Suara.com - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertahanan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, akhirnya mengakui jika area pagar laut di Tangerang memiliki sertifikat hak guna bangunan (HGB).
Menurut Menteri ATR Nursron Wahid, ada 263 bidang di area pagar laut yang mengantongi sertifikat HGB. Selain itu, 17 bidang area pagar laut juga memiliki sertifikat hak milik (SHM).
Fakta itu tentu langsung memicu kontroversi. Pasalnya, dasar laut tidak boleh memiliki sertifikat HGB. Dengan adanya masalah ini, tentu profil Nusron Wahid turut menjadi sorotan tajam, khususnya terkait riwayat pendidikan.
Pendidikan Nusron Wahid
Menyadur dari laman Kementerian ATR, Nusron Wahid lahir pada 12 Oktober 1973. Ia menempuh pendidikan SD hingga SMA di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.
Setelah rampung pendidikan menengah atas, Nusron melanjutkan kuliah di Universitas Indonesia. Ia mengambil S1 di Fakultas Ilmu Budaya.
Selama kuliah, Nusron dikenal sebagai mahasiswa aktif di berbagai organisasi. Sebut saja menjadi Senat Mahasiswa dan Ketua Majalah Kampus Suara Mahasiswa UI. Sosoknya juga berperan dalam mendirikan Forum Ilmiah Kajian Islam.
Usai mendapatkan gelar sarjana, Nusron melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Ia mengambil S2 di Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor (IPB). Gelar Magister resmi disandangnya setelah lulus pada tahun 2011.
Karier Nusron Wahid juga cukup moncer. Sebelum menjadi Menteri Prabowo, ia mengawali karier di dunia poiltik sejak 2004. Kala itu, ia terpilih sebagai anggota DPR RI dari Partai Golkar.
Saat menjadi wakil rakyat, Nusron bertugas di Komisi VI DPR. Pekerjaannya adalah mengawasi berbagai kebijakan yang berhubungan dengan perdagangan, perindustrian, investasi, koperasi, UKM, BUMN, dan Standardisasi Nasional.
Selanjutnya, Nusron dipercaya menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) periode 2014 hingga 2019. Tugasnya mengelola tenaga kerja Indonesia (TKI), dari melaksanakan kebijakan perlindungan dan penempatan para TKI.
Jabatan terakhirnya sebelum menjadi menteri adalah Ketua Pansus DPR RI terkait Penyelenggaraan Haji Tahun Tahun 2024. Dalam jabatan ini, ia berkontribusi memberikan rekomendasi agar dilakukan revisi terhadap UU Nomor 8 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umroh dan UU Nomor 34 tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Haji.
Berita Terkait
-
Sebut Tujuan Pagar Laut di Tangerang untuk Reklamasi 30 Ribu Hektare, Menteri KKP: Sudah Jelas Ilegal!
-
Soal Pagar Laut Tangerang, Menteri KKP Ngaku Kena Gocek: Dikira Penangkaran Kerang, Tahunya Pemagaran
-
Siapa Dalang Pagar Laut Tangerang? Kiara Desak KKP Ungkap Pelaku, Bukan Sibuk Bongkar
-
Siapa Dalang Penerbitan HGB Pagar Laut Tangerang Dekat PSN PIK 2?
-
Jadi Pagar Laut, Ini Rahasia Kehebatan Tanaman Bambu
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik