Suara.com - Peringatan Tahun Baru Imlek 2025 jatuh pada Rabu 29 Januari 2025. Imlek merupakan perayaan yang sangat ditunggu oleh etnis Tionghoa. Meski begitu, perayaan Imlek juga ikut pula dirayakan etnis lain di Indonesia.
Ada berbagai macam perayaan yang dilakukan warga saat Imlek. Tergantung lokasi tinggal dan budayanya.
Indonesia yang kaya dengan keragaman membuat perayaan Imlek bermacam-macam cara. Diantaranya yang paling sering adalah membuat kue keranjang.
Kue keranjang, dikenal sebagai Nian Gao () dalam bahasa Mandarin, adalah kue tradisional yang terbuat dari beras ketan dan gula. Kue ini memiliki tekstur lengket dan berwarna cokelat keemasan. Kue keranjang merupakan hidangan wajib dalam perayaan Tahun Baru Imlek dan memiliki banyak makna simbolis.
kue keranjang sudah ada sejak berabad-abad lalu di Tiongkok. Asal usulnya masih diperdebatkan, namun beberapa teori menyebutkan bahwa kue ini pertama kali dibuat pada masa Dinasti Zhou (1046-256 SM).
Pada saat itu, kue keranjang digunakan sebagai persembahan kepada leluhur dan para dewa.
Ada banyak makna simbolis dalam tradisi Imlek pada kue keranjang. Berikut beberapa contohnya:
Keberuntungan dan Kemakmuran: Kata "Nian Gao" dalam bahasa Mandarin memiliki pengucapan yang mirip dengan "semakin tinggi dari tahun ke tahun". Oleh karena itu, kue keranjang dilambangkan sebagai harapan untuk mendapatkan keberuntungan dan kemakmuran yang semakin meningkat di tahun baru.
Kerekatan dan Persatuan Keluarga: Bentuk kue keranjang yang bulat melambangkan kesatuan dan keutuhan keluarga. Tradisi menyantap kue keranjang bersama keluarga saat Imlek diharapkan dapat memperkuat hubungan dan rasa kekeluargaan.
Baca Juga: Ini Tanggal Imlek 2025, Apakah Libur Nasional-Cuti Bersama?
Kegigihan dan Ketekunan: Proses pembuatan kue keranjang yang membutuhkan waktu lama dan ketekunan melambangkan harapan untuk memiliki semangat yang pantang menyerah dalam menghadapi tantangan di tahun baru.
Keberuntungan dan Rezeki yang Berlimpah: Warna cokelat pada kue keranjang melambangkan tanah, yang merupakan sumber kehidupan dan rezeki. Oleh karena itu, kue keranjang diyakini dapat membawa keberuntungan dan rezeki yang berlimpah bagi yang memakannya.
Kesuksesan dan Kenaikan Jabatan: Tekstur kue keranjang yang lengket melambangkan harapan untuk meraih kesuksesan dan peningkatan dalam karir atau jabatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
3 Varian Sunscreen Emina Paling Laris di Shopee, Bikin Kulit Jadi Lebih Glowing
-
Peritel Fashion Mulai Kenakan Biaya Retur, Bisakah Benar-Benar Kurangi Limbah?
-
Nonton Piala Dunia 2026 Gratis di Mana? Pemilik TV Lama Jangan Buru-buru Beli Baru
-
Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 Bareng Telkomsel dan MAXStream, dari Sumatra hingga Maluku
-
Urutan Skincare yang Benar Harus Double Cleansing? Ini Kata Dokter Kulit untuk Jaga Skin Barrier
-
Cara Langganan Folaplay untuk Nonton Piala Dunia 2026 di HP
-
Cara Mengetahui Weton dari Tanggal Lahir dan Tahun, Cek Hitungan Neptu dan Arti Watak
-
5 Barang yang Dilarang Ada di Rumah Menurut Feng Shui, Diyakini Bisa Bawa Sial
-
AI Jadi Mesin Utama Fast Fashion: Riset Soroti Dampaknya bagi Pasar dan Lingkungan
-
Mengapa Fast Fashion Masih Diminati Meski Berdampak Buruk bagi Lingkungan?