Suara.com - Harta kekayaan Perry Warijiyo yang kini menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) jadi sorotan seiring Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah ruang kerjanya di kantor BI terkait dugaan korupsi dana corporate social responsibility (CSR) BI. Sebagai informasi, kasus dugaan korupsi dana CSR di BI mulai mencuat sejak September 2024.
Dalam kasus tersebut, dana CSR tidak digunakan sesuai dengan peruntukannya. Diduga ada dana yang tidak terpakai digunakan untuk kepentingan pribadi para pihak yang terlibat dalam perkara tersebut.
KPK telah menggeledah gedung BI pada Senin (16/12/2024) malam termasuk ruang kerja Perry Warjiyo. Lantas berapa harta kekayaan Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI? Simak penjelasan berikut ini.
Harta Kekayaan Perry Warjiyo
Perry Warjiyo yang menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) terakhir kali menyerahkan laporan harta kekayaannya pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 24 Maret 2024 untuk periodik 2023. Harta kekayaan Perry Warjiyo mencapai Rp65 miliar dengan kepemilikan sejumlah aset.
Perry Warjiyo melaporkan 11 item berupa tanah dan bangunan dengan nilai total Rp 46.480.000.000 (Rp46,4 miliar). Aset tanah dan bangunan milik Perry ini tersebar di Jakarta Selatan, Tangerang Selatan, Jakarta Pusat, Sukoharjo dan Sleman dengan status hasil sendiri serta warisan.
Selain itu Perry memiliki 2 unit mobil yakni Honda CRV tahun 2018 senilai Rp375 juta dan mobil Mercedes Benz tahun 2018 senilai Rp 914.010.417 (Rp924 juta). Dengan demikian total nilai aset kendaraan Perry adalah RP 1.289.010.417 (Rp 1,2 miliar).
Perry juga mempunyai harta bergerak lainnya senilai Rp 1.032.000.000 (Rp1,03 miliar) dan surat berharga senilai Rp 9.974.188.057 (Rp9,9 miliar). Ada juga aset berupa kas dan setara kas senilai Rp 5.183.723.196 (Rp5,1 miliar) dan harta lainnya senilai Rp 1.976.783.548 (Rp1,9 miliar).
Dalam LHKPN ini, Perry tecatat tidak punya utang sehingga total kekayaan bersihnya adalah 65.935.705.218 (Rp65,9 miliar).
Rekam Jejak Perry Warjiyo di BI
Perry Warjiyo mulai menduduki jabatan Gubernur BI sejak periode 2018-2023. Dia lalu kembali terpilih melanjutkan tugas Gubernur BI untuk periode tahun 2023-2028. Posisi ini adalah penunjukan langsung dari Presiden Jokowi.
Baca Juga: Kekayaan Cak Imin Versi LHKPN: Sosok yang Mengesahkan PPN 12 Persen
Sebelum menduduki posisi itu, Perry memiliki jejak karier yang cukup panjang dan berpengalaman di Bank Indonesia sejak tahun 1984, hingga dia berhasil menduduki posisi strategisnya. Di tahun 2013-2018, Perry pernah menjadi Deputi Gubernur BI.
Kemudian pada tahun 2009-2013, Perry menjabat dua posisi yakni Asisten Gubernur dalam kebijakan moneter, makroprudensial dan internasional sekaligus Direktur Eksekutif Departemen Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia.
Bukan hanya berkarier di BI, Perry juga sempat jadi Direktur Eksekutif International Monetary Fund (IMF) sebagai perwakilan dari 13 negara yang merupakan anggota South-East Asia Voting Group 2007-2009. Beberapa bulan lalu tepatnya pada 20 September 2024 dalam kongres ISEI di Solo, Perry kembali dipercaya jadi Ketua Umum Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) periode 2024-2027.
Kontributor : Trias Rohmadoni
Berita Terkait
-
Kekayaan Cak Imin Versi LHKPN: Sosok yang Mengesahkan PPN 12 Persen
-
Dekat Dengan Fuji, Kekayaan Aisar Khalid Masih Kebanting Jauh dari Thariq Halilintar?
-
Beda LHKPN Irjen Mohammad Iqbal dan Djoko Poerwanto: Kapolda Terkaya vs Termiskin di Indonesia
-
Kekayaan Wendy Cagur, Tak Kuat Dengar Ceramah Ustaz Maulana
-
Pernyataan Resmi Gubernur BI Perry Warjiyo Terkait Kasus Dugaan Korupsi Dana SCR
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Kylian Mbappe Blak-blakan: Taktik Deschamps Bikin Prancis Gagal ke Final Piala Dunia
-
Panas! Teror Suara Suporter Argentina Tenggelamkan Lagu Kebangsaan Inggris
-
Tekel Brutal Enzo Fernandez Lolos Kartu Merah, Wasit Ismail Elfath Dikecam
-
Kapan Zinedine Zidane Diumumkan sebagai Pelatih Baru Prancis?
-
Bawa Spanyol ke Final Piala Dunia 2026, Rumah Lamine Yamal Nyaris Dibobol Rampok
-
Prancis Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026, Michael Olise Dihujani Kritik Pedas
-
Messi Anak Emas FIFA! Petisi Coret Argentina dari Piala Dunia Tembus 10 Juta Tanda Tangan
-
Susunan Pemain Argentina vs Inggris: Tuchel dan Scaloni Bikin Kejutan di Starting XI
-
The Beatles Warnai Rivalitas Argentina vs Inggris: Dominasi Tangga Lagu hingga Skandal Band Palsu
-
Kursi Botol Berterbangan, Suporter Argentina Bakul Pukul Jelang Lawan Inggris