Suara.com - Dalam perjalanan kariernya, pesulap Sutarno pernah merengkuh kejayaan yang membuatnya hidup bergelimang harta.
Namun miris, sekarang Pak Tarno yang terkenal dengan jargon "Jadi apa? Prok prok prok..." tersebut harus menyambung hidup dengan berjualan ikan, mainan, dan alat tulis di depan SD.
Pekerjaan ini harus dilakoni Pak Tarno setelah terserang stroke untuk yang kesekian kalinya. Tak heran bila Pak Tarno kemudian berdagang sambil duduk lemas di kursi rodanya.
Namun jauh sebelum mengalami kesulitan hidup seperti sekarang, Pak Tarno ternyata juga pernah merasakan momen yang tidak kalah pahit di masa kecilnya. Bahkan kala itu Pak Tarno hanya bisa mengonsumsi dedaunan rebus.
Hal ini terungkap ketika Pak Tarno berbincang dengan Feni Rose di program RUMPI Trans TV. Kepahitan ini bermula dari meninggalnya sang ayah ketika Pak Tarno masih berusia 3 tahun.
"Ibu, oh gob***. Aturan mah Bapak meninggal, anaknya diurusin. Masa ini Bapak meninggal, anaknya ditinggal kabur?" tutur Pak Tarno dalam episode RUMPI 21 Oktober 2023 tersebut.
"Pak Tarno diurus sama siapa?" tanya Feni Rose yang ikut prihatin dengan nasib Pak Tarno.
"(Diurus) Nenek. Nenek juga udah tua, nggak bisa (kasih) makan saya," balas Pak Tarno.
Karena itulah, Pak Tarno sudah terbiasa bekerja keras sejak kecil. Namun minimnya kecakapan membuat Pak Tarno hanya bisa bekerja sebagai kuli dan buruh yang tentu tidak banyak menghasilkan uang.
Baca Juga: Pembelaan Pihak Pak Tarno Soal Tinggalkan Istri Tua
"Saya kuli, masih anak kecil segini udah (jadi) kuli. Saya kuli apa aja, soalnya kan Nenek udah tua, ya saya makan cari sendiri," jelas Pak Tarno.
"Kalau nggak ada (proyek) kuli, makannya daun-daunan aja. Daun semanggi, eceng," lanjutnya.
Pak Tarno baru bertemu lagi dengan sang ibu setelah dirinya menjadi pesulap terkenal yang kerap muncul di televisi. Sang ibu ternyata sudah hijrah ke Sumatera dan sempat menggegerkan warga setempat karena mengaku-aku sebagai ibu Pak Tarno.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Andi Sudirman Gaungkan Kedaulatan Pangan Menuju Indonesia Emas 2045
-
5 Zodiak dengan Horoskop Terbaik 18-23 Agustus 2026, Siap-siap Panen Hoki Sepekan
-
Putra Pejuang Ungkap Makna di Balik Monumen Kebulatan Tekad Rengasdengklok
-
Konflik AS - Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Ditutup Naik 2 Dolar AS
-
Bukan untuk Merayakan, Hari Ini BEM UI Demo di Bundaran HI Bawa 8 Tuntutan
-
Demo 18 Agustus 2026 di Mana? Cek Lokasi Aksi Mahasiswa di Jakarta
-
iQOO Neo11 Ultra Siap Jadi Monster Gaming Baru: Usung Chip Gahar dan Baterai Jumbo 9.100 mAh
-
Apakah 18 Agustus 2026 Cuti Bersama? Cek Jadwal Libur Setelah HUT RI ke-81
-
HUT RI ke-81, Tradisi Panjat Pinang Kembali Meriahkan Kalimalang
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu