Suara.com - Viral kabar mengenai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah ruang kerja Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo yang berada di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat pada Senin (16/12/2024).
Kabarnya, penggeledahan kantor Gubernur BI itu berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang dalam hal ini melibatkan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Menurut Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Rudi Setiawan, dari hasil penggeledahan tersebut ada beberapa barang berupa dokumen dan bukti elektronik yang disita oleh pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Ada beberapa dokumen dan barang-barang yang kita ambil (penggeledahan kantor BI)," terang Rudi Setiawan.
Semenjak viral, sosok dan profil Perry Warjiyo menjadi bahan obrolan warganet di media sosial, termasuk gaji yang didapatkan sebagai Gubernur Bank Indonesia. Berikut adalah profil dan gaji Perry Warjiyo.
Berapa gaji Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI?
Perry Warjiyo, S.E., M.Sc., Ph.D., adalah seorang ekonom Indonesia yang berasal dari Sukoharjo, Jawa Tengah.
Pria kelahiran 25 Februari 1959 ini diberi amanat sebagai Gubernur BI sejak Mei 2018 lalu, setelah menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia.
Didapuk sebagai Gubernur BI, Perry Warjiyo memiliki latar pendidikan yang cukup mentereng.
Baca Juga: Serah Terima Jabatan, Ketua KPK Setyo Budiyanto Resmi Mulai Bertugas
Perry diketahui pernah mengenyam pendidikan di SD Negeri Gawok, Sukoharjo dan SMP Negeri Gatak, Sukoharjo, kemudian dilanjut di SMA Negeri 3 Surakarta.
Dilansir dari laman resmi BI, Perry menyelesaikan studi di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pada tahun 1982.
Dua tahun setelahnya, ia memulai perjalanan karier di Bank Indonesia (BI) dengan keahlian di bidang ekonomi serta kebijakan moneter.
Sembari meniti karier di dunia ekonomi, ia melanjutkan pendidikan S-2 di Iowa State University tahun 1989. Barulah pada tahun 1991, ia meraih gelar ia meraih gelar Ph.D di kampus yang sama, yaitu Iowa State University.
Namanya mulai melambung setelah ia diangkat menjadi Staf Gubernur Bank Indonesia pada tahun 1995. Tak butuh lama, ia kemudian diangkat sebagai kepala Biro Gubernur di tahun 1998.
Dari situlah, perjalanan kariernya semakin melesat yang kemudian menjadikannya Gubernur BI pada tahun 2018 lalu.
Berita Terkait
-
Serah Terima Jabatan, Ketua KPK Setyo Budiyanto Resmi Mulai Bertugas
-
Prabowo Ingin Maafkan Koruptor, Mantan Penyidik KPK: Patut Dicoba
-
Kekayaan Perry Warjiyo Gubernur BI Versi LHKPN
-
Ingat Lagi Dekorasi Natal Mewah Sandra Dewi Sebelum Harvey Moeis Terciduk Korupsi, Tahun Ini Bakal Gimana?
-
Gelar Sertijab Hari Ini, Pimpinan KPK Baru Setyo Budiyanto Bersiap Gantikan Era Nawawi dkk
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim