Suara.com - Vonis hukuman untuk Harvey Moeis dalam kasus korupsi tata niaga timah menjadi topik hangat di kalangan publik. Pasalnya, suami Sandra Dewi hanya divonis 6,5 tahun penjara dan denda Rp1 miliar walau telah merugikan negara sebanyak Rp300 triliun.
Vonis "ringan" tersebut pun menuai berbagai reaksi dari banyak pihak. Terkini, kritik datang dari Lita Gading, seorang psikolog yang kerap membagi edukasi seputar psikologi di media sosial.
Dalam kontennya, Lita Gading mengatakan jika ada beberapa hal yang meringankan vonis Harvey Moeis, salah satunya adalah peran sang istri.
"Dia berperan nggak dengan diringankannya vonis suaminya?" tanya Lita Gading dalam unggahannya di Instagram, seperti dilansir pada Selasa (31/12/2024).
"Kalau menurut saya, dia sangat berperan dalam hal ini. Mungkin ngelobi ke sana-ke sini dengan berbagai macam cara supaya diringankan (hukuman) Harvey Moeis," imbuhnya.
Lebih dari itu, ia juga menceritakan bagaimana pengalaman menjadi anak pejabat, dimana banyak orang yang minta tolong ketika terseret dalam urusan hukum.
Sejak dulu, ia sudah sering melihat banyaknya orang-orang yang melobi ayahnya agar dapat membantu menuntaskan berbagai masalah yang berkaitan dengan hukum.
"Banyak yang dateng ke kantor, rumah. Keluarganya, istrinya, omnya minta keringanan orang (yang bermasalah dengan hukum) tersebut," tutur Lita Gading.
Namun, ia mengaku jika keluarganya, terutama sang ayah tidak pernah mau menerima suap dari siapa pun karena memegang teguh prinsip keadilan.
Baca Juga: Harvey Moeis Cari Gratisan untuk Simpan Warisan Rp1 T, Memangnya Berapa Biaya Sewa Safe Deposit Box?
Dari postingan itu, warganet pun bertanya-tanya, siapa ayah Lita Gading dan apa pekerjaannya sehingga memiliki prestisius seperti itu?
Tidak banyak informasi yang tersedia mengenai siapa ayah Lita Gading, hanya saja melalui unggahannya tersebut diketahui jika ayahnya adalah seorang pejabat penting.
"Saya tahu persis bagaimana keluarganya melobi atasannya, melobi orang-orang terkait untuk diringankan hukumannya, atau bisa dibebaskan. Saya tidak menuduh, tapi saya bicara berdasarkan pengalaman pribadi," papar Lita.
Kendati enggan mengungkap siapa orang tuanya, dari pernyataan di Instagram, tak sedikit yang kemudian memprediksi jika ayah Lita Gading adalah seorang penegak hukum.
Prediksi itu semakin kuat kala ia membeberkan pengalaman pribadi saat melihat orang-orang mendatangi ayahnya untuk dibantu soal hukum.
Tak hanya itu, di video tersebut, Lita Gading juga menyeru kepada Presiden Prabowo Subianto agar memberi perhatian lebih kepada masalah yang sedang ramai dibahas ini.
"Pak Prabowo, tolong dong. Yang kayak begini diberantas lah. Jangan cuma omon-omon aja. Memalukan tau nggak?" tandasnya.
Kontributor : Damayanti Kahyangan
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan