Air hangat
Sebelum mencoba menggunakan metode lain, kamu bisa menggunakan air hangat untuk menghilangkan kapalan. Caranya dengan merendam area yang terinfeksi selama kurang lebih 20 menit.
Cara ini direkomendasikan oleh American Academy of Dermatology, karena mudah dan tidak membutuhkan beragam bahan.
Cuka sari apel
Cara lainnya adalah menggunakan cuka sari apel. Kandungan asam dalam cuka sari apel dapat melembutkan kulit keras kapalan. Caranya, campurkan cuka dan air sebanyak empat banding satu, dan rendam bagian yang terinfeksi selama 20 menit.
Setelahnya, kamu bisa mencoba mengelupas kulitnya. Jangan terburu-buru, karena kamu bisa merusak area kulit di sekitarnya, dan ini justru akan menimbulkan rasa sakit.
Soda kue
Kapalan di tangan juga bisa dihilangkan dengan menggunakan soda kue atau baking soda. Untuk menyiapkannya, kamu hanya perlu mencampur 2 (dua) sendok makan air dengan soda kue yang cukup sehingga teksturnya mengental, lalu tambahkan beberapa tetes perasan jeruk nipis.
Oleskan ke area yang mengalami kapalan, tutup dengan perban, kassa, atau kaus kaki. Ulangi setiap malam hingga kapalan menghilang.
Baca Juga: Ending Masih Menggantung, 4 Hal yang Harus Terjawab di Squid Game Season 3
Batu apung
Cara ini sudah menjadi tradisi bagi masyarakat zaman dulu. Batu apung dengan ciri memiliki pori yang ringan ini dipercaya efektif untuk mengelupas kulit mati dan kapalan. Tak heran jika sering digunakan sebagai alat gosok ketika mandi.
Namun, kamu terlebih dahulu harus merendam area yang kapalan dengan air hangat selama sekitar 10 menit sebelum menggunakan batu ini untuk menghilangkan kapalan.
Garam epsom
Garam Epsom dianggap sebagai eksfoliator. Perawatan ini membantu dalam merelaksasikan tubuh, melemaskan otot yang kaku setelah bekerja seharian.
Caranya, campurkan dua hingga tiga sendok makan garam ini ke dalam baskom atau mangkuk berisi air hangat. Lalu, rendam area yang mengalami kapalan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?