Suara.com - Jeruk telah menjadi salah satu simbol penting dalam perayaan Imlek bagi masyarakat Tionghoa. Keberadaan buah jeruk pada setiap perayaan Tahun Baru China bukan hanya sekadar sebagai hidangan, namun juga penuh dengan makna dan filosofi. Lantas, apa arti jeruk dalam Imlek?
Selain menjadi momen untuk berkumpul dengan keluarga dan merayakan kebersamaan, Imlek juga dipenuhi dengan berbagai simbolisme dan tradisi yang sudah diwariskan turun-temurun.
Setiap elemen dalam perayaan ini, mulai dari makanan, dekorasi, hingga warna, memiliki makna yang mendalam yang bertujuan untuk membawa keberuntungan, kemakmuran, dan kebahagiaan di tahun yang baru. Salah satunya adalah buah jeruk.
Buah ini bukan hanya sekadar makanan atau hiasan, melainkan memiliki makna filosofis yang kaya bagi masyarakat Tionghoa. Berikut ulasan selengkapnya.
Tradisi Memberikan Jeruk saat Imlek
Masyarakat Tionghoa tidak hanya menyajikan jeruk sebagai bagian dari hidangan saat Imlek, tetapi juga sering membagikan jeruk kepada keluarga, teman, atau tamu sebagai bentuk doa dan harapan untuk kemakmuran di tahun yang baru.
Jeruk sering kali disajikan di atas meja altar atau ruang tamu sebagai bagian dari dekorasi, dan dalam beberapa kasus, jeruk juga ditempatkan di samping amplop merah (angpau) yang berisi uang sebagai simbol berkah dan keberuntungan.
Selain itu, memberikan jeruk kepada orang lain di Imlek menjadi salah satu tradisi yang mengandung makna mendalam. Jeruk dianggap sebagai hadiah yang melambangkan keberuntungan dan ucapan selamat Tahun Baru yang penuh harapan baik untuk masa depan.
Arti Jeruk dalam Perayaan Imlek
1. Simbol Keberuntungan dan Kemakmuran
Dalam bahasa Mandarin, jeruk disebut sebagai júzi () yang pelafalannya mirip dengan kata ji () yang berarti keberuntungan atau kemakmuran. Oleh karena itu, jeruk dianggap sebagai simbol keberuntungan bagi masyarakat Tionghoa.
Bahkan, jeruk mandarin, yang menjadi pilihan utama dalam perayaan Imlek, dipercaya membawa harapan untuk keberuntungan di tahun yang baru. Warna oranye pada jeruk juga melambangkan "emas", yang menggambarkan kemakmuran dan kekayaan.
Baca Juga: 5 Ide Bingkisan Imlek 2025 untuk Orang Tua Bikin Suasana Makin Hangat
2. Simbol Semangat dan Cinta
Tidak hanya dilihat dari nama dan warna, jeruk juga memiliki makna filosofis yang mendalam dalam budaya Tionghoa. Dalam teori Yin-Yang dan Lima Elemen Tiongkok, warna oranye pada jeruk termasuk dalam elemen Api, yang merupakan simbol semangat, perubahan, dan kebijaksanaan.
Bentuk jeruk yang bulat dianggap mirip dengan matahari, yang merupakan lambang kesuburan dan keberuntungan, terutama dalam bidang materi.
Selain itu, jeruk yang memiliki rasa manis dengan sedikit sentuhan asam dianggap melambangkan cinta. Rasa ini menggambarkan hubungan cinta yang manis namun kadang harus menghadapi rasa kecewa atau kesedihan. Walaupun begitu, cinta tetap dipandang sebagai sesuatu yang indah untuk dijalani.
3. Harapan untuk Umur Panjang dan Kesuburan
Jeruk juga dipercaya sebagai simbol umur panjang. Dalam bahasa Mandarin, kata jeruk chén () terdengar mirip dengan kata shòu () yang berarti umur panjang. Karena itu, memberikan jeruk pada saat perayaan Imlek atau ulang tahun melambangkan harapan agar orang tersebut diberikan umur panjang dan keberuntungan sepanjang hidupnya.
Selain itu, jeruk juga melambangkan kesuburan. Ini terlihat dalam tradisi pengantin baru yang menerima jeruk sebagai simbol doa untuk keberuntungan dan kelangsungan keturunan.
Dalam beberapa tradisi, dua buah jeruk sering diberikan kepada pasangan pengantin untuk mengharapkan kebahagiaan dan kelimpahan dalam kehidupan rumah tangga mereka.
Demikianlah informasi terkait arti jeruk dalam Imlek. Semoga bermanfaat dan selamat merayakan Tahun Baru Imlek!
Kontributor : Dini Sukmaningtyas
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?