Lifestyle / Komunitas
Rabu, 01 Januari 2025 | 18:49 WIB
Dewi, istri ke-10 Pak Tarno dijumpai di Cilincing, Jakarta Utara pada Senin (30/12/2024). [Suara.com/Rena Pangesti]

Suara.com - Istri kesepuluh pesulap Sutarno atau Pak Tarno, Dewi, mengungkapkan bagaimana dirinya akhirnya jatuh hati pada rayuan maut sang pesulap hingga bersedia menikah.

Dewi bercerita tentang awal pertemuan mereka di Bekasi, Jawa Barat. Saat itu, ia bekerja di sebuah restoran.

Dalam pertemuan itu, Pak Tarno memulai pendekatan dengan candaan dan akhirnya menyatakan cinta.

"Awalnya ngefans, bercandaan apa menggoda, menembak saya. Terus bilang, 'mau enggak jadi pacar aku'. Awalnya bercanda, kita jadian," ujar Dewi kepada awak media.

Setelah seminggu berpacaran, Pak Tarno langsung mengajak Dewi menikah. Namun, ajakan tersebut sempat menuai penolakan dari Dewi karena Pak Tarno mengusulkan pernikahan siri.

"Awalnya saya keberatan karena siri, maunya nikah negara. Saya berdebat sama kakak kandung, tapi kata Pak Tarno, 'udah kita nikah siri dulu baru nikah negara'," kata Dewi.

Akhirnya, setelah berdiskusi dengan keluarga, Dewi menerima ajakan tersebut dan memulai kehidupan bersama Pak Tarno di Jakarta Utara.

Dewi mengaku terkejut saat mengetahui bahwa Pak Tarno sudah memiliki sembilan istri sebelumnya. Hal ini diketahui Dewi setelah dilabrak oleh istri lain, Sariyah.

"Saya kaget dilabrak sama istrinya, Sariyah. Dia ngelabrak saya, saya kaget karena pertama kalinya Pak Tarno nembak saya itu. Dia bilangnya punya istri pramugari," ujar Dewi.

Meski merasa kecewa karena tidak diberitahu sejak awal, Dewi memilih untuk tetap setia kepada Pak Tarno.

"Saya kecewa kenapa enggak ngomong dari awal. Tapi saya setia karena pengorbanannya untuk mendapatkan saya," ujarnya.

Kesetiaan Dewi terhadap Pak Tarno tak lepas dari sikap bertanggung jawab sang pesulap.

"Tiap hari datang jauh-jauh dari Jakarta Utara ke Bekasi. Dia selalu ngasih uang, tanggung jawab penuh sebagai suami," tutur Dewi.

Meskipun kini Pak Tarno sedang sakit, Dewi tetap merawatnya dengan penuh perhatian.

"Walau dia punya istri lain, dia tetap adil. Sekarang dia sakit, saya tetap urus dia," tambahnya.

Profil Pak Tarno

Pesulap legendaris yang dikenal dengan gaya khasnya "Dibantu, ya, bimsalabim, jadi apa? Prok-prok-prok!" itu lahir dengan nama Sutarno pada 12 Mei 1950. Dia memulai kariernya sebagai seorang pesulap keliling hingga dikenal luas sebagai pesulap, komedian, serta presenter.

Sebelum terkenal, Pak Tarno pernah berjualan martabak keliling. Saat berjualan, ia menggunakan trik sulap untuk menarik perhatian anak-anak agar membeli dagangannya.

Aksinya yang penuh humor itu akhirnya membawa dia ke ajang pencarian bakat The Master pada tahun 2009. Meski tidak keluar sebagai pemenang, Pak Tarno diberi gelar "Master of Traditional Magic" oleh Deddy Corbuzier, yang membuka jalan bagi kariernya di dunia hiburan.

Tahun-tahun berikutnya, Pak Tarno sukses berkarier di televisi, bahkan berhasil membeli mobil, tanah, dan membuka warung internet. Namun, perjalanan hidupnya tidak selalu mulus.

Pak Tarno bukan hanya dikenal sebagai pesulap, tetapi juga sebagai sosok yang tak kenal lelah, meskipun menghadapi banyak tantangan, terutama masalah kesehatan.

Semangatnya yang gigih untuk tetap bekerja dan menghibur masyarakat menjadi inspirasi bagi banyak orang, bahkan di tengah keterbatasan yang ada.

Terkini, demi menyambung hidup, Pak Tarno yang harus duduk di kursi roda, terpaksa berjualan ikan cupang dan beraneka mainan di depan SD.

Dalam unggahan di akun TikTok @/the.master028, yang diduga dikelola oleh Pak Tarno dan istrinya, Dewi, terlihat suasana kontrakan sempit yang menjadi tempat tinggal mereka. Sebuah kamar kos yang sederhana kini menjadi ruang serba guna untuk tidur dan memasak.

Kasur yang hanya cukup untuk dua orang hampir memenuhi seluruh ruangan, sementara lemari dan rak plastik terlihat berjejer untuk menyimpan barang-barang mereka.

Dapur kecil yang ada di ujung kamar menunjukkan betapa sederhana kehidupan yang kini dijalani oleh Pak Tarno. Dua kipas angin tampak membantu sirkulasi udara di kamar sempit tersebut, yang minim ventilasi.

Dulu, di tahun 2019, Pak Tarno sempat mengungkapkan bahwa dirinya memiliki rumah, meskipun saat itu tengah dihantam isu kebangkrutan.

“Saya tetap berdoa dan bersyukur sama Tuhan, karena kerjaan masih ada, rumah ada, mobil juga ada, jadi nggak mungkin jatuh miskin,” kata Pak Tarno.

Saat itu, ia juga sempat menceritakan honor yang diterimanya setiap kali tampil, yang bisa mencapai Rp25 juta.

Namun, kini semuanya berubah. Pak Tarno yang dikenal dengan gaya khasnya itu kini harus menghadapi tantangan besar setelah mengalami stroke.

Load More