara masuk perguruan tinggi luar negeri?" kritik Okky dalam cuitannya, Rabu (10/12/2024).
"Sebagai Wamendikti, yang Anda harusnya pikirkan adalah: Kenapa orang Indonesia masih merasa perlu sekolah S1 di luar negeri. Apa yang salah? Apa yang perlu diperbaiki dengan pendidikan tinggi di Indonesia? Anda itu Wamen, bukan influencer kuliah di luar negeri. Itu ada banyak!" lanjutnya.
Selain Okky, warganet juga ramai mengkritik Stella Christie karena tidak fokus memperbaiki kampus dalam negeri.
"Kenapa harus ke luar negeri, Bu? Secara realistis iya kita semua tahu kenapa. Tapi kan Ibu Wamendikti Indonesia? Bukannya mestinya nyari cara gimana caranya talenta terbaik tetap ada di kampus Indonesia? Bikin kampus Indonesia bisa bersaing sama yang di luar?" tulis warganet.
"Apakah ini maksudnya Prof mengakui kelemahan pendidikan tinggi di dalam negri? Bila iya, apa yang akan dilakukan oleh Prof Stella sebagai wamen untuk memperbaiki kualitas pendidikan tinggi di Indonesia?" cecar warganet.
Berita Terkait
-
Pendidikan Stella Christie: Wamen Sharing Cara Daftar S1 Kampus Luar Negeri, Tuai Sorotan
-
Wamendikti Stella Christie Beri Tips Masuk S1 Kampus Luar Negeri, Tuai Kritikan
-
Kuliah Gratis di Luar Negeri? Ini Dia Daftar Beasiswa S1 Terlengkap!
-
Gus Ipul dan Wamen BUMN Bahas Kendala Penyaluran Bansos 2025
-
Wamen Stella: Inovasi Tak Kenal Gender, Pria dan Wanita Setara
Terpopuler
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Heran Febrie Adriansyah Dipanggil sebagai Tersangka, Pengacara: Baru Kali Ini Kami Lihat
- Nasi di Rice Cooker Cepat Bau dan Kuning? Begini 10 Cara Mengatasinya
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
Purbaya Bantah Airlangga soal Anggaran Buka Rekening Massal Tembus Rp 11 Triliun
-
Kadin Dorong Industri Tambang Perkuat Inovasi Hadapi Tekanan Geopolitik
-
Warga Bisa Ikut Uji Coba Gratis, LRT Kelapa Gading-Manggarai Siap Beroperasi Penuh
-
Kawal Revisi Aturan Ketenagakerjaan, DPRD DKI Janji Teruskan Suara Buruh ke DPR RI
-
WNA Asal China Selundupkan 10,4 Kilogram Emas di Bali
-
Synchronize Fest Mengumumkan Full Line Up 2026: "It's Not Just A Festival, It's A Movement"
-
KPK Geledah Rumah Polisi yang Akui Terima Rp16 Miliar dari Proyek Bekasi
-
Kabut Asap Makin Pekat, ISPA di Palembang Tembus 113 Ribu Kasus
-
Tim SAR Temukan Pelampung saat Cari Jurnalis Hilang, TNI AL: Jangan Berspekulasi
-
Promo BRI Ini Bikin Nongkrong di SKOLA Malah Bikin Untung