Suara.com - Dua makanan khas Nusantara, yakni Bubur Tinutuan dan Paniki masuk daftar makanan terburuk dunia versi Taste Atlas. Dipantau pada 16 Januari 2025, Bubur Tinutuan ada di peringkat 17, sementara Paniki ada di urutan ke-37.
Untuk diketahui, peringkat dalam daftar 100 Worst Rated Foods in the World berasal dari para audiens, baik yang berwawasan tentang kuliner atau tidak.
Bubur Tinutuan mungkin sudah familiar di telinga, namun sudahkah kamu tahu soal Paniki?
Mengenal Paniki, Kuliner Ekstrem dari Daging Kelelawar
Paniki merupakan hidangan khas dari Sulawesi Utara, Indonesia, yang berbahan dasar daging kelelawar. Daging kelelawar yang digunakan dalam paniki biasanya adalah kelelawar pemakan buah (kalong), karena dagingnya dianggap lebih bersih dan memiliki rasa yang unik.
Proses memasaknya melibatkan pembersihan kelelawar secara menyeluruh, termasuk membuang bulunya, lalu memasaknya bersama bumbu hingga empuk.
Hidangan ini biasanya diolah dengan bumbu khas Manado yang kaya rasa, seperti santan, cabai, bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, kemiri, dan rempah-rempah lainnya. Setelah matang, Paniki biasanya disajikan bersama nasi hangat.
Paniki cukup banyak digemari oleh masyarakat Sulawesi Utara, khususnya di kalangan komunitas Minahasa. Hidangan ini menjadi bagian dari tradisi kuliner khas daerah tersebut dan sering disajikan dalam acara-acara khusus.
Bagi yang terbiasa mengonsumsinya, Paniki bisa menjadi hidangan sehari-hari. Cita rasa Paniki yang gurih, pedas, dan kaya rempah sangat sesuai dengan selera masyarakat Minahasa yang umumnya menyukai masakan bercita rasa kuat.
Baca Juga: Ini 8 Makanan Khas Imlek di Indonesia yang Tak Boleh Terlewat!
Namun, tidak semua orang di Sulawesi Utara mengonsumsi Paniki, terutama mereka yang memiliki pantangan agama atau budaya terkait jenis daging tertentu.
Meski demikian, Paniki tetap dianggap sebagai salah satu hidangan ikonik di daerah tersebut. Paniki bisa menjadi pengalaman kuliner yang unik bagi yang tertarik mencobanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Bukan Sekadar Wisata, Ini Cara Kang Edai Menggerakan Kemiren
-
Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, BMKG Ungkap Penyebabnya
-
Birokrasi di Era Digital: Saat Keruwetan Administrasi Pindah ke Layar
-
GEMPAR di Pasar Ngino, Yuk Nonton Jathilan Sambil Nglarisi Pedagang!
-
Korban Kekerasan Dipaksa Bayar Biaya Visum, Zakat Diusulkan Jadi Solusi Dana Darurat
-
The Judge from Hell: Jika Hukum Gagal, Haruskah Keadilan Dicari di Neraka?
-
NTB Pakai Cadangan Pangan Bantu Korban Gempa di NTT
-
Satelit Copernicus Uni Eropa Siap Bantu Operasi Pencarian Korban Gempa NTT
-
Pekanbaru Cerah Berawan Hari Ini, Padang Hujan Intensitas Ringan
-
Game Over: Menemukan Titik Temu Antara Seadanya dan Seandainya