Suara.com - Kasus penganiayaan terhadap dokter koas di Palembang bernama Luthfi masih menjadi topik perbincangan hangat di media sosial. Belakangan, warganet membahas pekerjaan orang tua korban yang ternyata tak kalah mentereng dari orang tua Lady Aurellia Pramesti.
"Plot twistnya bapak dari ketua koas nya lady ini adalah head of department unilever, ibunya dokter. kluarganya ada yg konsulen juga(gurunya dokter spesialis), Langsung melongo aku, pantes g mau damai, Asik dapet lawan setara wkwkk," tulis pemilik akun X serotonin304, dikutip Senin (16/12/2024).
Sebelumnya, terungkap bahwa ayah Lady Aurellia, rekan korban yang diduga pemicu dari penganiayaan itu, adalah seorang pejabat. Berikut selengkapnya pekerjaan orang tua Lady dengan orang tua Luthfi yang berbeda.
Beda Pekerjaan Orang Tua Lady Aurelia vs Orang Tua Koas Korban Penganiayaan
Ayah dari Lady Aurelia diketahui bernama Dedy Mandarsyah dan bekerja sebagai pejabat. Saat ini, ia disebut-sebut tengah menjabat sebagai Kepala Badan Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Barat.
Lembaga tersebut masih berada dalam naungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Sebelum itu, Dedy juga pernah menjabat Kepala Satuan Kerja sebagai Pelaksana Jalan Nasional Wilayah II, Provinsi Riau.
Selain itu, Dedy Mandarsyah kerap menduduki posisi Kepala Satuan Kerja sejak Desember 2016 sampai Desember 2019. Di sini, ia dipercaya menjadi Kepala Satuan Kerja Wilayah I Provinsi Sumatera Selatan.
Selanjutnya, ia ditunjuk untuk menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komite (PPK) sampai Desember 2022. Setelah itu, Dedy Mandarsyah menjadi Kepala BPJN Kalimantan Barat yang masih ia jabat hingga saat ini.
Berdasarkan laman LHKPN, Dedy Mandarsyah memiliki harta kekayaan sebesar Rp 9,42 miliar. Jumlah ini ia laporkan pada 14 Maret 2024 yang aset terbesarnya berupa kas dan setara kas sebesar Rp 6,7 miliar.
Baca Juga: Buntut Penganiayaan Dokter Koas, KPK Bakal Telusuri Rekening Lady Aurellia dan Sri Meilina
Dedy Mandarsyah juga tercatat mempunyai satu unit mobil Honda CRV senilai Rp 450 juta. Lalu, ada pula harta bergerak lain sebesar Rp830 juta dan ia tidak memiliki utang. Selain itu, terdapat aset tanah dan bangunan.
Ada total tiga aset tanah dan bangunan milik Dedy Mandarsyah yang tersebar di kawasan Jakarta Selatan. Rincian harganya yakni dua buah aset senilai Rp200 juta dan satu buah aset lainnya tercatat mencapai Rp350 juta.
Sementara itu, ibunda Lady Aurellia Pramesti diketahui bernama Sri Meilina. Ibunya ini juga bukan sosok sembarangan karena berprofesi sebagai seorang pengusaha. Ia dikabarkan memiliki galeri batik tenun di Palembang.
Berbeda dengan orang tua Lady, ayah dari koas korban penganiayaan bukan bekerja di ranah pemerintahan. Adapun ayahnya yang bernama Wahyu Hidayat rupanya tengah menduduki jabatan di PT Unilever Indonesia.
Melansir akun LinkedIn dan laman Rocket Reach, di perusahaan tersebut, Wahyu menjabat sebagai Head of Customer Development Jawa. Pekerjaan ini dilakoninya sejak tahun 2021 silam sampai sekarang.
Sebelum itu, ia juga pernah menduduki beberapa posisi di Unilever Indonesia. Mulai dari Area Sales Manager, Trade Category Manager Oral Care, Key Account Manager, Customer Marketing Director, Regional Sales Director, hingga Head of Supermarket and Health and Beauty Channel.
Di sisi lain, sempat beredar pula kabar bahwa ibunda Luthfi adalah seorang dokter. Kemudian, ada anggota keluarganya yang juga menjadi konsulen. Atas dasar ini, publik tak heran mengapa keluarga korban enggan berdamai dalam kasus penganiayaan tersebut.
"'Lawan setara'. Bro no, this still coughing baby vs hydrogen bomb. Luthfi ini old money, koneksinya bokap entah udah seberapa jauh. Sementara keluarga si Lady itu OKB," kata netizen. "Malah gak setara gak sih, salah milih lawan. Dia kira dia yang paling berkuasa, oh sorry," tulis lainnya.
Kontributor : Xandra Junia Indriasti
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
Terkini
-
Gempa M7,0 di Laut Flores Ganggu Listrik NTT, PLN Mulai Pulihkan Jaringan
-
Donald Trump Akan Deklarasi Selat Hormuz Jadi Wilayah Amerika Serikat
-
4 Micellar Water Formula Low pH, Angkat Kotoran Kulit Kering Tanpa Ketarik
-
2 Rekomendasi Sunscreen Powder untuk Touch Up Praktis di Kantor
-
Komunitas Motor Matic Tempuh 800 Km Rayakan Hari Jadi Federal Oil
-
Sederet Kritik soal Proyek Utopis Bahasa Asing Prabowo Sejak SD, Beban Siswa hingga Anggaran
-
Yuk Nikmati Liburan Seru ke Pantai Selatan Yogyakarta Bareng PORTA
-
Gempa NTT: Warga Kepulauan Selayar Mengungsi ke Dataran Tinggi Usai Lihat Air Laut Surut Tiba-tiba
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Bukan Hanya di Lapangan, Ini Cara Komunitas Digital Rayakan 17-an