- PATA Annual Summit 2026 di Korea Selatan membahas peran kecerdasan buatan dalam mengubah strategi pemasaran destinasi wisata global.
- Teknologi AI menuntut pengelola destinasi untuk lebih memahami perubahan perilaku wisatawan demi menciptakan pengalaman liburan yang personal.
- Indonesia ditantang meningkatkan kualitas layanan dan transformasi digital guna menarik wisatawan dengan pengalaman yang lebih autentik serta berkelanjutan.
Suara.com - Pernahkah Anda merasa bahwa cara kita merencanakan liburan kini sudah jauh berbeda? Jika dulu kita hanya terpaku pada brosur atau foto cantik di internet, kini teknologi Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah mengubah segalanya, mulai dari cara kita mencari inspirasi hingga melakukan pemesanan tiket dan hotel.
Insight mengenai peran krusial AI ini menjadi salah satu topik hangat dalam ajang PATA Annual Summit 2026 yang baru saja berlangsung di Korea Selatan. Berdasarkan laporan dari perusahaan teknologi pemasaran perjalanan, Sojern, strategi pemasaran destinasi wisata kini tengah mengalami pergeseran besar yang dipengaruhi oleh perkembangan AI yang semakin canggih.
AI: Mengubah Ekspektasi dan Strategi Berwisata
Perkembangan teknologi digital saat ini memaksa para pengelola destinasi wisata untuk berpikir lebih kreatif dan terukur. Wisatawan masa kini memiliki ekspektasi yang semakin terfragmentasi, dan AI hadir sebagai alat yang memandu mereka menemukan pengalaman yang benar-benar personal. Hal ini menuntut lembaga promosi atau destination marketer untuk tidak hanya sekadar memajang gambar indah, tetapi juga mampu menunjukkan dampak nyata dari strategi pemasaran digital mereka.
Ardiyansyah Djafar, delegasi PATA Indonesia Chapter yang hadir dalam forum tersebut, menekankan bahwa kemampuan membaca perubahan perilaku inilah yang akan membedakan pemenang di industri pariwisata masa depan.
“Insight terbesar dari PATA Annual Summit 2026 adalah bahwa masa depan pariwisata Asia Pacific tidak lagi ditentukan oleh siapa yang paling banyak mendatangkan wisatawan, tetapi siapa yang paling mampu membaca perubahan perilaku wisatawan,” kata Ardiyansyah.
Indonesia di Tengah Transformasi Digital
Bagi Indonesia, tren penggunaan AI dan digitalisasi ini adalah peluang besar sekaligus tantangan untuk meningkatkan kualitas layanan. Dengan fondasi pasar yang sudah kuat—mencapai 15,39 juta kunjungan wisman pada 2025—Indonesia dituntut untuk lebih dari sekadar mengandalkan volume kunjungan.
Ardiyansyah menambahkan bahwa momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat pariwisata yang lebih modern namun tetap terjaga nilai luhurnya.
Baca Juga: Kumpulan Prompt AI Edit Foto Masa Kecil vs Masa Kini, Hasil Estetik dan Emosional
“Tantangan Indonesia saat ini bukan hanya mendatangkan wisatawan, tetapi bagaimana mengubah potensi tersebut menjadi kualitas pengalaman yang lebih autentik, digital-ready, berkelanjutan, inklusif, dan bernilai tinggi, baik bagi wisatawan asing maupun domestik,” tegasnya.
Tentang PATA Annual Summit 2026
Forum internasional PATA Annual Summit 2026 sendiri digelar pada 11–13 Mei 2026 di Kota Gyeongju dan Pohang, Korea Selatan, dengan tema Navigating Towards a Resilient Future. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 550 delegasi dari 35 destinasi di kawasan Asia Pasifik serta menghadirkan lebih dari 60 pembicara ahli dari berbagai sektor, mulai dari regulator hingga perusahaan teknologi perjalanan global.
Dalam forum ini, Pacific Asia Travel Association (PATA) memproyeksikan bahwa jumlah kunjungan wisatawan internasional di kawasan ini akan mencapai 761,2 juta pada tahun 2028. Selain itu, diprediksi sebanyak 68,3 persen perjalanan inbound pada tahun 2025 akan didominasi oleh perjalanan antarnegara di dalam kawasan Asia Pasifik itu sendiri.
Menutup pernyataannya, Ardiyansyah berharap para pemangku kebijakan di Indonesia bisa terus aktif dalam forum serupa untuk menyerap data dan strategi global yang tepat.
“Momen seperti PATA Annual Summit menjadi penting tidak hanya bagi pelaku industri pariwisata, tetapi juga regulator dan pemangku kebijakan pariwisata di Indonesia. Forum ini memberikan insight, data, serta gambaran mengenai arah perubahan industri pariwisata global yang sangat relevan untuk mengambil strategi pengembangan destinasi yang tepat bagi Indonesia ke depan,” tutupnya.
Berita Terkait
-
Stylish buat Traveling, Intip 4 Ide OOTD Warna Hitam ala Kazuha LE SSERAFIM
-
TSMC Prediksi Industri Chip Global Tembus Rp24 Kuadriliun pada 2030, AI Jadi Mesin Utama Pertumbuhan
-
Studi Ungkap 60 Persen Anak Muda Memilih Swadiagnosis Dibanding Langsung Pergi ke Dokter
-
Telkomsel Bongkar Strategi Digital Retail 2026, Solusi AI dan IoT Jadi Kunci Pertumbuhan Bisnis
-
WhatsApp Luncurkan Obrolan Incognito dengan Meta AI, Fitur Chat Privat, Tak Bisa Diakses Siapa Pun
Terpopuler
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
- 3 Sepatu Lari Skechers Terbaik untuk Pemula dan Pelari Harian
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Bolehkah Kurban 1 Ekor Kambing untuk Satu Keluarga? Begini Hukumnya dalam Islam
-
5 Parfum Lokal yang Wanginya Awet Nempel di Baju meski Sudah Dicuci
-
Di Tengah Tantangan Industri Herbal, Produk Lokal Mulai Perluas Pasar hingga Internasional
-
5 Lip Cream Lokal Alternatif Tom Ford Liquid Lip Luxe Matte: Transferproof, Awet hingga 14 Jam
-
Ferdy Sambo Kuliah S2 Dimana? Masih Jalani Hukuman di Lapas Dapat Beasiswa Magister
-
6 Basic Skincare Malam untuk Pemula, Simpel tapi Penting untuk Menjaga Kulit Tetap Sehat
-
Bedak Sudah Mengandung SPF, Perlukah Pakai Sunscreen?
-
Mengenal Lululemon, Tas Premium yang Dicuri di Bandara Soetta sampai Rugi Miliaran
-
4 Sunscreen Lokal Alternatif La Roche Posay Anthelios UVMune 400, Murah dan Anti White Cast
-
1 Dzulhijjah 2026 Jatuh Tanggal Berapa? Ini Jadwal Sidang Isbat Penentuannya