Suara.com - Pengakuan Ustaz Felix Siauw soal rasa tidak sukanya terhadap Ustaz Adi Hidayat di video YouTube YNTV kembali menuai perhatian. Bukan bermakna benci, Felix ternyata merasa tingkat keilmuan Ustaz Adi Hidayat terlalu sulit untuk disaingi walaupun mereka sepantaran secara usia.
Felix mengaku selalu berusaha mencari “saingan” dalam mengejar ilmu, terutama dari mereka yang sebaya. Hal ini juga dilakukannya setelah memantapkan diri sebagai mualaf di usia 18 tahun.
Lalu seperti apakah perjalanan spiritual Felix sampai memutuskan untuk menjadi Muslim?
Perjalanan Mualaf Ustaz Felix Siauw
Ustaz Felix Siauw sempat memeluk agama Katolik seperti anggota keluarganya yang lain sebelum memutuskan menjadi mualaf pada tahun 2002. Namun dalam perjalanan spiritualnya, Felix ternyata sempat menjadi atheis hingga agnostik.
Kala itu, Felix sempat berpikir bahwa agama hanyalah topeng untuk menutupi kelakuan buruk manusia. Namun pandangannya mulai tercerahkan setelah berkuliah di Institut Pertanian Bogor (IPB).
“Ketika kuliah saya diskusi, saya baru ngerti, ‘Oh ini Islam, kalau gitu ini yang dari kemarin saya cari’, karena (ajaran) Islam beda banget dengan Muslim yang saya lihat. Islam itu sebuah konsep hidup. (Yang mengajarkan) Ustaz Fatih Karim, waktu itu di kuliah saya diskusi dengan beliau,” terangnya.
Salah satu yang membuatnya jatuh cinta terhadap Islam adalah syariat yang mengatur setiap aspek kehidupan manusia secara detail. Hingga akhirnya Felix mantap mengucapkan kalimat syahadat.
“Ketika saya punya akal yang berpikir, satu-satunya (yang masuk akal) dapat Islam,” kata Felix. “Syahadatnya di IPB, di kos-kosan.”
Baca Juga: Blak-blakan Felix Siauw Akui Tak Suka Ustaz Adi Hidayat: Merepotkan Ini Orang...
Namun diakui Felix, perlu waktu 3 minggu untuknya memberanikan diri memberitahu keluarga soal perubahan keyakinannya. “Jadi 3 pekan saya belajar salat dulu, belajar ‘Oh saya harus ngomong apa ini? Yang susah itu ngomong sama Mami,’” ucapnya.
Felix mengakui bahwa lingkungan keluarganya yang berdarah Tionghoa membuatnya perlu lebih berhati-hati saat mengaku di hadapan sang ibu.
“Mereka terimanya informasi yang negatif soal Islam, (makanya) yang susah sama Mami karena Mami kan (dominan menggunakan) perasaan, kalau Papi kan logika. Bapak saya itu sangat kritis sekali, dia selalu kritis terhadap agama, (makanya) saya nggak terlalu khawatir. Ibu saya yang saya khawatir,” jelasnya.
Namun pada akhirnya, Felix berhasil mendudukkan ayah, ibu, dan kakaknya untuk mengakui keputusannya berpindah keyakinan menjadi seorang Muslim.
“Saya masih ingat, saya duduk di sini, bapak saya di sini (sisi kanan), ibu saya di sini (sisi kiri), kakak saya di depan sana (seberang) lagi bawa pisau. Dia bilang, ‘Lix, awas kalau Mami ada apa-apa ya’,” ujar Felix.
“Saya sempat mau menyembunyikan, sebagaimana para mualaf lain kadang-kadang menyembunyikan keislaman mereka. Tapi saya pikir gini, kalau saya menyembunyikan keislaman saya, saya nggak memberikan kesempatan buat Bapak Ibu saya mengerti Islam seperti saya ngerti,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian